Health

Yuk, Mengenal Kanker serviks

 

Apakah pembaca Kumkel.com tahu bahwa diantara berbagai jenis kanker, salah satu yang paling banyak menyerang dan berisiko besar terhadap kematian adalah kanker serviks?

Menurut sejumlah penelitian, penyakit ini menempati urutan ketiga dari berbagai jenis penyakit kanker yang paling mematikan. Hal tersebut disebabkan karena perkembangan dari penyakit ini sulit dideteksi, sehingga kerap disebut  “silent killer”.

Disebut kanker serviks karena jenis kanker yang satu ini menyerang organ tubuh kaum wanita yang disebut servik, yakni organ reproduksi yang menjadi pintu masuk ke arah rahim yang terdapat di antara liang senggama (vagina) dengan rahim (uterus).

Sebagaimana jenis penyakit kanker yang lain, penyakit yang disebut juga kanker leher rahim ini diawali dengan munculnya sel-sel abnormal pada leher rahim. Sel-sel abnormal tersebut sebelum menjadi sel-sel kanker butuh waktu bertahun-tahun untuk melakukan perubahan.

Jika kondisi ini dapat segera terdeteksi dan dapat segera diobati, maka perubahan sel-sel abnormal menjadi sel-sel kanker dapat dicegah.

Penyebab dan Cara Mendiagnosa Kanker Serviks

Banyak faktor yang membuat wanita berisiko tinggi terserang kanker serviks. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah:

  • Berganti-ganti pasangan atau partner seks.
  • Melakukan hubungan seks di bawah umur.
  • Terinfeksi penyakit seksual lainnya yang menular, seperti gonorrhoe, Chlamydia, syphilis, atau HIV/AIDS
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Kanker jenis yang satu ini sulit dideteksi, itu sebabnya disebut “silent killer”. Agar dapat mengetahui lebih dini, pemeriksaan Pap smear test secara teratur perlu dilakukan, sehingga sel-sel abnormal dapat segera diobati sebelum berkembang menjadi sel-sel kanker. Jika sel-sel abnormal telah berubah menjadi sel-sel kanker, biasanya akan ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Vagina akan mengalami pendarahan diantara dua periode menstruasi, seusai melakukan hubungan seks, atau setelah menopause.
  • Sekresi disertai darah berbau busuk
  • Saat berhubungan seks, pinggang terasa nyeri.

Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut disebabkan karena kanker leher rahim, maka perlu dilakukan diagnose lewat pemeriksaan sebagai berikut:

1. Kolposkopi

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter pada bagian vagina dan leher rahim untuk menentukan penyebab abnormalitas sel-sel sebagaimana hasil pemeriksaan Pap smear. Caranya dengan memasukkan suatu cairan ke dalam vagina dan fungsi cairan tersebut adalah mewarnai bagian leher rahim yang mengandung sel-sel abnormal. Jika bagian yang abnormal sudah terlokalisir, selanjutnya diambil sedikit jaringan sebagai sampel untuk diperiksa di lab.

2. IVA

IVA dilakukan dengan mengoleskan asam asetat pada leher rahim, dan setelah kurang lebih satu menit, bila terdapat sel abnormal maka akan terlihat bercak putih.

3. Pap Test

Pap Test dilakukan dengan mengambil sel  dari serviks untuk dijadikan sampel guna pemeriksaan di lab, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana abnormalitas dari sel yang terdapat di serviks.

Pengobatan Kanker Serviks

Penanganan atau pengobatan kanker serviks tergantung dari berbagai faktor, seperti stadium kanker, permasalahan medis lain, serta jenis pengobatan sesuai dengan pilihan pasien. Beberapa jenis tindakan pengobatan terhadap kanker leher rahim diantaranya adalah:

1. Operasi

Operasi dilakukan jika penyakit ini masih dalam kondisi stadium dini, yakni dengan membuang serviks, bagian vagina, uterus dan nodus limfe. Operasi dapat mencegah kanker kembali menyerang, namun  jika dalam operasi tersebut uterus terpaksa dibuang, maka pasien tidak dapat hamil lagi.

2. Radiasi

Radiasi yang dilakukan dengan menggunakan alat berisi material radioaktif yang ditempatkan di bagian serviks bertujuan untuk membunuh sel kanker pasca dilakukan operasi. Sehingga sisa-sisa sel-sel kanker yang luput dari pembenahan dapat terbunuh melalui terapi radiasi.

3. Kemoterapi

Kemoterapi juga dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker serviks, baik sebelum maupun sesudah operasi. Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radiasi yang biasa disebut kemoradiasi dan dipercaya memberikan hidup yang lebih tinggi dibanding dengan hanya melakukan terapi radiasi saja atau hanya dengan kemoterapi saja.

Namun demikian untuk mengaplikasikan kedua jenis terapi tersebut dalam mengatasi kanker, harus melalui petunjuk dari dokter, karena keduanya berisiko menimbulkan dampak yang negatif bagi kesehatan tubuh.

Itulah penyebab dan cara mendiagnosa kanker serviks berikut cara pengobatannya yang perlu pembaca Kumkel.com ketahui, agar dapat mencegah dan melakukan tindakan sedini mungkin kepada diri dan keluarga agar tidak menjadi korban berikutnya dari penyakit mematikan ini. (ak)

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close