ArtikelHow To

Jenis-Jenis Formasi dan 5 Tips Lulus Tes CPNS

Tak serta merta mendengar pengumuman akan diadakannya tes CPNS kemudian mendaftarnya, setiap pelamar ini tentunya harus paham betul apa itu sebenarnya CPNS. Bukan hanya itu, ketahui juga tentang formasi apa saja yang dibuka. Terutama  apa saja kriterianya, hingga apa saja tips yang harus diketahui supaya peluang lolosnya semakin besar.

Tahapan CPNS

Calon Pegawai Negeri Sipil atau biasa disebut singkatnya dengan istilah CPNS adalah sebutan untuk mereka yang lolos pada tahap pertama tes CPNS. Kinerja dan kompetensi para CPNS di formasi masing-masing akan dinilai dan menentukan apakah mereka berhak untuk lanjut ke tahap setelahnya atau tidak.

Pada tahap kedua, CPNS kembali di tes dan diberi jangka waktu tertentu untuk bisa memenuhi syarat yang ada. Jika tidak bisa memenuhi syarat-syarat ini dalam durasi tersebut maka CPNS tidak bisa menjadi PNS tetap alias dinyatakan gugur.

Supaya bisa menjadi CPNS, orang harus lolos pada tes pertamanya terlebih dahulu. Dengan mengetahui tips-tips yang akan dibahas di akhir artikel, maka kemungkinan lolos akan semakin besar. Terlebih jika memang peserta melakukan persiapan yang matang sebelumnya, pasti akan semakin besar pula kesempatan lolos.

Formasi CPNS

Sebelum melangkah ke informasi dua puluh lima formasi tes CPNS yang diadakan di tahun 2019 ini, pelamar harus mengetahui apa saja kriteria yang harus dipenuhi. Berikut ini adalah keterangan dari beberapa kriteria yang dimaksud.

Umumnya, pelamar CPNS tahun 2019 ini menurut KemenPPPA dibagi menjadi empat golongan. Empat golongan yang di maksud antara lain putra atau putri dari Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas, cumlaude atau lulusan terbaik, dan golongan umum.

Formasi yang mendaftar dalam golongan umum adalah mereka yang sudah lulus dari perguruan tinggi dan telah memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan. Sedangkan yang dimaksud pelamar dari golongan terbaik atau cumlaude adalah mereka yang berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi A atau lulus dari program studi yang terakreditasi A. Untuk individu nya, juga harus lulus dengan pujian atau dengan IPK tertentu ang menyatakan dirinya cumlaude.

Pelamar yang melamar di golongan penyandang disabilitas adalah mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus fisik, yaitu pada bagian kaki dengan derajat dua atau satu. Ada juga ketentuan lebih untuk pelamar yang masuk melalui jalur ini.

Ketentuan yang dimaksud antara lain bisa melihat, bisa mengetik, bisa diajak berdiskusi, bisa menganalisa, bisa mendengar, dan mampu melakukan tugasnya. Pelamar dengan golongan ini juga harus bisa melakukan aktivitas sehari-harinya tanpa dibantu orang lain.

Serta ada juga klasifikasi pelamar CPNS berupa putra dan putri dari Papua dan Papua Barat. Warga negara yang mendaftar melalui jalur ini harus memiliki garis keturunan keluarga dari Papua maupun Papua Barat. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan lahir atau akte kelahiran serta harus dibuktikan dengan surat keterangan boleh dari kepala suku maupun dari kepala desa.

Orang yang lulusan perguruan tinggi di luar negeri juga bisa mendaftar dalam CPNS ini, hanya saja harus mengurus penyetaraan ijazah dari kementerian yang menyelenggarakan pendidikan serta memiliki surat keterangan dari yang bersangkutan.

Pada CPNS tahun 2019 ini terpantau ada beberapa formasi yang berubah jumlahnya. Siapapun yang akan mengikuti tes ini harus mengerti jumlah masing-masing formasi yang diselenggarakan. Berikut rekapitulasi alokasi formasi CPNS 2019 dari KemenPPA.

Total alokasi CPNS yang dibuka sebanyak tujuh belas formasi yang mana masing-masing berbeda jumlahnya. Ahli Pertama Statistisi, Ahli Pertama Pranata Hubungan Masyarakat, Ahli Pertama Psikolog Klinis, Analis Perlindungan Perempuan, Pelaksana atau Terampil Pranata Keuangan APBN, dan Ahli Pertama Analis Kebijakan membutuhkan sebanyak dua formasi.

Ada satu ahli membutuhkan tiga formasi untuk tahun ini, yaitu Ahli Pertama Pranata Komputer. Sedangkan sisanya membutuhkan satu formasi saja. Adapun yang membutuhkan satu formasi saja ini antara lain Ahli Pertama Penerjemah, Penyusun Rancangan Perundang-Undangan, Penyusun Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria, Ahli Untuk Konselor, Analis Perencanaan Anggaran, Analis Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan, Analis Kinerja, Terampil Arsiparis, Ahli Pertama Perencana, dan Ahli Pertama Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.

Ada catatan yang harus diketahui para pelamar untuk aturan rekapitulasi alokasi formasi di tahun 2019 ini, terlebih untuk yang ingin mendaftar formasi Analis Perlindungan Perempuan. Formasi ini menerima pelamar baik dari jalur umum maupun dari jalur penyandang disabilitas.

Tips-Tips Lolos Tes CPNS

Setelah mengetahui CPNS secara umum dari beberapa keterangan di atas saatnya mengetahui apa saja tips supaya bisa lolos tes CPNS di tahun 2019 ini. Persiapan fisik, psikis, dan teori akan lebih sempurna jika para pelamar sudah mengantongi tips-tips berikut ini.

1.    Belajar Dari UUD dan Buku Sejarah Untuk Tes CPNS Besok

Masing-masing pelamar tentunya memiliki persiapan yang berbeda-beda. Ada yang mempersiapkannya dengan sangat matang namun ada juga yang melakukan persiapan secukupnya saja. Satu hal yang cukup pasti adalah kebanyakan pelamar hanya belajar soal-soal yang didesain khusus untuk CPNS saja alias belajar dari buku persiapan CPNS atau soal CPNS saja.

Padahal, soal yang diberikan besok tak selamanya mirip atau sama dengan contoh-contoh soal di buku khusus CPNS atau di internet. Dari pengalaman orang yang sudah mengikuti tes ini, disarankan untuk belajar buku sejarah dan UUD juga. Alasannya, ternyata di soal tes nanti ada cukup banyak soal yang berkaitan dengan sejarah Indonesia dan ada cukup banyak juga soal yang menanyakan isi Undang Undang Dasar.

Meskipun isi dari UUD sendiri ada banyak, tetapi apa salahnya membacanya perlahan dan mengetahui atau mengingat beberapa pasal-pasalnya?

2.    Sebelum Tes CPNS Teliti Soal Administrasi

Sebagian pelamar menilai tahap ini adalah tahap yang bisa dikesampingkan, alias hanya berfokus pada tesnya saja. Padahal, jika tidak teliti, sebesar apapun poin hasil pengerjaannya akan tetap gugur jika syarat administrasinya tidak terpenuhi.

Administrasi yang cukup sering lalai biasanya warna background foto, penempatan materai, dan lain-lain. Pelamar juga harus memperhatikan akan dimana nanti ditempatkannya dan bagaimana jenis pekerjaannya.

3.    Perhatikan Rekapitulasi Alokasi Sebelum Tes CPNS

Ini menjadi sangat disarankan karena semakin besar jumlah formasi yang dibutuhkan maka kesempatan untuk lolos pun juga semakin besar. Nah, pelamar bisa kembali memperhatikan daftar rekapitulasi alokasi formasi CPNS untuk tahun 2019 di atas lagi dan membuat pertimbangan untuk mendaftar di formasi yang mana.

4.    Kerjakan Soal Tes CPNS yang Mudah Dulu

Tips ini biasa ditemui dimana-mana, termasuk pada mereka yang akan menghadapi tes masuk perguruan tinggi. Ya, pelamar bisa mengandalkan tips ini untuk bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dalam waktu yang terbatas.

5.    Harus Paham Betul Bagaimana Menghadapi Tes CPNS Bagian FGD

Pada saat FGD atau Focus Group Discussion sebagian pelamar mungkin akan menilai jika semakin aktif maka akan semakin besar peluang lolosnya, padahal hal ini tak sepenuhnya benar. Disarankan untuk aktif berdiskusi jika pelamar benar-benar memahami topik pembicaraannya, dan diam saja apabila kurang paham.

Kesimpulan

Menjadi seorang PNS memang harus menjadi seorang CPNS terlebih dahulu. Untuk bisa menjadi CPNS, peserta harus lolos pada tes CPNS terlebih dahulu yang mana bisa didukung beberapa tips di atas serta mengetahui formasi apa saja yang ada. (SR)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close