fbpx
Artikel

3 Perbedaan Pendidikan Zaman Dahulu dan Sekarang

Sahabat Kumkel yang telah membaca sejarah dan perkembangan pendidikan di Indonesia, tentu telah mengetahui seperti apa pelaksanaan pendidikan pada masa lampau hingga masa sekarang. Tentunya ada sejumlah perbedaan antara pendidikan zaman dahulu dan sekarang, yang tidak jarang perbedaan tersebut terlihat mendasar sehingga terkesan unik dan menarik.

Dibalik kesan unik dan menarik yang muncul dari perbedaan tersebut, terselip juga sesuatu yang menarik untuk dijadikan bahan renungan, kajian dan pembelajaran, guna  menyempurnakan sistem pendidikan yang ada dan tengah berjalan.

Berikut sejumlah perbedaan antara pendidikan zaman dahulu dan sekarang yang menarik untuk dikaji.

Pergeseran Orientasi

Disadari atau tidak telah terjadi pergeseran orientasi yang membuat terjadinya perbedaan pendidikan generasi dahulu dan sekarang. Awalnya pendidikan bertujuan untuk mendidik manusia agar memiliki karakter, budi pekerti, etika dan berakhlak mulia. Setelah karakter terbentuk barulah diajarkan berbagai ketrampilan sebagai bekal hidup peserta didik di masa depan.

Berbeda dengan orientasi pendidikan zaman sekarang, pendidikan cenderung dijadikan sarana untuk meningkatkan kecerdasan, prestasi, skill serta berbagai cara dalam  menghadapi persaingan. Sementara pendidikan yang terkait dengan karakter dan moral cenderung dinomorduakan.

Bahkan tidak sedikit yang menilai bahwa pendidikan merupakan sebuah investasi sebagaimana prinsip ekonomi, serta menjadikan pendidikan sebagai mesin industri, artinya materi pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Industrialisasi Institusi Pendidikan

Pergeseran terjadi pula pada misi dari institusi pendidikan. Perbedaan antara pendidikan zaman dahulu dan sekarang dari sisi misi yang diemban dapat dilihat dari sistem pengelolaan pendidikan.

Dahulu lembaga pendidikan tingkat perguruan tinggi, didirikan dan dioperasikan dengan menggunakan anggaran dari pemerintah, sehingga misi utamanya adalah memberikan layanan pendidikan secara utuh tanpa dibarengi dengan orientasi untuk mengejar keuntungan  secara materi.

Berbeda dengan sekarang, banyak institusi pendidikan tingkat perguruan tinggi yang didirikan oleh pribadi, perusahaan swasta atau yayasan. Hal tersebut membuat misi dari lembaga pendidikan sudah tidak lagi murni untuk memberikan layanan pendidikan secara total tapi juga dibarengi dengan misi untuk mendapatkan keuntungan.

Itu sebabnya mendirikan lembaga pendidikan pun saat ini menjadi sarana investasi, dan masing-masing institusi pendidikan saling berlomba-lomba untuk menghadirkan sesuatu yang lebih agar tidak kalah dari institusi pendidikan yang lain.

Kondisi ini di satu sisi memberikan dampak positif karena kompetisi yang dilakukan dengan menghadirkan sarana-prasarana yang lebih akan sangat membantu peserta didik dalam belajar, namun di sisi lain juga berdampak negatif karena orientasi bisnis menjadikan biaya pendidikan melambung tinggi.

Degradasi Tenaga Pendidik

Bagi para orang tua yang pernah mengenyam pendidikan di era 1980’an tentu akan merasakan perbedaan antara pendidikan zaman dahulu dan sekarang dari sisi tenaga pendidik.

Dahulu, meski banyak guru dengan kualifikasi pendidikan hanya setingkat sekolah menengah atas ditambah tingkat kesejahteraan yang relatif rendah, namun kompetensi dan dedikasi mereka sebagai tenaga pendidik tidak ada yang meragukan.

Dengan tingkat kesejahteraan yang rendah, guru rela memberikan les privat dan mengerjakan pekerjaan sampingan lainnya untuk menambah penghasilan. Namun begitu, guru benar-benar dipandang sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan status yang sangat terhormat serta dipandang memiliki pengetahuan lebih dibandingkan masyarakat setempat lainnya.

Saat itu peran guru benar-benar total sebagai pengganti orang tua, sehingga cara mendidik seperti apapun yang dilakukan oleh guru, orang tua tidak akan protes. Terlebih pendekatan yang dilakukan guru terhadap murid lebih bersifat kekeluargaan, sehingga terbangun interaksi yang erat antara murid dengan guru.

Berbeda dengan zaman sekarang. Meski dari kualifikasi pendidikan tidak perlu diragukan karena persyaratan untuk menjadi guru sebagaimana peraturan yang ditetapkan pemerintah minimal harus berijazah S-1, namun dari sisi kompetensi dan dedikasi dalam mengajar masih banyak yang meragukan.

Banyak yang menilai dedikasi mengajar guru-guru sekarang mengalami penurunan, begitu juga dengan kewibawaannya. Itu sebabnya, orang tua banyak yang tidak sepenuh hati dalam memasrahkan putra-putri mereka kepada guru, sehingga manakala ada sesuatu yang tidak beres dari cara guru mengajar, orang tua tidak segan-segan melakukan protes.

3 Perbedaan Pendidikan Zaman Dahulu dan Sekarang Image 002

Demikian sejumlah perbedaan pendidikan antara zaman dahulu dan sekarang yang menarik untuk dikaji, dipelajari dan direnungkan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi pendidikan yang ada saat ini. (ak)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close