fbpx
HealthHow ToPsychology

3 Faktor Penyebab Depresi dan Solusinya

Kenali 3 Faktor Penyebab Depresi dan Solusinya.

Depresi pasti pernah dialami oleh siapa saja, terkadang tanpa alasan yang mudah untuk diketahui.

Tidak mudah untuk mengenali faktor penyebab depresi, karena biasanya kesibukan membuat waktu berjalan lebih cepat, sehingga kita tidak sadar jika mungkin hal-hal yang kita lakukan bukanlah hal-hal yang dapat membawa kebahagiaan.

Jika kamu bertanya-tanya mengapa kamu merasa depresi tanpa tahu penyebabnya, mungkin beberapa faktor di bawah ini adalah salah satu yang menjadi penyebabnya.

1. Isolasi (Suka Menyendiri)

Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kehidupan sosial dapat menjadi salah satu faktor penyebab depresi, jika kamu jarang bersosialisasi, selalu mengandalkan diri sendiri dan beranggapan bahwa hidup tanpa kehidupan sosial itu merupakan hal yang biasa, maka kamu mudah untuk mengalami depresi. Bahkan jika kamu selalu nyaman hidup sendiri dan merasa baik-baik saja, suatu saat nanti perasaan mu akan berubah dan kamu akan mengalami depresi tanpa mengetahui sebabnya.

Beberapa orang yang memiliki kehidupan sosialpun terkadang masih merasa sendiri dan merasakan depresi, itu dikarenakan dalam pergaulan mereka tidak merasa “klik” (perasaan nyambung dan nyaman ketika bergaul) dengan teman atau lawan bicara.

Jika kamu termasuk salah seorang yang suka menyendiri dan sedang mengalami depresi, tanyakan kepada dirimu berapa banyak kenalanmu yang dapat kamu hubungi sebagai teman bicara, yang dapat menolongmu dan dapat berbicara jujur kepada mereka mengenai keadaanmu?

Tidak ada kata terlambat untuk memiliki kehidupan sosial, jika kamu menjauhkan diri dari teman dan keluarga, cobalah untuk mendekatkan diri dengan menghubungi mereka. Alternatif lainnya, kamu juga dapat mencari aktivitas di mana kamu berpeluang untuk menemukan teman baru.

2. Hilang Arah (Merasa Hidup Tak Lagi Memiliki Arti dan Tujuan)

Tidak hanya filosofer (filosof/filsuf) yang menghabiskan waktu memikirkan tentang arti kehidupan. Sedari kecil, tentunya kamu pernah memikirkan ataupun bertanya-tanya mengenai apa yang kamu inginkan dari kehidupanmu? Apa yang memberikan arti dalam kehidupan? Namun ketika kamu beranjak dewasa, kesibukan membuatmu tak lagi memikirkan hal tersebut.

Memang sedikit sulit untuk mengatakan kalau depresi itu bisa datang dari hilangnya arah, kamu bisa saja memiliki kehidupan yang bahagia, keluarga yang baik, dan pekerjaan yang baik, tapi terkadang masih mengalami depresi. Hal ini dikarenakan kamu tidak lagi mengejar tujuan utama hidupmu, apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidup.

Setiap orang mencari arti kehidupan dalam hal yang berbeda dan dengan cara yang berbeda. Beberapa diantara mereka menemukannya dalam pekerjaan, hubungan, kegiatan sosial, aktivitas belajar atau melalui kreativitas.

Cobalah untuk mengevaluasi kehidupanmu. Apa yang membuatmu benar-benar bahagia? Apakah kamu masih mengingat hal-hal utama yang kamu inginkan dalam hidupmu? Apakah semua yang kamu inginkan telah terpenuhi?

Mungkin 10 tahun lalu kamu menganggap pekerjaan impianmu merupakan tujuan hidupmu, tapi saat ini kamu sadar bahwa itu bukanlah hal yang kamu inginkan, atau kamu memiliki pekerjaan lain yang tidak memberikan kepuasan karna tidak sesuai dengan keinginanmu.

Mungkin yang kamu miliki saat ini terlihat baik, namun jika tidak membawa kebahagiaan dan pelan-pelan membuatmu depresi, maka luangkan waktumu untuk berbagi dengan orang yang kamu percaya untuk mencari solusi terbaik.

3. Emosi atau perasaan yang Dipendam

Setiap orang memiliki perasaan utama dan perasaan kedua, perasaan utama adalah respon utama terhadap suatu situasi / keadaan yang kita alami, sedangkan perasaan kedua adalah reaksi dari perasaan utama, sebagai contoh saat kita merasa takut, maka ketakutan itu dapat berubah menjadi suatu amarah yang membuat kita siap untuk bertengkar ataupun melarikan diri.

Terkadang kita merasa sedih terhadap keadaan, dan reaksi perasaan kedua kita yaitu kenyamanan, Mungkin diri kita menganggap kesedihan itu tidak perlu berlarut-larut kita rasakan, sehingga perasaan utama, yaitu sedih dipendam oleh perasaan kedua, yaitu nyaman. Jika kita terlalu sering memendam perasaan, maka hal ini juga dapat memicu timbulnya depresi.

Beberapa contoh yang sering terjadi mengapa kita lebih memilih untuk memendam suatu perasaan :

  • Laki-laki diajarkan untuk tidak menangis, karena mengangis itu adalah hal yang dilakukan seorang Perempuan.
  • Wanita diajarkan tidak mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu kepada seorang Pria.

Hal-hal yang sudah tertanam sebagai suatu keharusan seperti ini kerap kali membuat kita tidak memproses suatu perasaan dengan semestinya, dan semua perasaan yang terpendam akan terbendung hingga dapat menimbulkan kecemasan, kekecewaan, dan berujung menjadi depresi nantinya.

Memang terasa sulit untuk memproses suatu perasaan bila kita sudah terbiasa memendamnya dikarenakan kita harus melawan diri kita sendiri, namun hal ini harus dilakukan agar kita dapat merasakan seutuhnya dan mendapat kelegaan, layaknya beban yang terlepas sehingga terhindar dari depresi.

Jika sulit untuk memproses sendiri perasaan yang terpendam, mungkin kamu bisa meminta bantuan kepada teman, keluarga, bahkan seorang psikolog.

Kesimpulan

Faktor penyebab depresi dapat dikenali sejak dini. Jadi, penting untuk ditangani secara serius, sama halnya saat kamu terkena flu ataupun demam, tidak akan semudah itu hilang dengan sendirinya jika tidak ditangani sejak dini.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close