fbpx
Artikel

Wilayah Pekalongan Sering Terkena Banjir, Warga Tuntut Pembenahan!

Kumkel.com –  Indonesia akhir – akhir ini sering dilanda banjir, bukan hanya di Ibukota Jakarta saja, melainkan di wilayah lainnya juga terkena banjir.

Banjir sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Namun meski dianggap lumrah, banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang banjir.

Di wilayah Pekalongan misalnya, kerap kali terkena banjir hingga membuat warga merasa was – was saat terjadi hujan. Bayangkan saja, hujan selama 3 sampai 4 jam saja bisa menimbulkan banjir.

Banjir sering terjadi hingga masuk ke rumah warga, bahkan masuk ke fasilitas masyarakat seperti rumah sakit. Rumah sakit Keraton di Pekalongan terendam banjir hingga menyebabkan pasiennya harus dievakuasi.

Bukan hanya itu, hujan di wilayah pekalongan juga membuat pohon tumbang sehingga menyebabkan kabel listrik jatuh dan menimpa seorang warga.

Di sepanjang jalan raya Wiradesa Pekalongan, beberapa orang mengadakan penggalangan dana untuk korban banjir. Hal ini membuktikan bahwa simpati masyarakat terhadap fenomena ini cukup besar.

Pasalnya, beberapa daerah di Pekalongan mudah terkena banjir hingga air menggenangi rumah – rumah warga hingga berhari – hari.

pekalongan banjir

Simpati terhadap korban banjir juga diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Purnomo yang menyambangi para korban banjir di wilayah Pekalongan.

Warga memberikan apresiasi yang besar terhadap Pak Ganjar karena sudah mau menyambangi rumah – rumah warga yang kebanjiran meskipun saat itu air belum surut.

Hal ini juga membuat warga merasa kesal dengan Walikota Pekalongan yang dianggap terlalu pasif dalam menanggapi korban banjir.

Menurut penuturan warga di grup Pekalongan Info, ketidakhadiran Pak Walikota Pekalongan dikarenakan sedang menyambut para tamu dari acara dangdut di Indosiar yang sedang live di Lapangan Jetayu, Pekalongan.

Informasi ini membuat kekesalan warga semakin memuncak. Namun, mereka tetap merasa senang karena sudah mendapatkan edukasi dan semangat dari Pak Gubernur Jateng.

Fenomena banjir ini bukan hanya PR Walikota, tetapi juga masyarakat. Walikota dan masyarakat harus bekerja sama mengatasi banjir dengan cara bermusyawarah untuk mencari solusi tentang masalah banjir.

Panjang Wetan adalah salah satu wilayah yang sering terkena banjir, bahkan genangan air di daerah tersebutbisa bertahan hingga berminggu-minggu lamannya.

Hal ini membuat warga mengungsi ke daerah yang tidak rawan banjir. Kajen merupakan wilayah Pekalongan yang tidak mudah terkena banjir. Hal ini disebabkan Kajen Pekalongan terletak di dataran tinggi.

Meski demikian, daerah Kajen kurang diminati oleh warga karena termasuk daerah pedalaman dibandingkan wilayah perkotaan Pekalongan. Masyarakat masih senang tinggal di daerah perkotaan karena fasilitasnya lengkap dan mobilitasnya lebih mudah.

Harapan para masyarakat adalah banjir ini dapat teratasi agar tidak sering terjadi di wilayah Pekalongan.

Di daerah Jawa Tengah bukan hanya Pekalongan saja yang terkena banjir, bahkan seperti daerah dataran tinggi di wilayah Pemalang juga terkena banjir.

Banyak video yang beredar mengenai kondisi Wilayah Comal Kabupaten Pemalang yang mengalami banjir. Di dalam video tersebut, banyak anak–anak sekolah yang masih semangat berangkat sekolah meskipun harus mengarungi genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Di wilayah dataran tinggi Pemalang, tepatnya di Kecamatan Belik juga tak luput dari banjir. Bahkan terdapat desa yang terkena banjir hingga menyebabkan tembok rumah warga roboh dan menghanyutkan barang-barang rumah tangga. Kejadian ini tepatnya di Desa Sodong Basari yang baru diresmikan kisaran sebulan yang lalu.

Dampak Memprihatinkan Terjadinya Banjir

Banjir ini harus segera diselesaikan karena menimbulkan dampak yang cukup besar untuk warga. Adapun dampak banjir yang sangat memprihatinkan adalah sebagai berikut :

1. Mengganggu Aktivitas

Tak dapat dipungkiri, banjir sangat merugikan banyak pihak terutama masyarakat yang rumahnya tergenang banjir.

Banjir juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Anak–anak kesulitan untuk pergi ke sekolah karena jalan tergenang banjir, belanja rumah tangga menjadi terhambat karena banjir, dan masih banyak lagi.

Namun yang paling memrihatinkan adalah mereka menjadi sulit untuk mencari nafkah karena banjir. Banjir sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mereka yang memiliki banyak aktivitas.

Selain itu, bagaimana jika saat banjir mereka tidak memiliki stok makanan di rumah? Tentunya hal ini sering terjadi. Maka tak heran saat banjir banyak dari mereka terkena penyakit.

2. Terserang Penyakit

Apakah anda pernah membayangkan rumah anda tergenang air kotor berhari – hari? Hal ini sangat memprihatinkan. Air yang masuk kedalam rumah warga merupakan luapan air got bercampur sampah dan air kotor lainnya. Ini akan menimbulkan penyakit bagi masyarakat seperti gatal – gatal, bisul, demam dan flu.

Tak jarang, saat banjir air akan menyeret hewan dan kuman masuk ke dalam rumah. Di musim hujan bulan lalu hewan membahayakan seperti ular sempat viral karena banyak warga yang menemukannya di dalam rumah.

Tentu saja ini membahayakan, apalagi jika ular itu memiliki bisa, sehingga jika terkena gigitannya akan fatal akibatnya.

3. Stress

Siapa yang tidak stress saat terjadinya banjir hingga meluap ke pemukiman? Hal ini membuat korbannya semakin stress. Pasalnya air yang masuk ke dalam rumah saat banjir adalah air yang kotor dan keruh.

Barang rumah tangga akan menjadi kotor dan  harus dibersihkan. Belum lagi mereka bingung mencari tempat istirahat karena rumahnya terendam banjir.

4. Kerugian Harta Benda

Harta benda bisa saja hilang karena diterjang banjir. Meskipun banjir tak sedahsyat tsunami, namun tetap saja sangat merugikan korbannya.

Mereka akan kehilangan harta dan benda jika tidak mengevakuasikan barang – barang mereka ke tempat yang lebih aman. Namun bagaimana jika banjir terjadi saat malam hari yang notabenenya banyak orang sedang terlelap?

Hal ini akan berdampak lebih fatal karena saat mereka tidak sadar akan banjir, maka harta benda bisa hanyur terbawa arus.

Untuk itu, selalu waspada saat musim hujan karena fenomena banjir bisa saja terjadi kapanpun.

Banjir menjadi tanggungjawab masyarakat beserta jajaran pemerintah, baik kota maupun daerah. Akan lebih baik jika pemerintah memberikan intruksi kepada masyarakat untuk menanggulangi banjir dan mencegah terjadinya banjir kembali saat hujan lebat.

Bangunan rumah warga lebih baik jika posisinya lebih tinggi dari jalan raya. Agar air tidak masuk ke rumah – rumah warga. Jika jalan lebih tinggi dari bangunan rumah, maka air akan masuk kedataran yang lebih rendah, yakni rumah warga.

Banjir juga dikarenakan kurangnya lahan kosong untuk resapan air sehingga air masuk kerumah warga.

Banjir ini harus dituntaskan segera agar nantinya tidak terjadi lagi tiap tahun. (YM)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close