fbpx
How ToPsychologyRelationship

Mengenal Lebih Jauh Tipe Pasangan Narsisis

Narsisis adalah tipe orang yang memiliki kepribadian Narsistik.

Narsistik identik dengan penyakit kepribadian dimana terdapat perilaku abnormal yang ditunjukkan melalui perasaan berlebihan terhadap diri sendiri.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tipe pasangan narsisis, bagaimana mengenali tanda-tandanya dan menghadapinya.

Menjalin hubungan dengan seseorang berkepribadian narsistik mungkin akan menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.

Dampak negatif akan berimbas ke semua aspek kehidupanmu, mulai dari kemampuan untuk fokus di tempat kerja hingga mempengaruhi kesehatan emosional dan fisik Kamu.

Bagian tersulit adalah mencari tahu apakah pasangan Kamu benar-benar seorang narsisis ataukah hanya memiliki percaya diri yang berlebihan.

Tanda-tanda Seorang Pasangan Narsisis

Jika pasangan Kamu menunjukkan 5 atau lebih dari tanda-tanda dibawah ini, ada kemungkinan sangat besar Kamu sedang menjalin hubungan dengan seorang narsisis.

Namun, jika semua tanda-tanda ini terlihat dari sikap dan perilakunya, kemungkinan besar pasanganmu menderita gangguan kepribadian yang disebut Narcissistic Personality Disorder atau “NPD”.

1. Sangat Mempesona Pada Mulanya.

Awal menjalin hubungan, kamu akan merasakan pengalaman terindah ketika bersamanya.

Dia akan menjadi sosok paling mempesona yang pernah kamu temui. Kamu akan dimanjakan, dihujani, bahkan dibanjiri dengan pujian dan rayuan.

Hingga merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia, dan bertanya-tanya ; “kenapa aku bisa seberuntung ini?” , “apakah dia benar-benar nyata?”

Seorang narsisis memiliki keahlian yang tinggi dalam menggunakan pesonanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Terutama daya tarik fisik dan supelitas mereka, menampilkan karakteristik seperti kepercayaan diri, pesona dan karisma yang pastinya dapat membuatmu terkagum-kagum ketika mengenalnya.

2. Tarik Ulur.

Pasangan yang narsisis akan menarikmu ke dunia mereka. Berusaha mengambil semua yang mereka inginkan, mulai dari cinta, uang, kehormatan, dan dengan mudah mereka mencampakkanmu.

Saat mereka merasa kamu sudah tidak ada gunanya lagi, maka dengan mudahnya mereka akan menghapusmu dari kehidupan mereka, selama itu yang mereka inginkan.

Tapi jika kamu ingin mengakhiri hubungan secara sepihak sebelum dia selesai denganmu, maka semua cara akan dilakukan untuk menarikmu kembali bersamanya.

Umumnya, saat menjalin hubungan yang serius dengan pasangan berkepribadian narsistik, kamu akan merasa dipermainkan.

Secara terus-menerus dia akan memancing perhatianmu, kemudian ketika kamu sudah mendekat, dia akan mendorongmu untuk menjauh.

3. Sulit Untuk Mengakui Kekurangannya.

Setiap narsisis memiliki tembok atau tameng yang digunakan untuk menutupi kekurangan dan kelemahannya.

Perasaan takut, tidak percaya diri, malu, iri hati, cemburu, benci, dan perasaan lainnya yang merupakan kelemahan mereka akan benar-benar disembunyikan.

Mereka ingin dianggap sebagai sosok superior dalam suatu hubungan.

Untuk mengakui kekurangan dan kelemahan ini kepada orang lain tentunya sangat beresiko bagi mereka, sehingga mereka sering tampil berlebihan dalam menunjukkan percaya diri dan keberanian.

4. Ahli Manipulasi.

Terkadang, kita dapat mengetahui disaat seseorang ingin memanipulasi kita dan langsung mengambil sikap untuk menghindar.

Tapi, saat menghadapi seorang narsisis, mereka memiliki cara yang unik, mereka dapat memanipulasimu tanpa kamu sadari.

Berikut ini adalah 2 contoh taktik manipulasi yang umumnya terjadi :

  • Meremehkan – Entah itu di dalam rumah sendiri atau di depan umum, seorang narsisis tidak akan bermasalah untuk menjatuhkanmu. Setelah meremehkanmu, mereka biasanya akan menutupi sikap mereka dengan kata-kata seperti ini ; “cuman becanda kok” , “kamu gak bisa diajakin becanda yah?” atau “udah deh, semua juga udah pada tau kok.”
  • Menjadi korban – Pikirkan skenario ini, disaat kamu mencoba untuk menjelaskan seberapa besar kamu tidak menyukai pertengkaran dengannya, dan dia dengan santainya berkata, “tuh kan? kamu selalu aja ngajakin ribut!”. Hal ini pasti membingungkan bagimu, karena hal yang sebenarnya menjadi keluhan yang ingin kamu sampaikan, malah digunakan olehnya sebagai senjata.
    Narsisis akan selalu membalikkan keadaan untuk menjadikan diri mereka sebagai korban.

5. Membuatmu Terisolasi.

Membuatmu bergantung padanya dan membuatmu terisolasi merupakan salah satu taktik seorang narsisis agar memiliki kontrol dalam suatu hubungan.

Mereka dapat membuatmu menjauhkan diri dari keluarga maupun sahabat baikmu.

Seorang narsisis dapat terkesan over protektif ataupun posesif.

Dengan siapa kamu berkomunikasi, waktu aktivitas hobimu, Bahkan tidak segan-segan melarangmu untuk bekerja, agar dirinya memiliki kontrol penuh dari segi keuangan.

Kalimat-kalimat seperti ; “kamu udah gede, kamu bisa kok ngambil keputusan sendiri.” ; atau “ngapain sih berteman sama dia kalo dianya seperti itu?” ; atau “aku pikir kamu lebih sayang aku daripada kerjaanmu.”

Dengan kalimat-kalimat seperti itu, tanpa kamu sadari, secara perlahan dia akan mengubahmu untuk bergantung hanya kepadanya dan menuruti keinginannya.

6. Tidak Menghargai Perasaanmu.

Hal-hal terpenting dalam suatu hubungan diantaranya adalah ingin dimengerti, nyaman untuk mengekspresikan perasaan, aspirasi, hasrat dan keinginan.

Karena rasa ingin dibutuhkan yang cukup kuat oleh seorang narsisis, terkadang mereka tampil sebagai sosok yang penuh perhatian, pengertian dan selalu menginginkan yang terbaik bagi pasangannya.

Namun sebenarnya, seorang narsisis mengambil keputusan dengan mempertimbangkan keuntungan bagi dirinya, bukan apa yang baik bagi pasangan atau hubungan mereka.

Sederhananya, mereka tidak mementingkan perasaanmu karena terlalu memprioritaskan perasaannya sendiri.

7. Delusi Kehebatan atau Kebesaran Diri.

Umumnya, seorang narsisis percaya bahwa dirinya lebih superior dari orang lain, ini adalah alasan utama mengapa mereka sulit untuk mencintai orang lain.

Mereka percaya terhadap sosok khayalan yang mereka ciptakan, terkadang hal ini yang memberikan karakter percaya diri dan keberanian kepada mereka.

Jadi jangan kaget bila seorang narsisis mampu menceritakan kebohongan namun terkesan nyata.

8. Mudah Terpancing Emosi.

Perasaan superioritas yang dimiliki seorang narsisis, memudahkan diri mereka untuk terpancing emosi bila tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Ketika hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan mereka, ketika mereka tidak mendapatkan semua perhatian, atau ketika seseorang tidak setuju dengan pendapat mereka.

Mereka mengalami kesulitan dalam mengatur emosi dan perilaku, menangani kritik dan dapat mudah tersinggung.

Narsisis juga bisa menjadi tidak sabaran atau marah ketika mereka tidak menerima “perlakuan VIP” yang mereka yakini pantas mereka dapatkan.

9. Berkepribadian Ganda.

Pesona dan daya tarik yang dialami pada awal hubungan dengan seorang narsisis tidak bertahan selamanya. Mungkin dalam hitungan hari, minggu, bulan bahkan tahunan.

Peralihan dari sosok mengagumkan yang membuatmu jatuh hati, kepada seseorang yang hampir tidak kamu kenali bisa kamu rasakan ketika dia mulai merasa bosan denganmu.

Jika Kamu pernah merasakan momen Dr Jekyll & Mr Hyde, tentunya kamu telah mengetahui apa itu kepribadian ganda.

Dimana menit pertama kamu berpikir telah menemukan sosok yang kamu damba-dambakan, namun di menit kedua kamu kebingungan dan bertanya-tanya siapa orang brengsek yang sedang bersamamu?

Dalam peralihan sikap seorang narsisis, sering dilakukan secara perlahan, halus, dan diam-diam, hingga sampai pada suatu titik dimana dirinya tidak lagi menanggapi pasangannya.

Ini dapat terjadi dengan kata-kata maupun sikap menjatuhkan, mengurangi keintiman secara emosional atau kontak fisik, hilang kasih sayang, tak lagi menggoda dan merayu, putus komunikasi, atau menyalahkan pasangannya untuk menutupi kesalahnnya.

Beberapa narsisis akan terus ‘menghargai’ pasangan mereka dengan ‘kasih sayang bersyarat’, sementara pada saat yang sama menurunkan nilai-nilai intimasi. Ini bisa menjadi waktu yang sangat membingungkan bagi pasangannya.

10. Menghindari Tanggung Jawab.

Dalam menjalin hubungan dengan seorang narsisis, kamu akan melihat mereka cepat untuk mengakui perannya dalam keberhasilan atau sesuatu yang bersifat baik, karena pujian dan kata-kata penyemangat yang mereka terima dapat memuaskan ego mereka.

Satu hal yang tidak akan terlihat atau terdengar adalah seorang narsisis yang bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan yang mengakibatkan permasalahan, kegagalan, atau hasil yang buruk. Dalam keadaan ini, mereka akan menyalahkan, menghindar dan menyangkal, bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan mereka, dan terkadang pura-pura tersakiti jika seseorang mengetahui bahwa itu adalah kesalahan mereka.

11. Hitam dan Putih.

Narsisis melihat dunia dalam warna hitam dan putih. Tidak ada area abu-abu.

Ini adalah bagian dari kepribadian ganda mereka yang telah disebutkan sebelumnya, dan mencakup dua kategori utama yaitu – pemenang atau pecundang.

Jika narsisis melihat ancaman terhadap ego mereka, mereka akan menyerang terlebih dahulu.

Mereka akan melakukan apa pun untuk memastikan mereka tidak merasa lemah, tidak diperhatikan, atau kalah.

Bahkan jika itu berarti secara verbal atau emosional menjatuhkan ‘lawan’ mereka (termasuk pasangan mereka).

12. Tidak Mengenal Batasan.

Orang-orang dengan kecenderungan narsistik dengan sengaja mengabaikan batas-batas yang dimiliki orang lain.

Mereka seringkali bertindak seenaknya dan memanipulasi orang lain untuk kepentingan mereka tanpa berpikir dua kali akan akibatnya.

Narsisis menunjukkan sikap ini dengan berbagai cara termasuk mengingkari janji atau tidak memperdulikan kewajibannya, meminjam barang atau uang tanpa niat untuk mengembalikannya, dan menunjukkan sedikit penyesalan hingga menyalahkan orang lain ketika dikonfrontasi.

13. Licik.

Secara perlahan dia mampu membuatmu ragu dan kehilangan percaya diri.

Dimulai dengan menanam benih keraguan.

Kamu mungkin memperhatikan sesuatu yang janggal dari sikap atau perilakunya, tetapi ketika kamu menyebutkannya, dia mampu membuatmu merasa bahwa hal tersebut sangat tidak masuk akal.

Dan pada akhirnya kamu mulai meragukan dirimu sendiri.

Kemudian, jika dirinya merasa tersudut sewaktu kebohongannya terungkap, dia mampu meyakinkanmu bahwa itu semua bukanlah kebohongan atau dia melakukannya untuk menuruti keinginanmu.

Mereka akan menyangkal hal-hal yang telah mereka katakan.

Mereka akan mengubah ceritanya untuk membuatmu bingung dan ragu.

Mereka akan memproyeksikan perilaku mereka kepadamu.

Dan terlebih parahnya lagi, mereka bahkan mampu mengumpulkan beberapa alasan untuk meyakinkanmu ‘bahwa semua tuduhan yang kamu sampaikan adalah bukti kalau kamu itu gila’.

14. Terobsesi Dengan Superioritas.

Orang-orang dengan kepribadian narsis biasanya terobsesi dengan kekuasaan, kecantikan, kesuksesan, kelas dan status. Mereka menunjukkan kecemburuan terhadap orang-orang yang memiliki apa yang mereka inginkan. Di sisi lain, narsisis juga dapat menuduh orang lain iri pada mereka, termasuk pasangan mereka sendiri.

Poin utama dalam hal ini, adalah bagaimana cara narsisis tampil di depan orang lain sama sekali berbeda dari apa yang mereka rasakan di dalam hati. Ada dua jati diri yang bekerja dalam sang narsisis : diri mereka yang asli (yang mengalami kecemburuan), dan diri palsu, fantasi yang mereka coba tampilkan kepada publik (diri yang egois menuduh orang lain iri dengan mereka).

15. Semua Hanya Mengenai Dirinya.

Pernah mencoba berbicara dengan seseorang yang “semua tentang saya”? Seseorang yang hanya mendengarkan dirinya sendiri? Satu hal yang akan terlihat adalah bahwa setiap percakapan akan dibajak dan diarahkan kembali kepada mereka.

Narsisis memiliki kebutuhan yang konstan untuk diperhatikan, dan jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, Anda dapat mengharapkan iritasi dan dendam. Berada dalam hubungan dengan seorang narsisis berarti bahwa tidak hanya setiap percakapan adalah tentang mereka, tetapi setiap keputusan, pendapat, pemikiran, tujuan, pilihan adalah tentang mereka.

Bagian dari perilaku seperti ini adalah perasaan memiliki hak. Dalam hubungan, ini bisa dianggap sebagai “jalan saya atau jalan raya” di mana pikiran, perasaan, dan pendapat Anda benar-benar tidak valid. Narsisis dengan NPD benar-benar percaya dunia berputar di sekitar mereka dan bahwa mereka berhak untuk memiliki perhatian dan kekaguman yang terus-menerus dan berlebihan hingga memiliki segalanya yang mereka inginkan.

Bagaimana Cara Menghadapinya?

Berbicara dari pengalaman pribadi, memutuskan secara sepihak hubungan dengan seorang narsisis sangatlah tidak mudah. Namun sesulit apapun, sepadan dengan kebahagiaan yang bisa didapatkan kembali saat tidak bersamanya.

Salah satu alasan utama sulitnya meninggalkan hubungan dengan seorang narsisis adalah karena “Kamu telah terikat secara traumatis” .

Kamu pernah dihujani cinta dan kasih sayang, sehingga timbul rasa kepuasan seperti mimpi yang telah terwujud menjadi kenyataan, kemudian melalui lambatnya proses isolasi, manipulasi, gila-gilaan, dikontrol, kehilangan diri, terjebak keraguan, diyakinkan kembali sehingga membuatmu kecanduan dan terikat secara emosional, fisik, bahkan secara mental kepada pasanganmu yang narsisis.

Jadi apa yang bisa dilakukan ketika “terikat secara traumatis” dengan orang lain?

1. Pelajari.

Langkah pertama adalah mendidik diri sendiri tentang apa itu narsistik, dan bagaimana cara kerjanya. Semakin Kamu memahami kondisi pasanganmu, semakin Kamu akan memahami perilaku mereka.

Ini bukan berarti memudahkanmu untuk bisa memaafkan atau mengabaikan perilaku tersebut, tetapi untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan, dan mengatakan apa yang mereka katakan.

Mencari informasi melalui internet atau media lain dapat menjadi langkah awal yang baik..

2. Buat Pilihan.

Setelah Kamu mengetahui segala sesuatu yang perlu diketahui tentang kepribadian narsistik, kamu punya pilihan untuk bertahan dengan perilaku itu, dan / atau mencoba meyakinkan pasanganmu untuk mencari bantuan; atau pergi meninggalkannya.

Jika Kamu memilih untuk tetap bertahan, sekarang Kamu tahu persis apa yang diharapkan dari pasanganmu, dan apa yang tidak dapat mereka berikan kepadamu jika mereka tidak segera mencari bantuan profesional.

Jika kamu mengambil keputusan untuk pergi, kamu perlu memastikan kesiapanmu untuk tidak terjebak lagi dalam hubungan yang sama.

3. Bersiaplah.

Apa pun keputusanmu, kamu harus benar-benar siap. Pastikan untuk melindungi dirimu secara emosional, fisik, finansial, dan mental.

Dan jika Kamu memutuskan untuk pergi, Kamu harus benar-benar siap menghadapi semua godaan dan rayuan bahkan kebohongan seorang narsisis yang dapat meyakinkanmu agar kembali bersamanya.

Salah satu cara terbaik untuk meninggalkannya adalah pergi dengan cepat dan memutuskan semua komunikasi.

Ini mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan jika kamu memiliki anak atau aset bersama pasanganmu, cari bantuan profesional yang dapat membantumu dalam keadaan ini.

Cara lain untuk mempersiapkan diri adalah dengan membuat daftar semua alasan mengapa kamu ingin meninggalkannya.

Daftar tersebut akan sangat membantu untuk menjadi pengingat disaat kamu merasa ragu ataupun bimbang.

Juga, karena ikatan trauma, akan ada proses kesedihan untuk dilalui. Pastikan ada yang dapat memberi dukungan dalam proses ini baik itu sahabat ataupun keluarga.

Kesimpulan

Hubungan yang sehat dan saling melengkapi terbentuk ketika kedua pasangan merasa nyaman untuk mengungkapkan siapa diri mereka sebenarnya, dan menjadi diri sendiri tanpa penilaian ataupun kritik yang menjatuhkan.

Menjalin hubungan dengan seorang narsisis adalah kebalikan dari hubungan yang sehat, kecuali jika pasanganmu bersedia dan memiliki niat untuk mencari bantuan profesional, sekalipun kenyataannya mungkin sulit untuk dia berubah.

Kamu memang punya pilihan, Kamu berhak memilih, dan apa pun pilihanmu, ingatlah untuk selalu menjaga dirimu terlebih dahulu.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button