How ToPsychologyRelationship

Kenali 4 Tanda Pasangan Yang Manipulatif

Manipulasi lebih umum terjadi dalam hubungan saat ini daripada sebelumnya.

Dengan penurunan keterampilan hubungan antar pribadi, orang menjadi semakin manipulatif.

Tetapi, manipulasi dalam hubungan tidak selalu didasari dengan niat jahat.

Dalam kebanyakan kasus, orang yang memanipulasi bahkan tidak menyadari bahwa mereka memanipulasi pasangannya.

Selain itu, ada yang menyadarinya, tetapi percaya bahwa itu tidak berbahaya ataupun merugikan pasangannya.

Meskipun terkadang tidak berbahaya, manipulasi dapat segera berubah menjadi kebiasaan buruk jika tidak ditangani dan dikomunikasikan secara baik-baik bersama pasanganmu.

Kenali Tanda-tanda Pasangan Manipulatif.

Berikut adalah beberapa contoh manipulasi yang sering terjadi dalam suatu hubungan :

1. Pahlawan Bertopeng.

Jenis manipulasi yang satu ini tidak mudah untuk dikenali.

Dia akan menjadi pahlawanmu, yang siap menolong kamu kapan saja kamu membutuhkannya.

Padahal sebenarnya, yang dia lakukan adalah mengontrol situasi agar dapat disesuaikan dengan keinginannya.

Cewek : beb aku hamil, aku bingung harus gimana?

Cowok : wow!!! serius? aku seneng banget ngedengernya. Tapi kamu yakin udah siap untuk ngerawat anak? coba dipikirin lagi, ngurusin anak tuh gak gampang loh.

Cewek : bantuin dong, kira-kira aku harus gimana?

Cowok : kalo emang kamu belum siap, aku bisa bantuin nyari alternatif lainnya.

Sepintas dia terkesan menolongmu, namun, secara halus kamu diarahkan untuk mengambil keputusan sesuai dengan keinginannya.

Dalam suatu hubungan, saling mendukung dan menolong adalah kewajiban utama, hanya saja ada beberapa orang yang memanfaatkan hal ini untuk memanipulasi pasangannya.

2. Kebaikan Bersyarat.

Kebiasaan membalas kebaikan pasanganmu pastinya sudah menjadi tradisi dalam menjalin hubungan.

Tapi, jika kebaikan yang ditanamkan tidak disertai dengan ketulusan, maka dapat berakibat fatal.

Kebaikan Bersyarat pada dasarnya yaitu melakukan sesuatu yang baik untuk pasangan dan mengharapkan sesuatu sebagai balasannya.

Misalnya, “Aku gak masalah kalo harus ngeluarin duit buat bayarin kuliahnya. Sebagai gantinya, aku yakin dia gak bakalan ninggalin aku.”

Tentu saja, ketika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kekecewaan bahkan pertengkaran tak dapat dihindari.

Jenis manipulasi semacam ini tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baik.

3. Jebakan Batman.

Contoh 1 :

Cewek : “dia cantik banget pake gaun itu”

Cowok : “iya dia cantik”

Cewek : “tuh kan bener, kamu suka sama dia kan? udah ngaku aja deh!”

Ini adalah salah satu contoh percakapan sederhana, dimana si cewek memanipulasi pasangannya dengan cara menjebak.

Contoh 2 :

Cewek : mana handphone?

Cowok : mau ngapain?

Cewek : udah cepetan, sini handphonenya!

Cowok : gak ada apa-apa kok.

Cewek : kalo gak ada apa-apa, kenapa gak mau ngasih?

Cowok : ya udah ini, periksa dah sampe puas!

Pada umumnya manipulasi seperti ini didasari adanya insekuriti dan merupakan pelanggaran privasi.

Manipulasi seperti ini sering disebut sebagai ‘Jebakan Batman’.

4. Aksi Mogok

Jenis manipulasi ini juga sering dilakukan oleh banyak orang.

Contoh 1 :

Cewek : mas, handphone udah jelek, kemaren aja sempet ‘hang’ trus mati sendiri.

Cowok : trus mau diservis? nanti aku anterin kalo mau.

Cewek : maunya dibeliin yang baru

Cowok : tapi aku belum ada duit.

Cewek : katanya kemaren udah gajian.

Cewek : pokoknya aku gak mau ngomong sampe kamu janji mau beliin aku handphone baru!

Cowok : kan udah dipake buat bayar utang.

Cewek : (diam)

Cowok : jangan ngambek dong dek.

Cewek : (diam)

Cowok : iya deh, bulan depan beli yang baru pas gajian.

Cewek : yeii,, thank you mas. kamu terbaik deh.

Contoh 2 :

Cewek : tumben belakangan sibuk terus?

Cowok : aku emang lagi sibuk-sibuknya, ada job dadakan, harus ngejar deadline.

Cewek : oh, jadi gak ada waktu nih buat nemenin aku? jangan harap ntar dapet jatah yah!

Cowok : arrrgghhhh

Beberapa orang melakukannya dengan maksud untuk menghukum pasangan mereka dan memenangkan pertengkaran.

Ada juga yang melakukannya agar permintaannya diikuti.

Bagaimana Menghadapi Pasangan yang Manipulatif ?

3 langkah ini mungkin dapat membantumu dalam menghadapi pasangan yang manipulatif.

1. Introspeksi.

Langkah pertama adalah introspeksi. Amati dan tanyakan kepada diri sendiri. Apakah manipulasi ini terjadi karena sesuatu yang kamu lakukan terhadap pasanganmu?

Pernakah kamu mengabaikan komunikasi disaat dia mengajakmu untuk berbagi?

Apakah ada hal-hal tertentu yang sebenarnya telah disampaikan namun tidak dipedulikan olehmu?

Dan yang terpenting, apakah kamu juga pernah memanipulasi pasanganmu, sehingga dia merasa sah-sah saja untuk melakukan hal itu kepadamu?

Jujur terhadap diri sendiri adalah bagian terpenting dalam langkah ini. Jika terasa sulit untuk melakukannya sendiri, cobalah untuk menanyakan pendapat teman atau sahabatmu yang benar-benar memahami permasalahan ini.

2. Berempati.

Langkah kedua adalah mencari tahu niat pasanganmu dengan menggunakan empati. Dengan kata lain, cobalah untuk menempatkan dirimu dalam posisi pasanganmu.

Cobalah untuk mengamati dan memahami situasi yang terjadi dari sudut pandangnya.

Seandainya kamu ada di posisinya, apa yang kamu rasakan atau apa alasanmu untuk memanipulasi pasanganmu?

Apakah pasanganmu bersikap manipulatif karena merasa tidak aman dan tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan baik?

Atau apakah pasanganmu hanya meluapkan kekesalannya mengenai sesuatu dan manipulasi ini hanyalah cara untuk mendapatkan validasi darimu?

Jika Kamu tidak yakin dengan niatnya, jangan pernah membuat asumsi apa pun. Sebaliknya, coba untuk membicarakan hal ini bersamanya.

3. Komunikasi.

Langkah ketiga, komunikasi selalu menjadi kunci utama dalam menjalin hubungan.

Dengan komunikasi yang tepat, semua masalah dapat diselesaikan. Masalah tersulit sekalipun jika dikomunikasikan dengan baik dapat menghasilkan solusi untuk mengatasinya bersama.

Pelu diingat, dalam setiap komunikasi, lakukan dengan jelas dan dengan maksud menyelesaikan masalah.

Contoh komunikasi :

“dek, sikapmu yang [ceritakan bagaimana sikap manipulatifnya] buat aku merasa [ceritakan apa yang kamu rasa],
aku mau hubungan kita baik-baik saja, aku pengen kamu bisa lebih terbuka dalam komunikasi, kalo ada yang pengen dibicarain, aku siap buat dengerin”

Jika pasanganmu menjadi marah, ingatkan bahwa kamu mencintainya, dan tidak berusaha menyalahkan dirinya. kamu hanya ingin memahaminya dan memastikan bahwa kalian berdua dapat berkomunikasi dengan baik satu sama lain.

Jika pasanganmu tidak memiliki niatan untuk mendiskusikan sikapnya, bahkan setelah mencoba beberapa kali, maka ada kemungkinan, pasanganmu bukanlah orang yang tepat untuk menjalani hubungan yang serius. Dan Kamu harus bisa menerima hal itu, sehingga dapat mempertimbangkan, apakah kamu mampu menjalani hubungan seperti ini?, ataukah lebih baik untuk segera diakhiri?

Kesimpulan

Sikap manipulatif dapat berubah menjadi kebiasaan yang buruk, sehingga bisa menciptakan hubungan yang tidak sehat.

Butuh upaya kedua belah pihak untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini dari hubungan kalian.

Jika salah satu pihak tidak ingin mencoba, maka sangat dianjurkan untuk mengakhiri hubungan tersebut.

Karena umumnya, sikap manipulatif seseorang akan memberikan kekecewaan yang mendalam pada pasangannya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close