fbpx
FoodTravel

Oseng Ungker, Kuliner Ekstrim dari Kepompong

Oseng Ungker Blora. Apakah pembaca kumkel tahu mengapa kota Blora dijuluki sebagai Kota Kayu Jati? Daerah yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah ini memang merupakan penghasil kayu jati terbesar di Pulau Jawa. Makanya jangan heran jika Anda pergi berlibur ke Blora, akan menemukan banyak hutan-hutan jati. Banyak yang mengatakan hutan-hutan jati di Blora angker, tetapi dibalik desas-desus tersebut, hutan jati Blora menyimpan satu keunikan.

Kondisi daerah Blora yang terletak di daerah pantai utara Jawa dan berbatasan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur, membuat kondisi daerahnya dipenuhi hutan rimbun dan perbukitan kapur. Pohon jati tersebar hampir di seluruh Blora hingga ke daerah-daerah seperti Bojonegoro, Cepu, Rembang, dan Tuban.

Setiap masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, warga Blora di sekitar hutan memanen ungker, kepompong dari ulat daun jati. Anda mungkin jarang mendengar ungker, meski dinyatakan sebagai hama, ungker merupakan panganan favorit warga Blora karena kelezatannya dan keberadaannya yang langka, yakni hanya tersedia di Kabupaten Blora.

Serangga sebagai panganan sebenarnya bukan hal unik di Asia. Warga Thailand misalnya sudah terbiasa mengonsumsi serangga sehari-hari. Ada Hon Mhai atau ulat sutera dan kecoak goreng yang biasa dijadikan cemilan. Ada juga ulat bambu yang uniknya sering disajikan bersama dengan keripik kentang. Di Filipina, ada camaro atau orong-orong yang sering diolah sebagai makanan, dari dibumbui kecap, lada, atau bahan rempah-rempah lainnya. Di Indonesia sendiri, serangga di berbagai daerah juga sering menjadi panganan. Di Papua, ulat sagu merupakan salah satu cemilan warga, rasanya disebut manis dan sering kali dimakan mentah, tanpa harus diolah.

Mulai bulan November hingga Desember, tepatnya awal-awal musim penghujan, pohon jati mulai tumbuh dan daun-daun pohon yang sebelumnya meranggas mulai bersemi kembali. Ketika daun jati mulai tumbuh, kupu-kupu jati mulai bertelur di pohon-pohon jati dan kepompong itu lah yang diincar oleh warga. Banyak pohon jati yang gundul karena habis dimakan oleh ulat jati. Namun hal tersebut dianggap warga sebagai berkah karena ungker sendiri adalah kudapan yang lezat.

Ketika itu lah warga biasanya akan memulai perburuan ungker. Kuliner khas ini dikenal bersumber protein tinggi, namun rasanya juga cukup lezat dan gurih. Tentu saja hal tersebut membuat ungker menjadi salah satu kudapan favorit warga sekitar. Untuk mendapatkan ungker memang tidak mudah. Pemburu harus memilah daun jati kering yang berjatuhan dan itu membutuhkan kesabaran. Ungker yang berwarna keemasan akan bisa ditemukan di balik daun jati kering yang menutup.

Karena ungker cukup langka , harga jualnya pun relatif tinggi, yakni dikisaran seratus hingga seratus lima puluh ribu rupiah perkilo. Tapi jika Anda tidak mau membeli bahan mentahnya pun, kuliner Blora bisa menyajikan makanan penuh protein ini melalui berbagai cara, mulai dari dioseng hingga ditumis.

oseng-ungker

Masakan-masakan yang berbahan ungker diantaranya; oseng ungker dengan cabai hijau pedas, rempeyek dan bakwan ungker, pepes pedas dengan rajangan serai, botok ungker kelapa muda, ungker goreng dengan garam dan lada. Ungker memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti protein, lemak baik, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Salah satu resep ungker yang mudah diaplikasikan adalah tumis ungker. Anda hanya harus menyiapkan cabai rawit, daun kedondong, daun salam, lengkuas, bawang merah, bawang putih, garam dan gula, minyak untuk menumis, dan yang paling penting adalah bahan utama berupa ungker. Cara membuatnya adalah masukkan semua bumbu ke dalam minyak panas, tumis sampai harum. Lalu masukkan daun salam, lengkuas, dan ungker. Aduk hingga rata. Tambahkan garam dan gula, lalu sedikit air. Diamkan lima menit hingga air berkurang.
Rasa ungker gurih dan renyah, namun jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak, apalagi bagian kulitnya, makanan ini kadang bisa membuat lidah gatal. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi kuliner ekstrim, ungker pertama-tama akan terasa aneh di lidah dan teksturnya mungkin akan membuat Anda jijik, tetapi jika Anda telah terbiasa, ungker adalah kudapan yang tidak bisa dilewatkan lagi. (fa)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button