fbpx
ArtikelBisnis

Negara Indonesia Resmi Menjadi Negara Maju, Inilah Dampaknya!

Kumkel.com – Kabar terhangat, kini Negara Indonesia bukan lagi menjadi negara berkembang. Keputusan ini di keluarkan bukan dari Bank dunia, namun dari Perwakilan Perdagangan AS (USTR atau United Stated Trade Representative).

Banyak asumsi publik yang menyatakan bahwa keputusan dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang oleh USTR dikarenakan kekesalan Presiden Donald Trump.

Pengakuan kekesalan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump di dasari oleh banyaknya negara yang masih mengaku sebagai negara berkembang.

Pasalnya, aturan perdagangan di Amerika Serikat memberikan keuntungan besar bagi negara – negara yang masih dianggap berkembang. Hal ini dapat kita buktikan jika kita melihat syarat dan aturan mengenai subsidi minimal untuk produk ekspor.

Indonesia Telah Resmi Menjadi Negara Maju, Inilah Dampaknya!

Keputusan dihapusnya nama negara dari daftar negara berkembang bukan hanya dialami oleh Indonesia saja. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Singapura, China, dan India juga mendapatkan status yang sama.

Aturan terbaru tentang USTR (United Stated Trade Representative) mempengaruhi keputusan pembaruan ini. Sabtu (22/22/2020) USTR resmi merilis peraturan baru yang berjumlah 3 poin penting.

Tiga poin penting ini yang menjadikan negara Indonesia dan negara lain tidak di kategorikan menjadi negara berkembang. Aturan baru ini juga membuat negara eks berkembang tidak lagi mendapatkan perlakuan khusus. 

Adapun tiga poin dalam peraturan baru USTR (United Stated Trade Representative) yakni, pendapatan nasional perkapita sudah mencapai di atas USD 12.000, ekspor perdagangan dunia mencapai angka melebihi 0,5%, dan dengan pertimbangan keanggotaan di berbagai organisasi ekonomi cakupan internasional.

Perlu anda ketahui bahwa saat ini negara Indonesia memiliki pendapatan nasional baru menyentuh angka 3,027 di tahun 2018. Namun, jika di lihat ekspor di perdagangan internasional dan keanggotaan organisasi internasional, Maka Indonesia sudah masuk dalam kategori negara maju.

Ekspor negara Indonesia sudah menyentu angka 0,91% dari tahun 2017. Data ini dikutip langsung dari The Global Economy. Tak hanya itu, Negara Indonesia juga merupakan negara yang masuk dalam anggota G20.

USTR (United Stated Trade Representative) menjelaskan bahwa dari perwakilan perdagangan Amerika Serikat sudah membuat pertimbangan dalam mengkategorikan negara maju, yakni negara harus sudah menyentuh ekspor hingga 0.5% atau lebih.

USTR (United Stated Trade Representative) juga menambahkan bahwa negara yang masuk dalam keanggotaan G20 juga di indikasikan sebagai negara maju.

Faktor tersebut yang mengubah negara Indonesia dan negara berkembang lainnya dikategorikan negara maju dan negara tersebut tidak akan diberikan perlakuan khusus lagi.

Dengan menyandang status baru menjadi negara maju, maka secara otomatis tidak 100% sebagai pertanda bagus untuk Negara Indonesia.

Hal ini disebabkan para pelaku ekspor barang dari Indonesia tidak lagi mendapat perlakuan khusus, sehingga berdampak pada turunnya pendapatan.

Menurut Kadin Shinta W. Kamdani, yang menjabat sebagai Wakil Ketum Bidang Hubungan Internasional menuturkan bahwa kebijakan peraturan baru ini akan memberikan dampak untuk Negara Indonesia.

Dampak tersebut khususnya yakni mengenai hubungan perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia.

Beliau menambahkan bahwa aturan tersebut memberikan manfaat mengenai GSP (Generalized System of Preferences) AS yakni tentang produk ekspor. Sebab jika kita melihat peraturan internal, Amerika Serikat juga memiliki keterkaitan dengan GSP.

Selain itu, GSP juga hanya diperuntukan bagi negara yang telah dianggap sebagai LDC’s dan juga negara berkembang.

Kadin Shinta juga menjelaskan status baru Indonesia sebagai negara maju yang diberikan oleh Amerika Serikat, secara otomatis Negara ini bukan lagi eligible untuk menerima GSP.  Meskipun sudah dikaji kembali mengenai GSP, tetap saja Indonesia tidak mendapatkan fasilitas GSP.

Menurut Kadin Shinta, dampak lain yang timbul dari status baru ini adalah nantinya negara ini besar kemungkinan akan mendapat tuduhan mengenai subsidi perdagangan saat berlangsungnya aktivitas dagang dengan Amerika Serikat. Hal ini sangat memberikan kerugian besar bagi Negara Indonesia.

Akan tetapi, status negara maju untuk Negara Indonesia diharapkan akan menimbulkan dampak positif, sehingga tidak menimbulkan konflik dengan AS mengenai hubungan perdangan antar kedua negara tersebut.

Bukan hanya itu, Kadin Shinta juga mengutarakan kekhawatirannya mengenai status baru ini. Pasalnya, Indonesia mendapatkan gelar maju hanya berdasarkan satu perundang – undangan saja, sedangkan undang – undang yang mengatur sistem perdagangan lainnya tidak diikut sertakan.

Di kutip dari South China Morning Post, bahwa negara yang mendapatkan status baru menjadi negara maju menurut USTR (United Stated Trade Representative) adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Hong Kong, India, Singapura, Vietnam, Brasil, Albania, China dan Argentina.

Negara lainnya yang mendapatkan status baru dari peraturan tersebut juga seperti Armenia, Afrika Selatan, Kosta, Rika, Ukraina, Bulgaria, Kolombia, Georgia, Rumania, Kazhahtan, Kirgiztan, Maldova, Montenegro dan Makedonia Utara.

Dari laman post tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump cukup iri karena negara sekelas China dan India dikatakan negara berkembang, karena dirinya menganggap negara yang dipimpin juga masih berkembang. Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden AS saat pertemuan di Swiss.

Namun, menurut Presiden Donald Trump menjelaskan bahwa Negara Filipina tetap dalam kategori negara berkembang. Bahkan Laos dan Myanmar dikatakan di bawah standar negara berkembang.

Apapun dampak – dampak negatif yang masih menjadi dugaan, tentu diharapkan tidak akan terjadi. Pasalnya jika ini terjadi maka akan berdampak krisis besar-besaran di Indonesia.. (YM)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close