fbpx
How ToRelationship

Langkah-langkah Untuk Mempertahankan Hubungan

Kemampuan untuk tetap akur dalam waktu yang cukup lama hanya dimiliki oleh segelintir orang.

Terkadang, menjalin hubungan yang serius dapat menjadi suatu tantangan. Terlebih disaat kamu dituntut agar tetap menjaga keharmonisan hubunganmu.

Seringkali, kamu ingin mempertahankan hubungan. Namun tanpa sadar, yang kamu lakukan adalah menyabotase hubunganmu sendiri.

Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah tindakan sabotase tanpa sadar ini dan tetap mempertahankan hubungan yang harmonis.

Komunikasikan Terlebih Dahulu Kriteria Pasanganmu.

Kamu harus tahu apa yang kamu cari dari pasanganmu.

Banyak kisah pasangan yang sudah lama menjalin hubungan, tapi dihadapkan dengan sebuah masalah besar.

Setelah ditelusuri, ternyata akar dari permasalahan tersebut adalah, apa yang mereka cari tidak ditemukan dari pasangannya.

Hal ini terjadi karena tidak adanya komunikasi mengenai kriteria pasangan yang mereka butuhkan saat awal menjalin hubungan.

Akhirnya, mereka tergila-gila satu sama lain hingga mengabaikan salah satu topik penting dalam komunikasi yaitu “standart / kriteria pasangan yang diinginkan”.

Sebagai contoh, kamu adalah seseorang yang sangat menginginkan waktu bersama pasangan setelah lelah bekerja seharian, ketika kamu mengetahui pasanganmu selalu sibuk mengejar waktu lembur di kantor bersama rekan kerjanya.

Kamu yang sudah “terlanjur” menyukainya, akhirnya mengalah untuk mencoba tetap bertahan dan berharap agar dia mau berubah suatu saat nanti.

Jadi, jangan kaget jika konflik menjadi rutinitas dalam hubunganmu dengan si dia. Coba pahami bahwa ketertarikan semata tidak akan membuatmu nyaman dalam hubungan jangka panjang. Ujung-ujungnya berakhir dengan saling menghindar karena perasaan kecewa.

Harus diingat, dalam mengutarakan kriteria pasangan yang kamu inginkan, usahakan agar menggunakan cara yang sopan dan tulus. Jangan terkesan menuntut dan egois, karena seberapa tampan atau cantiknya dirimu, jika tidak tahu bagaimana cara menghormati pasangan, maka dapat dipastikan bahwa upayamu untuk mempertahan hubungan tidak akan tercapai.

Jangan lupa memberikan sudut pandangmu, mengapa kamu membutuhkan pasangan dengan kriteria tersebut ?

Jika ingin mencari pasangan hidup atau mempertahankan hubungan yang serius, sebaiknya kamu menetapkan terlebih dahulu kriteriamu. Karena tanpa kriteria yang jelas, waktu kamu akan terbuang percuma untuk merubahnya menjadi sosok yang kamu inginkan, atau disaat berusaha mencoba menerima dia apa adanya.

Hormati Kebebasannya.

Dalam menjalin hubungan, tentunya ada kebebasan tertentu yang kita harapkan dari pasangan kita. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak.

Sekalipun sudah menjalin hubugan yang serius, pasanganmu menginginkan agar tetap dapat bersenang-senang dengan teman lamanya. Namun, kamu adalah tipe orang yang lebih memilih untuk berduaan.

Selama kebebasannya tidak berdampak buruk dalam hubungan kalian, tidak ada salahnya dihormati.

Harus dipahami bahwa setiap pasangan butuh kebebasan masing-masing dalam menggunakan waktu mereka untuk melakukan kegiatan yang mereka butuhkan.

Terlalu bergantung terhadap pasangan demi kebahagiaanmu sendiri, nantinya malah berisiko menyabotase hubungan tersebut.

Kebahagiaan adalah hasil dari pemikiran, kata-kata, dan tindakanmu.

Pastikan bahwa setiap langkah yang kamu ambil untuk mempertahankan hubungan, bersifat positif dalam pengembangan dirimu sebagai pasangan yang menghormati kebebasannya.

Sehingga jika dia bahagia bersamamu, secara tidak langsung dia akan berusaha juga membahagiakanmu.

Fokus Pada Kelebihannya.

Jangan terlalu mudah untuk berpikir negatif dan membiarkan masalah kecil menjadi konflik yang besar, sehingga menyita waktu sekaligus kebahagiaan dalam suatu hubungan.

Hal ini dapat menjadi awal dari keretakan hubungan jika tidak sesegera mungkin dikoreksi.

Alangkah baiknya jika kamu lebih memikirkan sesuatu yang positif. Hal-hal yang membuatmu tertarik kepadanya, yang merupakan kelebihannya.

Semakin kamu fokus pada kelebihannya, maka semakin banyak hal itu terlihat, dan semakin sedikit kamu memperhatikan hal-hal lain yang membuatmu ragu kepadanya.

Seperti itulah pola pikir kita sebagai manusia. Kita akan lebih memperhatikan apa pun yang menjadi fokus perhatian.

Selain itu, jangan lupa untuk mengakui kelebihannya dengan spontan dan jujur. Ketika kamu secara konsisten mengakui kelebihan pasanganmu, hal ini akan memotivasi dirinya untuk selalu bersikap seperti itu.

Yang perlu diingat adalah, pujian dan apresiasi lebih baik disampaikan dengan spontanitas dan kejujuran, karena jika tidak demikian, maka tidak akan berdampak apa-apa.

Jangan Hanya Menyalahkan.

Ada banyak cara menyalahkan yang bisa menyelinap ke dalam hubunganmu. Namun, hal tersebut bisa dinilai dari caramu menyampaikannya.

Terkadang memberikan saran atau masukan bisa disalahartikan sebagai menyalahkan.

Jika kamu mengatakan “Jangan ngabisin duit untuk nge-gym, lari sore sama aku juga sama kok efeknya.” hal ini dapat disalahartikan sebagai larangan atau kalimat yang menyalahkan, tetapi, jika penyampaianmu dirubah seperti “Daripada ngeluarin duit untuk nge-gym, mending lari sore bareng, kan lumayan bisa berhemat.” Maka jelas artinya sebagai saran atau masukan.

Dalam contoh di atas, “jangan” adalah kata negatif.

Para psikolog mengklaim bahwa pikiran bawah sadar kita tidak memahami kata “jangan”, walaupun secara logis kita tahu apa artinya.

Akibatnya, kalimat yang diterima dari cara penyampaianmu terkesan seperti ini : “katanya nge-gym itu hanya ngabisin duit dan dia gak suka, jadinya aku disalahkan.”

Tidak ada yang suka disalahkan. Dan bersikap defensif sewaktu disalahkan akan membuat seseorang lebih sulit untuk termotivasi dalam mengubah perilakunya.

Ketika kamu menyalahkan pasanganmu, maka semakin kecil kemungkinan untuk dia berubah.

Saling menyalahkan adalah salah satu faktor perusak hubungan yang sering terjadi.

Memang terkadang lebih mudah menyalahkan daripada bertanggung jawab atas kata-kata dan tindakan kita.

Berapa kali kamu merasa disalahkan saat bertengkar dengan pasanganmu?

Apa kamu yakin bisa tetap mempertahankan hubunganmu jika terus disalahkan?

Jika tidak ada yang mau mengalah, maka masing-masing akan tetap bersikeras untuk membuktikan siapa yang paling benar. Bila perlu, sampai menggunakan nada yang tinggi agar merasa didengar, merasa dipahami dan untuk mempertahankan sikap.

Saling menyalahkan tidak hanya menyabotase hubunganmu, tapi juga menyia-nyiakan waktu berhargamu dengan si dia.

Lebih baik untuk mengakui jika memang kesalahan ada pada dirimu. Karena bersikeras untuk dibenarkan bukan cara yang tepat untuk mempertahankan hubungan, malah sebaliknya.

“Lebih baik bahagia daripada menjadi benar.”

Pahami Pentingnya Intimasi.

Ini adalah topik yang sering dihindari untuk dibicarakan, tetapi ini adalah salah satu topik yang cukup penting dalam mempertahankan hubungan.

Menurut hasil survey, sebagian besar pasangan lebih sering bercinta di awal hubungan mereka. Sayangnya, setelah tiga tahun, banyak pasangan yang berhenti bercinta atau menurun intimasinya.

Ini menyedihkan. Namun, hal ini memang lebih sering terjadi.

Satu dari tiga pasangan mengalami masalah intimasi. Hal ini masih dianggap tabu untuk dibicarakan, baik karena pendidikan agama, atau karena dianggap sebagai topik sensitif dalam komunitas / lingkungan mereka.

Dengan kata lain, hubungan atau pernikahan tanpa intimasi jarang bertahan.

Jika kamu mengalami masalah ini, maka sangat disarankan untuk mencari seorang profesional atau teman yang dapat dipercaya untuk memberikan masukan dalam hal ini. Jangan tunggu sampai hubunganmu menjadi hambar dan tak bisa dipertahankan lagi.

Pelu untuk diingat, sekalipun kamu berhak mendapatkan kesenangan dalam hal intimasi, tetapi kamu juga perlu tahu bagaimana menyeimbangkan kesenangan itu dengan belajar bagaimana cara membahagiakan pasanganmu untuk mempertahankan hubungan.

Kesimpulan

Banyak orang percaya bahwa menggunakan logika lebih baik daripada perasaan. Tetapi, kedua faktor tersebut haruslah seimbang jika ingin memiliki kebahagiaan dan mempertahankan hubungan jangka panjang.

Singkatnya, langkah-langkah yang telah disebutkan di atas jika diterapkan dalam hubunganmu secara bertahap, maka akan terasa manfaatnya dalam waktu singkat.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close