fbpx
Lifestyle

5 Manfaat Bersepeda Untuk Diet Yang Jarang Orang Ketahui

Di era pandemi saat ini,  banyak masyarakat Indonesia yang menghabiskan waktu mereka untuk melakukan berbagai kegiatan salah satunya yaitu dengan berolahraga.  Nah, olahraga yang kini digemari kalangan muda dan juga tua yaitu bersepeda. Selain menyehatkan, ternyata bersepeda ini bisa dijadikan sarana diet seseorang.  Ingin tahu seperti apa manfaat bersepeda untuk diet tersebut, simak ulasannya berikut ini! 

Alasan Bersepeda Bermanfaat Untuk Diet

Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang ketika hendak diet,  mulai dari mengurangi asupan makanan, melakukan olahraga ekstra,  hingga meminum ramuan atau obat. Namun dibalik banyaknya upaya yang ada, bersepeda mampu menjadi salah satu sarana seseorang untuk duet. 

Ada beberapa alasan mengapa bersepeda dipilih untuk olahraga selama diet. Berikut ini manfaat bersepeda untuk diet:

1. Banyak Membakar Kalori

Manfaat bersepeda untuk diet ini dikarenakan akan banyak kalori yang mampu terbakar ketika berolahraga. Tentunya ketika banyak lemak yang terbakar akan menjadi salah satu cara penurunan berat badan. Semakin banyak kalori yang terbakar,  akan berpeluang besar penurunan berat badan dilakukan secara cepat.  

2. Melatih Otot Otot

Ada titik otot bagian tertentu yang bisa dilatih agar menciptakan hasil tubuh yang seksi dan sehat.  Hal ini menjadi salah satu goal ketika seseorang melaksanakan diet. Seperti halnya otot bagian kaki dan juga perut akan terlatih dan membentuk bentuk ideal. Latihan kardiovaskular bisa menjadi salah satu hal yang didapatkan ketika berolahraga bersepeda ini.  

3. Metabolisme Yang Cepat Meningkat

Ketika otot-otot tubuh diperkuat saat bersepeda,  itu berarti asupan oksigen yang ada dalam tubuh akan meningkat.  Tentunya hal itu berimbas pada metabolisme yang meningkat seiring dengan aliran oksigen.  Dengan adanya percepatan peningkatan metabolisme ini, berat badan akan berangsur turun. 

4. Percepatan Pembentukan Otot

Pada dasarnya manfaat bersepeda untuk diet ini dikarenakan kemampuan membakar lemak dan juga pembentukan otot.  Pembentukan otot dengan cara bersepeda berfokus pada sekitar glutes, paha belakang dan depan, serta betis. Dengan adanya hal ini otot akan lebih ramping persentase pembakaran lemak akan lebih besar. 

5. Bersepeda Berarti Mengonsumsi Kalori Secara Tepat

Ketika kita bersepeda,  jumlah kalori yang ada pada tubuh harus disesuaikan secara tepat.  Sebagai contoh seorang pria seharusnya mengkonsumsi kalori sekitar 2500 kalori setiap harinya.  Ketika mereka bersepeda tentu jumlah kalorinya harus ditambah. Hal ini dikarenakan kemungkinan penyusutan otot bisa terjadi. Konsumsi jumlah kalori yang tepat akan berimbas pada keberhasilan melakukan diet.  

Langkah Bersepeda Yang Benar Untuk Diet

Meskipun menyehatkan,  faktanya bersepeda untuk target diet tidak boleh dilakukan sembarangan.  Hal ini agar tujuan dari penurunan lemak bisa tercapai atau sesuai sasaran. Ketika hendak melakukan olahraga bersepeda berikut langkahnya:

1. Dilakukan Secara Rutin

Ketika hendak melangsungkan diet,  tentu agar hasil maksimal harus dilakukan secara rutin. Sebagai contoh seseorang akan lebih efektif bersepeda 1 jam selama 3 kali dalam seminggu dibandingkan seminggu 1 kali namun dengan durasi 3 jam.  Adanya hal ini dapat disimpulkan bahwa bersepeda akan efektif ketika rutin dilakukan.  

Jadwalkam secara pasti kapan harus melakukan olahraga bersepeda.  Terlebih ketika hendak mengusung goal yang banyak, durasi bersepeda harus lebih lama dengan jadwal yang lebih rutin. Agar bersepeda tidak membosankan,  kita bisa mengajak keluarga maupun kerabat untuk menemani bersepeda. Mengunjungi Atau bersepeda saat ada kegiatan car free day bisa menjadi salah satu cara hiburan yang menyehatkan.  

2. Bersepeda Secara Variatif

Meskipun bersepeda hanya dilakukan dengan mengayuh pedal saja,  namun ada banyak variasi yang bisa dilakukan. Variasi disini dalam artian dilakukan dengan meningkatkan jarak tempuh dari sebelumnya.  Sebagai contoh ketika hari pertama mampu menempuh 1 km, hari atau jadwal berikutnya bisa ditarget 1.5 Km atau bahkan 2 km.  

Namun perlu diketahui bahwa jumlah kilometer atau jarak dari bersepeda harus disesuaikan dengan kemampuan.  Jangan terlalu memaksakan untuk gol yang terlalu jauh. Hal ini menyebabkan adanya cedera atau jantung yang tidak kuat dengan perjalanan.  Pastikan bertahap untuk mencapai jarak jauh.  

3. Menempuh Jarak Maksimal

Meskipun tidak terlalu dipaksakan,  namun ketika hendak melakukan penurunan berat badan memang harus mencapai jarak yang maksimal.  Semakin jauh bersepeda, kalori yang terbakar akan semakin banyak. Pastikan ketika telah mulai lelah harus segera berhenti.  Hal ini menandakan tubuh telah mencapai titik maksimal.  

Jarak jauh juga berbeda dengan jalan yang menanjak.  Ketika melintasi jalan yang menanjak, jangan paksakan untuk bisa menempuh jarak jauh. Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih mengeluarkan tenaga ekstra ketika melintasi jalan menanjak.  

4. Memperbanyak Minum Air Putih

Asupan dengan kalori yang tinggi sangat tidak dianjurkan. Meskipun membutuhkan kalori,  namun dengan jumlah yang harus wajar. Ketika fisik terasa lelah atau lemas, istirahatlah sejenak dan segera minum air putih.   Hal ini akan menjadikan tubuh tidak dehidrasi dan tetap segar.  

Secara tidak sadar,  tubuh akan banyak minum air mineral saat bersepeda sambil beristirahat.  Dengan begitu, proses diet akan lebih mudah.  Air putih juga sangat baik untuk kesehatan dan menjaga kestabilan berat badan. 

5. Mengurangi Asupan ketika Hendak Bersepeda

Bersepeda menjadi salah satu bentuk olahraga ringan namun tidak boleh disepelekan.  Banyaknya konsumsi makanan akan berakibat pada terhambatnya proses penurunan badan. Ketika bersepeda kurang dari 60 menit,  tidak perlu adanya nutrisi atau asupan tambahan saat berolahraga.  

Namun ketika hendak melakukan sepeda saat pagi hari,  pastikan sebelumnya telah sarapan terlebih dahulu. Dengan menu yang sehat dan pastikan lemak serta gula tidak berlebihan.  

6. Mengoptimalkan Waktu Bersepeda 

Agar manfaat bersepeda untuk diet benar-benar terbukti,  tentu perlu untuk memaksimalkan waktu berolahraga nya. Waktu yang dijadikan bersepeda lebih penting dibandingkan dengan jarak yang harus ditempuh.  Dengan menyisihkan waktu yang rutin dan terjadwal akan memberikan hasil yang lebih maksimal.  

Untuk bisa memudahkan mencatat,  bisa dengan menggunakan aplikasi baik segi pengajaran waktu maupun jarak tempuh.  Ketika mampu melakukan pencatatan, kita akan semakin mudah memantau dalam meningkatkan kebugaran. Dalam sebuah aplikasi juga lebih mudah dalam mengetahui berapa jumlah kalori yang telah dibakar.  

7. Selalu Konsisten

Melakukan diet dengan cara bersepeda memang akan memudahkan dalam menurunkan berat badan.  Namun hal yang paling penting yaitu pastikan untuk konsisten dan fokus pada proses yang dilakukan.  Penurunan berat badan tidak bisa secara instan dan mudah tanpa adanya konsisten diri dalam melakukan olahraga.  

Buatlah sebuah target yang mudah namun masuk akal untuk dicapai.  Hal ini untuk memotivasi diri untuk terus konsisten dalam melakukan olahraga.  Konsisten akan menjadikan tubuh paham dengan ritme olahraga yang dilakukan. Hal ini akan berimbas pada kebugaran dan gol saat melakukan diet tersebut.  

Melakukan olahraga bersepeda menjadi langkah yang tepat bagi yang hendak melakukan diet.  Manfaat bersepeda untuk diet ini bisa dibuktikan mulai dari kalori yang terbakar hingga asupan yang memang harus tercukupi dan tidak berlebihan agar olahraga berjalan dengan baik.  Seiring dengan melakukan olahraga yang menjadikan sehat, berat badan juga bisa distabilkan sesuai dengan harapan. (BA)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button