HealthLifestyle

Metode Latihan HIIT Paling Efektif Untuk Berolahraga

Kita semua mengetahui pentingnya berolahraga.

Olahraga cardio seperti lari (jogging), bersepeda (cycling), mendayung (rowing) memang merupakan pilihan yang tepat untuk menjaga kebugaran dan pembentukan tubuh ideal.

Namun, di sela-sela rutinitas yang sangat sibuk, terkadang meluangkan waktu untuk berolahraga terasa seperti hal yang mustahil.

Bahkan, untuk sekedar berlari mengelilingi taman, mungkin membutuhkan waktu sedikitnya 45 menit, supaya memiliki dampak bagi tubuh kita.

Hal ini menyebabkan kebanyakan orang merasa pasrah dengan keadaan atau bentuk tubuhnya saat ini. Karena kurangnya waktu, niat, maupun tenaga untuk berolahraga.

Saat ini sedang populer metode latihan HIIT (High Intensity Interval Training), HIIT merupakan metode latihan interval berintensitas tinggi yang berlangsung hanya selama 5-20 menit, dengan selingan waktu istirahat untuk pemulihan.

Tidak hanya berguna bagi mereka yang kekurangan waktu, HIIT adalah salah satu bentuk olahraga kardiovaskular terbaik yang mampu memberikan dampak fantastis dalam waktu singkat.

Selain itu, ada banyak manfaat lainnya yang menunjukkan bahwa metode latihan HIIT adalah cara terbaik untuk berolahraga.

8 Manfaat luar biasa ini adalah alasan, mengapa metode latihan HIIT dianggap paling efektif untuk berolahraga.

1. Tetap membakar lemak, bahkan setelah latihan.

Salah satu alasan paling populer orang memilih HIIT adalah, pembakaran lemak yang terjadi saat latihan, tetap berlangsung bahkan sampai setelah selesai latihan.

Hal ini dikarenakan kelebihan konsumsi oksigen pasca latihan (Excess Post-exercise Oxygen Consumption – EPOC) atau yang sering dikenal sebagai efek afterburn.

Setelah latihan HIIT, konsumsi oksigen Anda akan bertambah pesat. Hal ini menyebabkan pembakaran lemak menjadi sembilan kali lebih cepat dari biasanya.

Selain itu, metabolisme tubuh juga semakin meningkat, sehingga pembakaran lemak dapat mencapai 50% lebih banyak daripada latihan kardio lainnya.

2. Membentuk dan mempertahankan tubuh ideal.

Selain merangsang pembakaran lemak dan kalori, latihan HIIT juga menghasilkan hormon anabolik yang sangat efektif dalam pembentukan otot tanpa lemak.

Latihan HIIT sebenarnya lebih efektif dalam pembakaran lemak serta membentuk dan mempertahankan massa otot. Hal ini dikarenakan singkatnya durasi latihan, sedangkan latihan kardio biasa dengan durasi yang berkepanjangan, dapat membakar lemak sekaligus massa otot.

3. Meningkatkan sirkulasi darah dan memerangi gejala diabetes.

Penelitian telah menunjukkan bahwa bentuk pelatihan intensif berbasis interval seperti HIIT, dapat memperlancar aliran darah dan memperlebar pembuluh darah.

Efeknya sangat menonjol pada mereka yang menderita diabetes tipe 2. Setelah diperhatikan, terjadi peningkatan aliran darah dalam satu atau dua sesi latihan.

Hasil pemeriksaan kesehatan para pecinta olahraga telah membuktikan, bahwa mereka yang berolahraga menggunakan metode latihan HIIT memiliki kadar glukosa yang dapat dikelola dengan lebih baik.

4. Ekonomis.

Ketika masuk ke gym untuk pertama kalinya, mungkin hal pertama yang Anda perhatikan adalah mesin-mesin dan perangkat aneh yang harus digunakan.

Beberapa di antaranya akan terlihat rumit, sehingga perlu dilatih terlebih dahulu bagaimana cara menggunakannya.

Harga alat-alat ini tergolong mahal, hanya orang-orang tertentu yang sanggup untuk membelinya agar dapat melakukan latihan yang sama di rumah.

Meskipun ada rutinitas HIIT yang menggunakan alat seperti treadmill, namun sebagian besar latihan HIIT hanya mengandalkan tubuh dan ruang gerak saja.

Contoh rutinitas dalam latihan HIIT yang paling populer adalah jumping jacks dan sprint sederhana.

Jadi, latihan ini dapat dikatakan sangat ekonomis. Yang Anda butuhkan hanyalah semangat dan ruang gerak untuk memulainya.

5. Memperkuat aktivitas kardiovaskular dan tingkatkan daya tahan.

Latihan HIIT akan mendorong tubuh anda, sehingga memperkuat dan meningkatkan aktivitas jantung serta asupan oksigen.

Secara khusus, tejadi peningkatkan VO2 Max pada tubuh, yaitu jumlah oksigen yang dapat digunakan seseorang per kg berat badan.

Dengan demikian, stamina dan kemampuan Anda untuk berolahraga juga akan meningkat secara keseluruhan.

Seiring waktu, hal ini akan dirasakan melalui singkatnya waktu pemulihan yang dibutuhkan.

6. Membantu mencegah penuaan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic telah menyarankan bahwa latihan HIIT dapat membalikkan tanda-tanda penuaan sel.

Ini terjadi melalui peningkatan produksi sel tubuh dan sintesis protein yang dapat membantu melawan tanda-tanda penuaan.

Selain itu, latihan HIIT telah terbukti dapat memerangi degradasi otot karena faktor usia.

7. Meringankan penderita parkinson.

Para peneliti di Universitas Alabama telah merilis sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa, HIIT dapat meningkatkan fungsi motorik, kualitas hidup, dan suasana hati penderita parkinson.

Ini bisa menjadi temuan revolusioner jika diteliti lebih lanjut, karena parkinson merupakan suatu kondisi yang secara spesifik menyerang fungsi motorik tubuh manusia.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada kontrol otot pasien, keseimbangan, dan rasa kesejahteraan, jika dibandingkan dengan penderita parkinson ber-usia sama lainnya yang tidak melakukan latihan berintensitas tinggi.

8. Meningkatkan semangat dan juga stamina.

Banyak orang mungkin menganggap latihan HIIT adalah latihan yang berat. Namun menurut Saya, manfaat dari latihan ini sangat sepadan dengan perjuangannya.

Setelah terbiasa dengan latihan ini, dapat dipastikan Anda lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tentunya lelah yang dirasakan akan berganti dengan stamina yang luar biasa setelah mendapatkan waktu istirahat untuk pemulihan.

Kesimpulan

Bagi Anda yang ingin mencoba metode latihan HIIT, Anda akan segera merasakan peningkatan nyata dalam kesehatan tubuh Anda.

Namun, Jika Anda memiliki penyakit yang berhubungan dengan pernafasan, jantung, atau fungsi motorik, diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Ini sangat penting jika Anda belum pernah melakukan latihan berintensitas tinggi sebelumnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close