Artikel

Mengenal Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Dinamika pendidikan di Indonesia salah satunya ditandai dengan terjadinya perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia yang sudah dilakukan hingga 11 kali sejak Kementrian Pendidikan untuk pertama kalinya dibentuk sampai dengan sekarang.

Kurikulum sendiri memiliki arti program pendidikan yang disampaikan oleh sebuah lembaga penyelenggara pendidikan dalam bentuk rancangan pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Penyusunan kurikulum disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi di setiap jenjang pendidikan serta kebutuhan lapangan kerja. Kurikulum dibuat dengan tujuan untuk mengarahkan pendidikan agar mencapai tujuan yang dimaksud melalui aktifitas pembelajaran secara menyeluruh.

Karena itulah perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia yang sudah berulangkali merupakan hal yang wajar, sebab disetiap periode arah dan tujuan pendidikan mengalami perubahan. Namun demikian, banyak pihak yang berpendapat bahwa Indonesia terlalu sering melakukan perubahan kurikulum sehingga arah dan tujuan dari pendidikan justru menjadi  tidak jelas.

Bagi sahabat Kumkel yang tertarik untuk mengetahui 11 kurikulum pendidikan di Indonesia yang digunakan selama kurun waktu 72 tahun terakhir, berikut penjelasan singkatnya.

Kurikulum 1947 (Rentjana Pelajaran 1947)

Kurikulum yang digunakan untuk pertama kalinya di Indonesia ini menggunakan istilah Bahasa Belanda “Leerplan” yang artinya rencana pelajaran. Meski ditetapkan pada tahun 1947 sehingga disebut Rentjana Pelajaran 1947 namun baru dilaksanakan pada tahun 1950.

Karena pada saat itu masih berlangsung Agresi Militer II maka titik tekan dari Rentjana Pelajaran 1947 adalah membentuk karakter bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Rencana pelajaran yang disampaikan bukan dari sisi pendidikan pikiran, tapi lebih menekankan pendidikan watak dan kepribadian serta kesadaran berbangsa dan bernegara dengan materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari lewat kesenian dan pendidikan jasmani.

Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952)

Dinamakan Rentjana Pelajaran Terurai karena kurikulum kurikulum pendidikan di Indonesia yang satu ini dibuat untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya, agar lebih mengarah pada sistem pendidikan nasional. Dibanding kurikulum sebelumnya, sisi yang paling menonjol dari kurikulum ini adalah adanya deskripsi yang jelas seorang guru mengajar mata pelajaran apa.

Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964)

Melalui kurikulum ini pemerintah memiliki tujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan akademik pada jenjang pendidikan dasar. Karena itu materi pelajaran dipusatkan pada kecerdasan, pengembangan moral, artistik atau emosional, ketrampilan dan jasmani yang disebut program Pancawardhana.

Kurikulum 1968 

Kurikulum pertama pada masa Orde Baru (Orba) ini memiliki muatan politik untuk menggantikan produk Orla melalui Rentjana Pendidikan 1964. Tujuan dari Kurikulum 1968 adalah membentuk manusia Pancasila Sejati serta mempertinggi kecerdasan, ketrampilan, moral, budi pekerti serta keyakinan dalam beragama. Materi pelajaran yang disampaikan pada kurikulum ini lebih bersifat teoritis tanpa mengaitkan dengan persoalan yang ada di lapangan.

Kurikulum 1975

Kurikulum pendidikan di Indonesia yang satu ini memiliki titik tekan pada pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Kurikulum ini mendapat pengaruh dari konsep MBO (management by objective) sehingga metode, materi serta tujuan pendidikan dipaparkan dalam PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) yang dikenal sebagai Satuan Pelajaran.

Kurikulum 1984

Dikenal juga dengan nama ‘Kurikulum 1975 Disempurnakan’ karena isinya merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, yang isinya tidak hanya memprioritaskan pendekatan proses tapi juga mengutamakan faktor  tujuan melalui pendekatan proses keahlian.

Dalam kurikulum ini siswa berposisi sebagai subjek belajar lewat aktifitas mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan sampai dengan melaporkan. Model pembelajaran tersebut selanjutnya populer dengan sebutan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).

Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Kurikulum ini memadukan kurikulum-kurikulum yang telah digunakan sebelumnya, utamanya Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984. Namun kurikulum ini banyak menuai kritik disebabkan ketidakterpaduan antara tujuan dan proses serta beratnya beban belajar siswa yang harus mempelajari muatan nasional dan muatan lokal.

Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) merupakan kurikulum pendidikan di Indonesia yang berisi 3 unsur pokok, yaitu: pemilihan kompetensi yang sesuai, indikator evaluasi yang spesifik guna menentukan keberhasilan capaian kompetensi serta pengembangan pembelajaran.

Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Secara garis besar KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) hampir sama dengan KBK. Perbedaannya hanya pada kewenangan penyusunannya yang mengacu pada desentralisasi pendidikan.

Jadi penetapan standar kompetensi dan kompetensi dasar berada di tangan pemerintah pusat. Sementara guru dituntut untuk mengembangkan sendiri model pembelajaran dengan menggunakan pedoman silabus yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dan daerahnya.

Kurikulum 2013

Aspek penting yang diusung Kuriukulum 2013 adalah aspek pengetahuan, ketrampilan serta aspek sikap dan perilaku. Materi pelajaran dalam kurikulum ini berupa materi KTSP yang dirampingkan untuk pelajaran PPKn, IPS, Bahasa Indonesia dan beberapa pelajaran yang lain serta materi yang ditambahkan yakni materi Matematika.

Kurikulum 2015

Kurikulum 2015 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013, dan upaya penyempurnaan tersebut masih terus dilakukan hingga tahun 2019 ini sehingga bentuk yang konkrit dari kurikulum ini masih sulit dibedakan dengan kurikulum 2013.

Demikian 11 kurikulum pendidikan di Indonesia yang berlaku dalam 72 tahun terakhir sebagai gambaran dari dinamisnya dunia pendidikan yang berusaha untuk dapat menjawab tuntutan perkembangan zaman melalui pendidikan. (ak)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close