fbpx
Travel

Kuil Imperial Yasukuni, Pengingat Buruknya Peperangan

Jika bepergian ke Tokyo, pastikan Anda mengunjungi Kuil Imperial Yasukuni di Chiyoda. Tempat spiritual yang indah tersebut merupakan tempat pengingat warga Jepang yang meninggal dalam jasanya untuk mengabdi kepada Jepang. Sebanyak 2,4 juta orang, laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan beragam hewan diabadikan di kuil ini. Mereka yang diabadikan merupakan orang-orang yang meninggal akibat konflik Jepang yang terbentang ratusan tahun – mulai dari Perang Boshin (1868-1869), hingga Perang Dunia Kedua, termasuk Perang Indocina (1946-1954).

Korbannya kebanyakan anggota militer, meski ada juga warga sipil yang meninggal karena ikut terlibat di dalam berbagai aktivitas terkait perang, seperti kegiatan palang merah, relawan serangan udara, buruh pabrik, dan mereka yang meninggal di kamp Soviet, juga banyak yang lainnya. Kuil Yasukuni juga memberi penghormatan kepada ribuan warga Taiwan dan Korea yang meninggal dalam perang. Di dalam agama Shinto, setiap orang yang meninggal karena berperang untuk kaisar disebut eirei atau “jiwa pahlawan”. Jiwa yang telah diabadikan di dalam kuil dipercaya akan naik menuju kami atau tuhan. Tidak heran, Kuil Yasukuni merupakan tempat suci untuk mengingat, merefleksikan diri, dan berdoa.

Namun Kuil Yasukuni juga menjadi tempat sensitif dan kontroversial. Sebanyak 2,4 juta jiwa yang diabadikan dan diberi penghormatan, 1.000 lebih diantaranya adalah penjahat perang yang pernah diadili, dituntut, dan dieksekusi oleh pengadilan perang Sekutu, atau ada juga yang meninggal di dalam penjara, setelah Perang Dunia Kedua berakhir.

Orang-orang ini telah melakukan berbagai macam kejahatan terburuk dalam sejarah umat manusia, termasuk membunuh, melukai, menyiksa tawanan perang, memaksa mereka untuk bekerja dengan tidak manusiawi, menghancurkan properti privat dan publik, lebih dari batasan-batasan yang ditetapkan militer. Penjahat perang ini juga melakukan pemerkosaan, penjarahan, dan segala tindakan barbar kepada manusia lainnya.

Kejahatan perang yang dilakukan Jepang, hingga saat ini masih ditagih pertanggungjawabannya oleh Korea dan RRT sebagai dua dari sekian banyak korban negara yang pernah dijajah. Meski Jepang melalui pemerintahannya telah melayangkan permintaan maaf, tetapi belum ada upaya serius dari negara ini untuk menyelesaikan dan merekonsiliasi masa lalu yang menjadi pangkal masalah dari ketegangan dengan negara-negara Asia lainnya yang telah menjadi korban agresi dan keganasan Jepang.

Tidak seperti Jerman yang telah sepenuhnya menyesali dan meminta maaf tentang holocaust, pemerintah Jepang secara aktif masih mencoba untuk menutup-nutupi warganya terkait informasi mengenai kejahatan perang yang pernah dilakukan Jepang di masa lalu. Banyak dari peristiwa-peristiwa kejahatan perang tersebut yang tidak muncul di buku-buku pelajaran Jepang, misalnya saja pembantaian Nanjing dan penggunaan budak seks untuk menghibur tentara-tentara Jepang.

Sebagai tempat bersejarah, kompleks Kuil Yasukuni dimulai dari pintu masuk berupa gerbang kuil (torii) besi Daichii. Gerbang tersebut merupakan salah satu gerbang tertinggi di Jepang dengan 22 meter dan dikelilingi oleh pohon ginkgo dan sakura. Dari gerbang Daiichi, Anda akan menemukan monumen perunggu bergaya barat pertama dari Omura Masujiro, Menteri Peperangan pertama setelah Restorasi Meiji yang dibangun pada 1986.

Di sebelah bangunan kuil berdiri Yushukan, museum besar yang digunakan untuk memperingati perang melalui perspektif konservatif Jepang dengan informasi detil menggunakan bahasa Inggris. Di sekitar halaman kuil juga berdiri ratusan pohon sakura yang digunakan badan meteorologi untuk menentukan mulainya musim bunga sakura di kota.

Di kompleks kuil juga terdapat ruangan Haiden Main Hall. Di tempat ini Anda bisa memberikan penghormatan atau doa kepada orang-orang yang meninggal. Di dalam ruangan tersebut tidak diperbolehkan penggunaan kamera. Di balik ruangan tersebut ada Honden Main Hall namun biasanya tidak bisa diakses.

Untuk mencapai Kuil Yasukuni, Anda bisa berjalan dari Stasiun Kudanshita di jalur Subway Hanzomon, Tozai, dan Shinjuku. Jika Anda berada di Stasiun Tokyo, langsung saja menuju Otemachi, lalu melalui jalur Subway Hanzomon ke Stasiun Kudanshita. Jaraknya relatif dekat, hanya empat menit saja. Lalu jika Anda dari Stasiun Shinjuku, Anda bisa menggunakan jalur Subway Shinjuku langsung ke Stasiun Kudanshita. Perjalanan tersebut menempuh waktu delapan menit dengan biaya tiket 220 yen. (fa)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close