fbpx
Psychology

Ketahui 5 Hal Penting Tentang Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Pendidikan kesejahteraan keluarga adalah salah satu jenis pendidikan yang dijadikan jurusan atau program studi kuliah yang ada di Indonesia. Memang belum banyak universitas atau perguruan tinggi yang menawarkan jurusan kuliah ini, namun tetap saja dalam ilmu pendidikan kesejahteraan untuk keluarga ini akan diajarkan banyak hal yang penting dalam kehidupan. Misalnya pendidikan karakter.

Pernahkah Anda mendengar salah satu organisasi atau komunitas kampung atau perumahan yang disebut dengan PKK? PKK itu sendiri memiliki arti yang sama dengan apa yang akan dibahas kali ini, yaitu pendidikan kesejahteraan keluarga. Di sana ibu-ibu akan mendapat bimbingan untuk menjadi ibu dan istri yang bisa menyelesaikan berbagai tantangan dalam rumah tangga dan dalam bersosial.

Jika dijabarkan secara lengkap, akan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengikuti organisasi PKK ini. Di dalam organisasi ini sendiri pun juga ada kegiatan-kegiatan yang tujuannya melatih para ibu-ibu. Bukan hanya itu saja, mereka yang berkuliah di jurusan ini pun juga akan mendapat wawasan yang sangat berguna untuk hidup bersosial.

Asal-Usul Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Timeline paling awal mengapa pendidikan kesejahteraan keluarga bisa ada dimulai sejak akhir abad ke-19 lalu. Pernyataan ini telah disebut-sebut di beberapa sumber kredibel, bahwasannya di Indonesia abad ke-19 menjadi momentum penting untuk kemajuan wanita. Sebab pada saat itu mulai bermunculan sekolah-sekolah untuk gadis dan para ibu-ibu.

Hal ini menjadi sebuah kemajuan yang patut masuk dalam sejarah. Sebab sebelumnya memang tak ada sekolah di Indonesia yang diperuntukkan untuk kaum perempuan. Memang ada sekolah pada saat itu dan saat sebelumnya, hanya saja biasanya selalu diperuntukkan kaum laki-laki saja.

Asal-Usul Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Asal-Usul Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Bermunculannya sekolah-sekolah di akhir abad tersebut membuat banyak perempuan yang tadinya bisa membaca menjadi bisa, menjadi bisa menulis, dan wawasan-wawasan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Wawasan ini diberikan pada pada gadis maupun pada ibu-ibu.

Siapakah yang membuat sekolah-sekolah ini bermunculan di Indonesia? Tentu saja para pahlawan wanita pada saat itu, seperti misalnya R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Cut Nyak Dhien, Rasuna Said, Dewi Sartika, dan masih banyak lagi.

Sekolah-sekolah yang didirikan saat itu memang sangat sederhana, itupun hasil dari inisiatif para pahlawan wanita yang berkeinginan untuk menjadikan kaum perempuan menjadi kaum yang lebih mulia.

Menurut buku yang ditulis oleh Maria Ulfah dan Ihromi pada tahun 1990, kurikulum yang diberlakukan pada saat itu antara lain;

  • Pengetahuan dasar (membaca, menulis, menghitung)
  • Pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perannya (peran sebagai ibu atau peran sebagai gadis)
  • Tata krama

Dari tiga kurikulum utama inilah kemudian secara tidak langsung lahir pendidikan yang sekarang ini disebut sebagai pendidikan kesejahteraan keluarga. Apa yang diajarkan dalam pendidikan ini cukup serupa dengan kurikulum-kurikulum untuk sekolah wanita pada saat itu, yaitu untuk mengajarkan wanita dengan peran sebagai ibu apa yang harus dilakukan dan menambahkan keterampilan, mengajarkan tata krama, dan banyak hal yang bisa membuat wanita menjadi lebih mulia.

Potensi Keberhasilan Ajaran Kesejahteraan Negara

Suatu jurusan kuliah ada tentu saja memiliki tujuan dan manfaat. Jurusan pendidikan kesejahteraan negara boleh jadi belum banyak dimiliki universitas atau perguruan tinggi yang ada di Indonesia, namun apa yang diberikan pada perkuliahan ini berlatar belakang dari momentum kemajuan wanita di Indonesia pada akhir abad ke-19.

Potensi Keberhasilan Ajaran Kesejahteraan Negara
Potensi Keberhasilan Ajaran Kesejahteraan Negara

Menurut Satening S. Marie di tahun 1980, pendidikan kesejahteraan negara adalah ilmu yang bisa memperkuat suatu keluarga menuju kemajuan. Mereka yang telah lulus dari jurusan kuliah pendidikan kesejahteraan negara akan lebih bisa menggabungkan pendekatan intelektual dan personal dalam menghadapi perubahan teknologi, hal ini tujuannya supaya mereka bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kemudian, olehnya disimpulkan bahwa potensi pendidikan kesejahteraan keluarga dalam membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas adalah sebagai berikut.

1. Ilmu yang Diperoleh Dalam PKK Bisa Digunakan Untuk Pemanfaatan Lebih Luas

Ilmu yang diperoleh lulusan jurusan PKK seharusnya bisa menjadi memerikanmanfaat ke arah sektor-sektor formal. Dengannya, baik anak perempuan, wanita, lansia, remaja, mendapat pembinaan UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Yang mana dengan usaha ini, mereka akan menjadi sumber daya manusia yang semakin berkualitas dan menjadikan mereka sebagai individu yang lebih mandiri.

Karena hal ini, bisa disimpulkan bahwa ilmu PKK berpotensi memberikan sumbangan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk bangsa.

2. Secara Formal, Lulusan PKK Akan Menjadi Pendidik

Sebagian besar lulusan jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga menjadi pendidik atau guru, bidang yang diajarkan mereka antara lain tata rias, tata busana, dan tata boga.

Secara Formal, Lulusan PKK Akan Menjadi Pendidik
Secara Formal, Lulusan PKK Akan Menjadi Pendidik

Tujuannya adalah supaya mereka bisa menyampaikan ilmu-ilmu yang bisa mengantarkan peserta didiknya untuk mencapai kebebasan dalam dunia industri dan usaha. Peran serta dari peserta didik nantinya adalah untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan bermanfaat untuk bangsa.

3. Penelitian PKK Memberikan Kontribusi

Baik secara teoritis maupun secara praktik, penelitian-penelitian yang dilakukan dalam ilmu PKK memberikan kontribusi nyata. Seperti misalnya kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

4. PKK Sebagai Pendidikan Vokasional

Karena ilmu PKK menjadi pendidikan vokasional, maka ilmu ini berpotensi memberikan sandaran ekonomi bagi siapa saja yang mempelajarinya.

5. PKK Dapat Memberi Landasan Pada Keluarga

Dengan ilmu pendidikan kesejahteraan keluarga, diharapkan seorang individu bisa menjadi calon pembina keluarga atau pembina keluarga yang lebih cerdas. Mereka berpotensi lebih mampu menjadi sosok orang tua yang mendukung anak-anaknya, orang tua yang bisa mandiri secara finansial, dan orang tua dengan kualitas sumber daya manusia yang baik.

Pendidikan kesejahteraan keluarga memang menjadi ilmu atau wawasan yang memberikan manfaat besar terhadap seorang individu, sebuah masyarakat, sehingga bangsa dan negara. Sangat jelas alasannya mengapa ilmu ini bisa memberikan tujuan sedemikian rupa. Dalam kenyataannya, mereka yang mengambil jurusan ilmu perkuliahan ini akan diberikan pilihan konsentrasi untuk tujuan pembelajaran yang lebih spesifik. Berikut adalah konsentrasi-konsentrasinya dengan targetnya.

Konsentrasi Ilmu PKKTarget
Akomodasi perhotelanBisa menjadi guru di bidang perhotelan, namun juga bisa bekerja di bidang perhotelan secara umum
PrakaryaBisa menjadi guru prakarya atau membuka usaha kreatif berdasarkan prakarya
Ilmu keluargaIlmu yang benar-benar mempelajari ilmu keluarga, targetnya individu bisa cakap dalam membina keluarga
Pekerjaan sosialBisa turun ke masyarakat untuk memberikan wawasan pendidikan kesejahteraan keluarga dan menangani masalah-masalah yang ada

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari ilmu yang bisa bermanfaat untuk banyak orang ini? Pendidikan yang seperti ini jelas tidak bisa diremehkan, manfaat yang diberikan besar, dan tidak kecil pula impactnya di masyarakat. Apalagi ilmu ini ada di Indonesia dengan latar belakang yang jelas, yaitu bersumber dari momentum emas wanita yang ada di akhir abad ke-19 lalu.  (SR)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button