fbpx
How ToPsychologyRelationship

Menangani Kecemburuan dan Insekuriti Dalam Hubungan

Kecemburuan dan insekuriti? Kita semua pasti pernah mengalaminya.

Tak ada seorangpun yang menyukai ketika dirinya merasa tidak aman atau cemburu terhadap pasanganya.

Bagaimana agar dapat menangani perasaan yang tidak menyenangkan itu?

Apa yang menyebabkan kecemburuan dan insekuriti dalam hubungan?

Mungkin ada banyak penyebab insekuriti dan kecemburuan dalam hubungan, tetapi semuanya berakar pada 3 hal ini ;

1. Kurangnya Menghargai Diri Sendiri.

Tidak semua orang memiliki penghargaan diri yang tinggi.

Banyak kisah dimana seseorang memilih pasangan yang kurang baik untuk dirinya, tidak setia, tidak menghargainya, dan memperlakukannya semena-mena.

Namun, jika ditelusuri, ketika seseorang kurang menghargai dirinya sendiri, maka dia akan merasa pantas mendapatkan pasangan yang seperti itu.

Kadang terlontar kata-kata seperti ;

  • “aku emang pantas dapetnya yang kayak gitu”
  • “aku udah terlanjur sayang sama dia”
  • “dia seperti itu karena aku yang sering cemburuan gak jelas”
  • “dia sebenarnya baik kok”

Terkadang, kurang menghargai diri sendiri akan menyebabkan munculnya perasaan insekuriti dan kecemburuan saat menjalin hubungan.

Jangan pernah berpikir kamu tidak pantas untuk mendapatkan pasangan terbaik dalam hidupmu.

2. Memiliki Masa Kecil yang Bermasalah.

Ketika dilahirkan, kita seperti komputer baru yang belum memiliki program di dalamnya.

Namun, seiring berlalunya waktu, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita akan terpogram untuk membentuk karakter dan kepribadian kita.

Banyak yang meyakini bahwa “suara” orang tua akan menjadi “suara” anak mereka di kemudian hari.

Dengan kata lain, jika orang tuamu mengatakan “jangan mudah percaya sama laki-laki”, “hati-hati, laki-laki tu rata-rata buaya darat” , atau “perempuan tu baik kalo ada maunya aja”, maka akhirnya, Kamu akan tumbuh dewasa dengan mempercayai hal tersebut.

Jika sedari kecil sudah ditanamkan pesan-pesan yang bersifat negatif seperti diatas, tentunya dapat membuat kita sulit untuk mempercayai pasangan kita.

Akhirnya, dalam menjalin hubungan, kita sering memiliki rasa kecemburuan dan insekuriti terhadap pasangan kita.

3. Pengalaman Traumatis.

Menemukan pasangan yang tepat saat pertama kali mencoba untuk menjalin hubungan adalah kisah yang hampir tidak pernah terjadi.

Berdasarkan survey, banyak diantara pria atau wanita yang memilih untuk menikmati masa lajangnya dikarenakan alasan-alasan dibawah ini :

  • Pernah diselingkuhin.
  • Pernah ditipu.
  • Pernah dimanfaatkan.
  • Pernah dikasarin.
  • Pernah dicuekin setelah ML.
  • Pernah diperlakukan seperti anak kecil.
  • Pernah dianggap bodoh.
  • Pernah diremehkan.
  • Pernah dipermalukan di depan umum.
  • Pernah dituntut roleplay atau mengikuti fantasi yang aneh dari pasangannya.

Hal-hal seperti ini bisa memberikan trauma yang mendalam, sehingga menjadi penyebab munculnya perasaan tidak aman atau kecemburuan dalam hubungan-hubungan selanjutnya.

Bagaimana cara menangani kecemburuan dan insekuriti dalam hubungan?

Sekalipun kamu seringkali merasa cemburu dan tidak aman bersama pasanganmu, bukan berarti kamu akan tetap merasa seperti itu seumur hidupmu.

Ada beberapa hal yang bisa Kamu lakukan untuk menangani perasaan yang tidak menyenangkan ini, sehingga Kamu dapat memiliki hubungan yang sehat.

1. Bersikap Objektif.

Coba untuk menanggapi masalahmu sebagai orang lain.

Tempatkan dirimu sebagai seseorang yang sedang mendengar curhatan temannya, bagaimana pendapat dan saranmu atas curhatan temanmu itu?

Jika kamu bisa bersikap objektif, tentunya kamu akan memiliki sudut pandang logis yang dapat membantu untuk menilai, apakah wajar kamu cemburu terhadap pasanganmu?

2. Komunikasikan Perasaanmu.

Tidak ada rasa malu untuk mengakui bahwa kamu merasa tidak aman atau cemburu pada pasanganmu.

Pasangan Kamu tidak selamanya bisa mengetahui apa yang kamu pikirkan atau rasakan!

Jadi, penting untuk mengkomunikasikan hal-hal yang membuatmu merasa tidak aman atau cemburu.

Komunikasikan secara rasional dan tenang, sehingga dapat mengambil solusi yang tepat untuk menangani kecemburuan dan insekuriti yang kamu rasakan.

3. Jangan Hanya Berprasangka.

Terkadang, semua rasa cemburu dan insekuriti hanya berupa dugaan atau prasangka buruk.

Tapi, tidak ada salahnya untuk lebih jeli dalam mengamati perilaku pasanganmu.

Contohnya, apakah pasanganmu sering menjauhkan atau menyembunyikan ponselnya ketika kamu bersamanya? Apakah ada yang janggal dari sikapnya?

Jika demikian, maka kamu mungkin memiliki alasan rasional untuk merasa tidak aman. Sebaliknya, cobalah untuk tetap berpikir positif.

4. Berikan Kepercayaan dan Kebebasan.

Menjalin hubungan dengan seseorang, bukan berarti kamu memiliki hak untuk mengatur kehidupannya.

Bersikap protektif adalah hal yang wajar, namun jika berlebihan, kamu akan terkesan seperti pasangan yang posesif.

Tidak ada seorang pun yang ingin merasa seperti dikendalikan dan tidak dipercaya oleh pasangannya.

Meskipun kamu cemburu, berikan kebebasan dan kepercayaan kepada pasanganmu.

Karena baik atau tidaknya pasanganmu, dapat terlihat jelas dari bagaimana dia menggunakan kepercayaan dan kebebasan itu.

5. Hargai dan Hormati Dirimu.

Kecemburuan dan insekuriti bisa disebabkan kurangnya menghargai diri sendiri.

Jika kamu belum bisa untuk menghargai dan menghormati dirimu sendiri, maka rasa takut akan kesendirian akan muncul dalam hidupmu.

Faktanya, banyak orang lebih memilih untuk bertahan dalam hubungan yang tidak sehat daripada sendirian. Mengapa?

Berusaha keras untuk mempertahankan hubungan yang tidak sehat bukanlah dikarenakan perasaan cinta atau sayang, melainkan ketakutan.

Hormati dan hargai dirimu untuk memiliki standar yang lebih tinggi.

Setelah Kamu merasa nyaman dengan kelebihan dan kekuranganmu sendiri, maka dengan sendirinya kamu tidak akan puas dengan pasangan yang kurang pantas bagimu.

Saat itulah kamu akan menjadi lebih percaya diri. Sehingga ketakutan, kecemburuan, dan insekuriti perlahan-lahan akan hilang dari hidupmu.

Kesimpulan

Menangani kecemburuan dan insekuriti dalam suatu hubungan tidak semudah membalik telapak tangan.

Penting untuk dipahami, dua perasaan ini bukan menyangkut pasanganmu, tapi lebih terfokus mengenai dirimu dan bagaimana menyikapinya.

Kamu butuh untuk mencintai dan menghargai diri kamu terlebih dahulu, sehingga dapat menemukan pasangan yang tepat dan bisa dipercaya.

Jika pasangan yang kamu pilih bukanlah pasangan yang tepat untukmu, jangan segan-segan untuk mengakhiri hubungan tersebut.

Karena seperti apapun dirimu, kamu layak untuk mendapatkan yang terbaik dan dihormati oleh pasanganmu.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button