BisnisProductivity

Pemimpin yang Kuat Wajib Memiliki 10 Keahlian Ini

Bagaimana Menjadi Seorang Pemimpin yang Kuat?

Menjadi pemimpin yang kuat berarti memiliki keahlian manajemen yang memungkinkan Kamu untuk memimpin orang lain, dan dapat membawa mereka mendapatkan pencapaian baru dengan hasil yang maksimal.

Sering kita mendengar atau melihat berita utama membahas mengenai para pemimpin, kualitas kepemimpinan, dan orang-orang yang menduduki posisi tinggi dalam pemerintahan maupun perusahaan swasta.

Kepemimpinan bukan sekedar membicarakan profesi atau jabatan tertentu dalam hirarki struktural.

Tentunya kita memahami bahwa jabatan tinggi bukanlah hal utama yang harus dibicarakan.

Karena memiliki jabatan tertinggi bukan berarti telah menjadi seorang pemimpin yang kuat.

Tidak masalah jika Kamu adalah manajer perusahaan kecil atau pemimpin organisasi kecil, daftar keahlian berikut ini akan meningkatkan efektivitas Kamu, dan menjadikanmu pemimpin yang kuat.

1. Selalu Menginspirasi Tim.

Ingatlah bahwa pekerjaan Kamu bukan hanya sekedar mencapai tujuan, meningkatkan penjualan, atau meningkatkan keuntungan, meskipun indikator tersebut pastinya sangat diutamakan oleh investor dan stakeholder.

Sekarang, mari kita fokus kepada bagaimana cara memimpin tim Kamu.

Berakar dalam realitas dan selalu berusaha untuk memberikan empati, perspektif untuk semua keadaan dan situasi yang Kamu hadapi.

Gulung lengan baju Kamu dan mulai menjadi inspirasi.

  • Kamu harus dapat menunjukkan bahwa kamu hadir sebagai inspirasi mereka. Bukan hanya menjadi pemimpin yang bersembunyi dalam ruang kerjanya saja.
  • Bergabunglah dengan tim Kamu untuk menyelesaikan proyek bersama. Percayalah, partisipasi dan kontribusi Kamu selalu menginspirasi.
  • Fokus pada kelebihan masing-masing anggota tim kamu, tetap antusias dengan kontribusinya.
  • Lebih dekat dengan tim Kamu.
  • Temukan kata yang tepat. Ini mungkin tantangan terbesar hari ini, kata-kata yang tepat dalam situasi yang sulit dapat menunjukkan bahwa Kamu adalah pemimpin yang sangat baik.

2. Jadikan Delegasi Bijaksana sebagai Prioritas Utama Kamu.

Jelas bahwa Kamu tidak dapat melakukan semuanya sendiri.

Kemampuan Kamu untuk mendelegasikan tanggung jawab menunjukkan bahwa Kamu mempercayai staf Kamu, dan Kamu yakin dengan daya saing mereka.

Ini adalah hal terbaik yang dapat Kamu lakukan dalam lingkungan tim.

Kamu dapat mengurangi tingkat stres Kamu sendiri, dan membuat tempat kerja lebih ramah dengan menunjukkan kepercayaan pada kemampuan pekerja.

Bagaimana cara mendelegasikannya kepada orang yang tepat?

Ketika Kamu memikirkan orang yang tepat untuk diberikan tanggung jawab, pertimbangkan tiga faktor ini :

  • Relevansi antara keahlian, pengalaman orang tersebut, dan tugas yang didelegasikan.
  • Gaya kerja (apakah dia adalah pemain tim atau pemain independen; apakah dia memiliki tujuan yang sesuai dengan tanggung jawab yang ingin Kamu delegasikan?).
  • Beban kerja orang tersebut (apakah dia punya waktu untuk mengambil tanggung jawab baru atau delegasi ini memerlukan beberapa perubahan).

3. Tetap Bertanggung Jawab dan Jangan Menyalahkan.

Kegagalan selalu terjadi. Kamu perlu menerima fakta ini dan belajar cara mengatasinya.

Tugas Kamu bukan untuk menemukan siapa yang salah, tetapi untuk mengambil tanggung jawab bersama staf Kamu.

Buat bawahan Kamu mengerti bahwa mereka semua bertanggung jawab atas keputusan yang mereka buat.

Ingatlah bahwa Kamu adalah pemimpin mereka, Kamu harus mengambil bagian dari tanggung jawab atas tindakan mereka.

Selalu beri mereka tepukan di punggung jika Kamu melihat hasil yang baik, tetapi jangan salahkan jika terjadi kegagalan.

Ciptakan suasana di mana semua orang merasakan dukungan dan kemauan Kamu untuk menyadari kesalahan bersama-sama.

Mengambil tanggung jawab pribadi untuk perusahaan, dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya termasuk kegagalan, akan memotivasi karyawan untuk mengikuti Kamu.

Jangan membuat alasan, lebih baik lakukan hal ini :

  • Ambil tanggung jawab pribadi Kamu untuk kegagalan tersebut.
  • Coba untuk menyelesaikan masalah itu dan memperbaikinya.
  • Pikirkan tentang apa yang seharusnya Kamu lakukan sebelumnya untuk mencegah kesalahan ini dan apa yang harus diperbaiki di masa depan.

4. Berpikir Kreatif dan Inovatif.

Apa perbedaan antara pengikut dan pemimpin? Pemimpin selalu melihat ke depan, tidak takut untuk berinovasi, memiliki kreatifitas dalam manajemen dan proses bisnis.

Pemikiran inovatif dan kreatif adalah kualitas yang akan membuatmu menonjol dan memungkinkan tim Kamu untuk menggapai hasil yang lebih besar dari apa yang kamu harapkan.

Jangan lupa mendorong staf Kamu agar bisa berpikir kreatif dan inovatif.

Bagaimana cara mendorong kreativitas?

  • Menjadi model untuk staf Kamu, tunjukkan dedikasi terhadap inovasi.
  • Ciptakan suasana yang mendukung kreativitas di tempat kerja.
  • Gelar acara dan proses untuk menemukan dan menangkap ide-ide kreatif.
  • Berikan hadiah untuk ide-ide kreatif, inovasi, dan rayakan kesuksesan dengan tim Kamu.

5. Tetap Positif dalam Segala Situasi.

Jika Kamu ingin menjadi pemimpin yang kuat, Kamu harus memahami bahwa Kamu harus positif dan termotivasi terlepas dari keadaan apa pun.

Bahkan dalam situasi yang paling sulit, Kamu harus menjadi contoh untuk diikuti sebagai seorang pemimpin, jadi tetap teguh dan tunjukkan sikap positif.

Selalu ciptakan suasana terbuka, ramah dan konstan di tempat kerja Kamu.

Tetap positif jika menemukan hambatan dalam pekerjaan.

6. Seorang Pemimpin yang Kuat Berkembang Bersama Stafnya.

Seiring dengan pengembangan diri yang kamu alami, jangan lupa bahwa tanpa orang-orang di sekitarmu, keberhasilan mungkin tidak akan tercapai.

Berkembanglah bersama mereka. Sesuai pengamatanmu, berikan pelatihan-pelatihan khusus untuk pengembangan keahlian yang mereka miliki.

Hal ini tidak hanya menumbuhkan moral mereka, tapi juga akan memberikan keahlian baru yang dapat mereka gunakan dalam memudahkan proyek-proyek berikutnya.

Gunakan tips ini untuk mengembangkan keahlian staf Kamu :

  • Ubah rapat staf menjadi instrumen pembelajaran.
  • Gelar pendidikan / pelatihan tahunan bagi karyawan.
  • Berikan motivasi agar mereka bersemangat untuk terus mengembangkan keahlian mereka.
  • Bagikan pengetahuan dan pengalaman pribadimu mengenai perkembangan yang sudah kamu dapatkan bersama mereka.

7. Gunakan Pengalaman Masa Lalu dalam Pengambilan Keputusan.

Memiliki Visi futuristik itu bagus. Tetapi untuk dapat melangkah jauh dalam bisnis membutuhkan pengalaman yang mencukupi.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan suatu keputusan.

Dalam pengambilan keputusan tentunya pengalaman masa lalumu bisa menjadi pertimbangan yang baik.

Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang bisa kamu lakukan :

  • Percayai visi, intuisi manajemenmu.
  • Cobalah untuk menghubungkan tantangan masa kini, berdasarkan pelajaran yang telah didapatkan dalam karier sebelumnya.
  • Lebih baik membuat catatan ketika mengambil keputusan penting, tulis hasilnya baik itu positif maupun negatif, sehingga bisa dijadikan pertimbangan kembali di masa depan.

8. Perlihatkan Karisma dan Keyakinan Kamu.

Orang-orang biasanya lebih cenderung mengikuti orang yang mereka sukai.

Mari kita ingat beberapa contoh pemimpin terbaik.

Semua dari mereka ramah, dekat dengan orang-orang, berbicara dengan baik, dan menunjukkan perhatian dan empati.

Jika Kamu berperilaku seperti itu, maka mereka akan menunjukkan keinginan untuk mengikutimu.

Jadikan Percaya diri sebagai kekuatanmu

Percayalah pada kesuksesan dan kemakmuran perusahaanmu, tunjukkan kepercayaan itu melalui sikapmu.

Seorang pemimpin yang hebat menunjukkan kepercayaan kepada semua orang dalam situasi apa pun.

Ini akan menginspirasi karyawanmu dan memberi mereka rasa percaya diri di masa depan, itulah yang Kamu butuhkan untuk meningkatkan prestasi mereka.

9. Rasa Humor Sangat Penting untuk Sukses.

Sebagai seorang pemimpin, Kamu harus memiliki selera humor.

Tunjukkan hal itu ketika ada masalah dan ciptakan suasanya yang rileks bagi karyawanmu.

Kebebasan untuk tertawa dalam lingkungan kerja mampu meningkatkan semangat kerja, yang sangat penting untuk produktivitas staf dalam situasi sulit.

Bagaimana rasa humor dapat menyelamatkan Kamu dalam beberapa situasi :

  • Humor mampu memanusiakan Kamu, menciptakan suasana kerja yang tidak kaku.
  • Ini adalah komponen kunci dari serangkaian kepemimpinan empatik.
  • Humor dapat meningkatkan rasa kebersamaan, persatuan di tempat kerja.

10. Pertimbangkan Kegagalan sebagai Tantangan Bukan sebagai Kesalahan yang Tidak Dapat Dipulihkan.

Bahkan jika Kamu mencoba berusaha semaksimal mungkin, kemungkinan untuk gagal bisa saja terjadi.

Tugas Kamu adalah mengatasi kegagalan ini dan melakukannya dengan kehormatan.

Jika terjadi kesalahan, sadari bahwa itu sudah terjadi dan cobalah untuk menemukan solusi terbaik.

Bagaimana cara mengelola kegagalan?

  • Tetap tenang, berpikir logis.
  • Jangan memisahkan diri dari tim Kamu karena hal ini dapat menyebabkan moral negatif.
  • Budayakan berdiskusi, komunikasi yang baik dalam tim dapat mempercepat penyelesaian masalah dan penemuan solusi terbaik.

pemimpin-yang-kuat-be-a-strong-leader

Kesimpulan

Tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin, Kamu dituntut untuk memiliki banyak keahlian dan pengalaman.

Untuk menjadi pemimpin yang kuat, diperlukan pemikiran yang terbuka dan pandangan yang jauh kedepan.

Kamu harus bisa melihat ke depan melampaui tugas dan tanggung jawab Kamu sehari-hari.

Selain itu, Kamu juga harus dapat dijadikan teladan dalam aspek kecerdasan, kebijaksanaan, kejujuran, komitmen, dan dedikasi.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close