Artikel

Inilah 7 Jenis Sampah yang Sulit Diurai Alam

Semakin beragamnya produk dari pesatnya perkembangan teknologi industri, juga memberikan dampak negatif yakni menghasilkan jenis sampah yang sulit diurai alam.

Sekalipun Pesatnya perkembangan teknologi di satu sisi memberikan dampak positif yang membuat manusia dapat lebih mudah dan lebih efektif dalam menjalankan aktifitasnya diberbagai bidang. Namun di sisi lain memberikan dampak negatif karena semakin beragamnya produk yang dihasilkan oleh manusia sehingga menciptakan jenis sampah baru yang berasal dari produk hasil teknologi tersebut.

Celakanya, jenis sampah baru tersebut memiliki material yang tidak dapat membusuk dan butuh waktu belasan, puluhan hingga ratusan tahun untuk dapat diurai oleh alam. Bahkan terdapat pula sampah hasil teknologi yang tidak dapat hancur dan diurai alam sehingga keberadaannya dapat mencemari lingkungan.

Oleh karena itu penting bagi sahabat Kumkel untuk mengetahui jenis-jenis sampah baru apa saja yang tidak dapat membusuk serta sulit hancur dan diurai oleh alam, sehingga ke depan dapat lebih berhati-hati dalam memilah dan memilih barang-barang yang hendak digunakan guna ikut menjaga kelestarian alam, atau setidaknya tidak ikut andil dalam memperparah rusaknya lingkungan.

Berikut beberapa jenis sampah yang tidak dapat membusuk dan sulit diurai oleh alam.

Sterofoam

Bahan  ini tentu sudah tidak asing lagi karena sering digunakan sebagai kotak pembungkus nasi atau makanan yang memberikan kesan praktis dan mudah dibawa. Namun dibalik manfaatnya tersebut sterofoam termasuk jenis sampah yang paling membahayakan karena bahan ini  terbuat dari polysryrene atau sejenis plastik yang dibuat dari petroleum dan tidak dapat diurai oleh alam sampai kapanpun.

Kaca

Sama halnya dengan sterofoam, kaca juga merupakan jenis sampah yang paling berbahaya. Hanya saja, kaca yang terbuat dari pasir besi, jika tidak terpakai akan dapat didaur ulang dan dijadikan produk baru. Namun jika kaca tersebut ssampai terbuang dan terpendam, maka butuh waktu jutaaan tahun agar dapat terurai, bahkan ada sebagian ahli yang berpendapat bahwa sampah kaca tidak bisa diurai oleh alam.

Plastik       

Sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling membahayakan karena digunakan di berbagai sektor dan oleh banyak orang  di seluruh dunia sehingga merupakan sampah hasil teknologi paling besar.

Plastik dalam bentuk apapun dibuat dari minyak bumi yang menurut The Balance setiap tahunnya butuh sekitar 1,6juta liter minyak untuk memproduksi botol plastik dan belum termasuk produk plastik dalam bentuk yang lain.

Sampah plastik dikatakan berbahaya karena untuk dapat terurai butuh waktu sekitar 10 – 1000 tahun. Untuk botol plastik misalnya, baru dapat terurai oleh alam sekitar 450 tahun.

Popok dan Pembalut

Kebutuhan akan popok bayi dari tahun ke tahun terus meningkat karena pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak dapat dielakkan, sementara bayi membutuhkan popok sampai dengan usia 2 – 2,5 tahun.

Selain popok, peningkatan jumlah penduduk juga membuat kebutuhan akan pembalut wanita juga terus bertambah.  Tentunya, tingginya kebutuhan akan popok dan pembalut tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi lingkungan, karena untuk dapat diurai oleh alam, popok bayi butuh waktu 250 – 500 tahun, sedang pembalut wanita butuh waktu 500 – 800 tahun.

Kaleng Aluminium

Tingginya penggunaan kaleng alumininum untuk mengemas makanan dan minuman membuat setiap harinya Amerika Serikat  harus mendaur ulang tidak kurang dari 120.000 kaleng.

Jumlah kaleng aluminium yang didaur ulang tersebut dalam kurun waktu 3 bulan jika dikumpulkan dapat dipakai untuk membuat seluruh komponen pesawat terbang komersil dalam keadaan utuh.

Persoalannya, tidak semua kaleng aluminium yang ada di Amerika Serikat dan di seluruh dunia didaur ulang dan ditangani dengan cara yang benar. Padahal, untuk dapat terurai sampah kaleng aluminium butuh waktu 80 – 200 tahun.

Sol Sepatu Karet

Banyak orang yang dengan seenaknya membuang sepatu rusak dengan cara menimbunnya ke dalam tanah. Padahal sampah sepatu bekas dengan sol yang terbuat dari kare membutuhkan waktu 50- 80 tahun agar dapat terurai. Persoalan itulah yang membuat banyak pabrikan sepatu saat ini melakukan inovasi dengan membuat sol sepatu dari bahan lain yang mudah diurai oleh alam liar.

Kain Nilon

Sejumlah produk fashion, produk olah raga dan berbagai kerajinan dibuat dari bahan kain nilon, karena kain nilon memiliki kelenturan dan kekuatan yang lebih. Hanya saja, jika sudah tidak digunakan, jenis sampah kain nilon sulit untuk dapat diurai dan butuh waktu 30 – 40 tahun.

Selain jenis-jenis sampah di atas, beberapa jenis sampah lainnya yang tidak membusuk dan sulit diurai diantaranya: sepatu kulit yang butuh waktu 25 – 40 tahun, produk kayu 10- 15 tahun, kaarton susu 5 tahun, kain wol 1- 5 tahun, produk kanvas 1 tahun dan beberapa jenis sampah hasil teknologi lainnya. (ak)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close