fbpx
ArtikelHow To

Inilah Cara Mengurangi Jumlah Sampah dengan Teknik 5R

Upaya untuk mengurangi jumlah sampah sudah saatnya untuk dilakukan, bahkan terbilang sudah terlambat, karena kondisi darurat sampah saat ini tengah melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Khusus untuk persoalan sampah di Indonesia, berdasarkan hasil riset dari SWI (Sustainable Waste Indonesia) diketahui bahwa dari produksi sampah yang  ada, baru 7 persen yang didaur ulang dan sebanyak 69 persen berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), sedang sisanya yaitu sebanyak 24 persen sampah masih belum terkelola!

Kondisi tersebut jika tidak secepatnya diatasi hampir bisa dipastikan akan memberikan dampak buruk pada ekosistem dan lingkungan, karena pengaruh jangka panjang yang ditimbulkan dapat merusak keseimbangan alam.

Untuk mencegah setidaknya meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan sampah terhadap alam, salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi jumlah sampah lewat metode yang populer disebut 5R yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle ( memanfaatkan atau mendaur ulang), Refuse (menolak) serta Rot (pembusukan).

Metode tersebut dinilai banyak pihak sebagai paradigma baru dalam mengelola sampah, karena langkah untuk mengurangi produksi sampah dilakukan dengan cara yang arif dan ramah lingkungan.

Buat sahabat Kumkel yang masih belum memahami apa yang dimaksud dengan 5R, berikut penjelasan singkatnya.

Refuse

Arti dari kata refuse adalah ‘menolak’. Mengurangi jumlah sampah lewat cara refuse adalah dengan berani menolak atau mengatakan tidak terhadap hal-hal dan berbagai aktifitas yang dapat menyebabkan bertambahnya sampah. Sebab terkadang memang sulit untuk menolak ajakan teman atau terpaksa berkompromi dengan lingkungan, meski sadar apa yang dilakukan tersebut dapat berdampak buruk pada lingkungan.

Contoh yang paling mudah adalah kebiasaan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah saat berangkat kerja atau melakukan aktifitas di luar. Di negara-negara maju dengan contoh yang terdekat adalah Singapura, berangkat kerja sambil membawa bekal makanan dan minuman merupakan hal yang lumrah dan dilakukan hampir semua orang.

Berbeda dengan di Indonesia yang masih banyak orang merasa malu untuk membawa bekal saat berangkat kerja. Padahal dengan tidak membawa bekal membuatnya harus membeli makanan di luar, dan dengan membeli makanan di luar artinya dia telah menambah jumlah sampah lewat wadah plastik pembungkus makanan dan minuman.

Reduce

Dalam bahasa Inggris, ‘reduce’ memiliki arti ‘mengurangi’. Maksud dari kata reduce tidak hanya sebatas mengurangi pemakaian bahan-bahan yang berpotensi merusak lingkungan, melainkan juga mengurangi berbelanja barang-barang yang tidak begitu dibutuhkan, dengan maksud bukan hanya sekedar untuk berhemat melainkan juga mengurangi produksi sampah.

Cara ini mewajibkan kamu untuk mengontrol dan berpikir ulang setiap kali hendak menambah barang baru serta mempertimbangkan untuk tidak jadi membeli jika memang memiliki barang sejenis yang masih bisa dipakai.

Contoh dari penerapan reduce ini misalnya dengan tidak membeli tisyu yang sekali pakai lalu dibuang, tapi menggantinya dengan menggunakan kain lap yang dapat dipakai berulang-ulang.

Reuse

Mengurangi jumlah sampah dengan cara reuse atau menggunakan kembali adalah dengan menggunakan barang-barang yang dapat dipakai berulang-ulang. Salah satu contoh adalah dengan selalu membawa botol air dan wadah bekal saat bepergian. Sehingga saat berada di luar tidak membeli makanan dan minuman yang wadah  dan botol plastiknya dibuang setelah isinya habis.

Contoh yang lain adalah saat berbelanja dengan membawa tas belanja yang bisa dipakai berulang-ulang sehingga tidak menggunakan kantong plastik dari toko, atau saat menikmati minuman tidak dengan menggunakan sedotan plastik yang sekali pakai, tapi menggunakan sedotan stainless atau bambu yang bisa dipakai berulang-ulang.

Recycle

Makna dari recycle adalah memanfaatkan atau mendaur ulang sampah sehingga menjadi barang lain yang memiliki manfaat. Sampah organik misalnya, dapat didaur ulang dengan menjadikannya pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

Sampah anorganik pun dapat didaur ulang, baik dijadikan barang dengan fungsi yang sama seperti sebelumnya maupun dijadikan barang baru dengan manfaat yang berbeda dari barang sebelumnya.

Mengurangi jumlah sampah dengan cara recycle yang menjadikan sampah sebagai barang  baru dengan fungsi yang hampir sama dengan barang aslinya misalnya mendaur ulang kertas untuk dijadikan kertas jenis baru sebagai bahan pembuat scrap buku, hiasan dinding, handycraft dan sebagainya.

Cara recycle yang menggunakan sampah sebagai barang baru dengan fungsi yang berbeda dari barang aslinya misalnya dengan menjadikan botol bekas sebagai pot tanaman, tempat pensil dan alat tulis, celengan dan sebagainya.

Rot

Mengurangi jumlah sampah dengan cara rot atau pembusukan hanya khusus untuk sampah organik. Cara rot yang paling populer adalah membusukkan sampah untuk pembuatan kompos. Cara lainnya adalah membusukkan sampah dengan meletakkan cacing jenis tertentu pada sampah tersebut untuk membantu mengurai sampah menjadi pupuk alami berkualitas.

Demikian cara mengurangi jumlah sampah menggunakan teknik 5R yang dapat dipraktikkan oleh siapapun karena cara ini tergolong ramah lingkungan. (ak)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close