fbpx
Travel

Menginap di Hotel Gantung Tertinggi Dunia

Tidak perlu ke luar negeri untuk merasakan nuansa berlibur yang tidak terlupakan. Di Purwakarta, Anda bisa mengunjungi Desa Sajuta Batu dan menginap di hotel gantung tertinggi di dunia. Desa Sajuta Batu terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Terletak di tengah hamparan vegetasi hijau, gunung-gunung andesit dan dataran tinggi Purwakarta, Desa Sajuta Batu mampu memberikan banyak pengalaman berlibur yang tidak terlupakan.

Sajuta sendiri merupakan Bahasa Sunda yang berarti ‘sejuta’. Nama tersebut digunakan karena Desa Sajuta Batu di Purwakarta memang dikelilingi batu-batu dalam bentuk gunung andesit, bahkan ada yang mencapai 900 mdpl. Kondisi berbatu dan suasananya yang tidak terlalu panas membuat Desa Sajuta Batu banyak digunakan untuk aktivitas-aktivitas ekstrem, salah satunya menjadi lokasi favorit panjat tebing pecinta alam di seluruh Indonesia.

Tidak hanya panjat tebing, kegiatan lainnya seperti kegiatan mengeksplorasi desa melalui bukit dan sawah, memancing, mendaki gunung, olahraga offroad dan flying fox, hingga wisata kuliner bisa Anda lakukan di Desa Sajuta Batu. Ketika berkunjung ke Desa Sajuta Batu, Anda disarankan untuk membawa kamera karena desa tersebut memiliki pemandangan yang indah dan telah menjadi langganan untuk fotografer wedding dan profesional.

Ada setidaknya empat lokasi yang wajib dikunjungi ketika Anda datang ke Desa Sajuta Batu. Pertama ada Gunung Parang. Gunung ini merupakan spot paling ekstrem yang bisa Anda kunjungi. Gunung Parang merupakan spot panjat tebing tertinggi di Indonesia dan nomor dua tertinggi di Asia. Anda yang ingin mendaki Gunung Parang bisa menggunakan via ferrata, atau deretan tangga besi vertikal yang ditancapkan di bebatuan untuk membantu para pendaki.

Lokasi kedua yang wajib Anda kunjungi adalah Goa Bolong. Sama seperti Gunung Parang, Goa Bolong juga menyajikan wisata ekstrem, yang berhubungan dengan dunia mistis. Sangking mistisnya, asal-usul Goa Bolong hingga kini masih misterius. Belum ada yang bisa menjelaskan apakah goa ini terbentuk secara alami atau goa buatan manusia.

Aura mistis akan langsung terasa begitu Anda menjejakkan kaki di pintu Goa Bolong. Menurut keterangan warga setempat, goa ini memiliki struktur jalur yang dalam dan bercabang. Jika Anda ingin mengeksplorasi Goa Bolong sebaiknya Anda berhati-hati karena struktur jalan yang masih misterius tersebut bisa membuat Anda tersesat. Selain jalur yang masih misterius, banyak isu beredar jika Goa Bolong sering dijadikan lokasi ritual. Terdapat banyak dupa berceceran dan wewangian yang sengaja dibawa orang-orang.

Lokasi ketiga adalah Gunung Bongkok. Dengan ketinggian 975 mdpl, pendakian Gunung Bongkok tidak seekstrem Gunung Parang. Anda tidak perlu memiliki kemampuan panjat tebing untuk menelusuri Gunung Bongkok karena jalurnya relatif mudah untuk dilewati. Anda hanya perlu menghabiskan waktu pendakian kurang lebih sejam saja.  Gunung Bongkok terkenal karena memiliki dua puncak dengan karakter masing-masing yang unik. Karena jalurnya relatif mudah, Anda tidak perlu menyiapkan peralatan pendakian dan melakukannya di akhir pekan.

Lokasi terakhir yang menjadi primadona adalah skylodge Padjajaran Anyar di Gunung Parang. ‘Hotel gantung’ yang digagas sejak 2014 silam oleh pegiat panjat tebing dan operator via ferrata ini merupakan hotel gantung tertinggi di dunia yakni 400-900 meter, lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan hotel gantung di Peru yang hanya 122 meter.

Untuk menginap di Padjajaran Anyar, Anda bisa merogoh kocek sekitar empat juta rupiah permalamnya. Kamarnya sendiri berbentuk kapsul dengan dimensi 2,5×6-8 meter. Pengelola hotel mengatakan jika kapasitas kamar tersebut bisa mencapai enam orang, namun untuk kenyamanan sebaiknya hanya diisi empat orang dewasa. Fasilitas yang diberikan adalah colokan listrik, pendingin ruangan, meja makan, handy talkie, air mineral, wastafel, kasur dan peralatannya, pemanas listrik, dan toilet portabel.

Anda tidak perlu khawatir karena pihak pengelola hotel juga menyediakan alat pengaman, asuransi keamanan, dan pemandu yang selalu siaga untuk para penghuni. Kapsul yang tersedia juga cukup banyak, yakni 11 kapsul dengan ketinggian variatif, dari 400 hingga 900 meter. Biaya menginap juga termasuk guide yang siap 24 jam, termasuk penjemputan tamu dari Kota Purwakarta menuju Gunung Parang.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button