fbpx
Artikel

Hak-Hak yang Dimiliki Oleh Penemu Berdasarkan Hukum

Ada hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum yang seharusnya dipelajari oleh seorang calon penemu, penemu, maupun bukan. Sebab, hak ini merupakan hak eksklusif yang akan membuat seseorang bisa menemukan suatu penemuan dengan prosedur yang baik dan mendapatkan hak-hak yang seharusnya diperoleh.

Mempelajari tentang hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum bisa membuat seseorang semakin tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya jika telah membuat penemuan. Ia menjadi tahu apa saja haknya, begitu juga dengan kewajibannya. Di dalam wawasan inipun akan diketahui masih banyak lagi istilah-istilah yang juga sebaiknya dipahami.

Hak-Hak yang Dimiliki Oleh Penemu Berdasarkan Hukum

Seorang penemu, apapun itu, pastilah akan mendapatkan suatu apresiasi. Salah satu bentuk apresiasi yang bisa diberikan publik atau suatu lembaga kepada seorang penemu adalah sebuah hak. Seorang penemu memang juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab jika menemukan sesuatu dan dipublikasikan, namun apa yang menjadi fokus pada kesempatan kali ini adalah haknya.

Ada beberapa macam hak yang diterima oleh seorang penemu, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Hak paten
  2. Pengakuan secara hukum
  3. Royalti atau dana
  4. Penghargaan atas penemuannya
  5. Relasi dengan penemu lain yang sejenis

Sebelum membahas masing-masing hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum dalam poin tersebut, harus diketahui terlebih dahulu siapa itu penemu. Arti istilah penemu yang lengkap adalah seseorang yang melakukan penemuan baru di mana penemuan tersebut belum ada sebelumnya, atau belum ditemukan oleh orang lain sebelumnya. Penemuan ini bisa berupa apa saja, bisa sebuah teori, elektronik, alat, suatu proses, dan lainnya.

Bagaimana Hak Penemu Berdasarkan Hukum?

Bagaimana Hak Penemu Berdasarkan Hukum?
Bagaimana Hak Penemu Berdasarkan Hukum?

Seorang penemu jika sudah mendaftarkan penemuannya, akan diberi hak yang mana disebut sebagai hak paten. Hak paten ini bisa digunakan untuk mengukuhkan bahwa suatu penemuan tersebut tidak bisa dijiplak atau ditiru oleh orang lain. Juga tidak bisa diklaim oleh orang lain jika sudah didaftarkan pada di hak paten.

Dengan demikian, hak paten menjadi sebuah bantuan bagi seorang penemu. Karena dengan hak ini, penemu mendapatkan perlindungan atas karya atau temuannya sehingga tidak bisa ditiru, dijiplak, dan diklaim orang lain.

Sangat penting sebenarnya untuk mendaftarkan hak paten, namun pada kenyataannya tidak semua penemu melakukan hal ini.

Paten sendiri merupakan sebuah hak eksklusif yang diterima oleh penemu setelah mendaftar. Dalam jangka waktu yang diberikan, suatu penemuan akan dilindungi. Jika dibahas hak paten secara umum, maka hal ini akan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu hak paten untuk barang, mesin, dan proses. Mudah dipahami perbedaannya bukan?

Hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum memiliki batas waktu, nantinya Anda akan mengetahui berapa tepatnya durasinya. Jika paten tersebut sudah melampaui batas waktu, maka hak tersebut akan dicabut dan penemu sudah tidak mendapatkan hak-haknya.

Sebelumnya juga telah dibahas bahwa seorang penemu juga memiliki kewajiban. Adapun beberapa kewajiban yang dimiliki penemu adalah memberikan bukti yang sifatnya sah jika penemuannya asli atau bukan tiruan, melakukan publikasi di depan khalayak umum, mempertahankan keaslian penemuannya, dan mempertanggungjawabkan penemuannya. Pertanggungjawaban ini dari segi apapun, entah itu asal usulnya, sumber, fungsi, keamanan, dan lainnya.

Dasar Hukum yang Mengatur Hak Penemu

Dasar Hukum yang Mengatur Hak Penemu
Dasar Hukum yang Mengatur Hak Penemu

Karena yang dibahas kali ini adalah hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum, maka harus diketahui dasar hukum apa yang dimaksud. Salah satu hukum yang mengatur hak-hak penemu adalah Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten.

Salah satu yang membahas langsung tentang hal ini adalah pada Bab II Pasal 2 nomor 1, bahwasannya paten diberikan untuk penemuan yang baru, mengandung langkah inventif dan dapat diterapkan dalam industri. Kemudian dilanjutkan dengan nomor 2 yang menjelaskan bahwa suatu penemuan yang mengandung langkah inventif, jika penemuan tersebut tidak dapat diduga sebelumnya.

Apa yang ada di dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten telah membahas selengkap-lengkapnya tentang hak ini. mulai dari pengertiannya, perbedaan masing-masing hak untuk penemu dengan subjek yang berbeda-beda, cara mendapatkannya, peraturannya, dan masih banyak lagi.

Perbedaan Hak Cipta, Paten, dan Istilah Lainnya

Setelah mempelajari hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum, ada beberapa istilah yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya. Dalam bahasan mengenai hak-hak yang dimiliki penemu pula, memang akan ditemukan cukup banyak istilah yang sifatnya masih asing bagi orang awam. Mungkin pernah atau sering mendengarnya, namun belum diketahui apa definisi yang sebenarnya.

Adapun beberapa istilah yang mungkin muncul dalam bahasan hak-hak ini antara lain hak cipta, paten, desain industri, dan merek. Masing-masing merupakan definisi untuk hal yang berbeda. Di bawah ini ada beberapa karakteristik dari masing-masing istilah yang akan memudahkan untuk memahami kesemuanya.

 Jenis HakHak CiptaPatenDesain IndustriMerek
ObjekSeni, sastraInvensi teknologi (alat, proses)Desain tampilan produkSimbol dagang dan jasa
SubjekPenciptaInventorPendesainPemilik merek/pedagang/pengusaha
Cara mendapatkan perlindunganDeklaratif (tanpa ada pendaftaran)Konstitutif (ada pendaftaran)Konstitutif (ada pendaftaran)Konstitutif (ada pendaftaran)
Lama perlindunganMeninggal, masih ditambah 50 tahunBiasa 20 tahun, sederhana 10 tahun10 tahun10 tahun, namun dapat diperpanjang

Dari tabel di atas, sangat mudah untuk dipahami bahwa setiap istilah memang digunakan sebagai suatu hak. Ada hak cipta yang digunakan sebagai hak penemu sebuah seni dan sastra, hak paten yang digunakan untuk hak penemu suatu alat atau proses, begitu juga dengan desain industri dan merek.

Cara mendapatkannya pun berbeda-beda, di saat hak cipta hanya membutuhkan secara deklaratif saja, paten, desain industri, dan merek baru bisa ada setelah didapatkan secara konstitutif.

Begitu juga dengan lama perlindungan, untuk hak cipta memang durasinya lebih lama dari yang lain, yaitu selama seumur hidup penciptanya dan ditambah dengan 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Berbeda dengan paten, desain industri, dan merek yang hanya dilindungi selama 10 tahun, meskipun beberapa ada yang bisa lebih.

Untuk diketahui, hak merek adalah hak untuk mengidentifikasi suatu produk atau perusahaan di pasaran. Hak cipta merupakan hak eksklusif yang dimiliki pencipta yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata. Sedangkan hak paten merupakan hak yang diberikan negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi.

Ketiganya sama-sama merupakan hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum. Hanya saja, masing-masing memiliki bentuk dan subjek yang berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk penemuan seni, invensi, dan simbol dagang.

Pentingnya Mengetahui Hak Penemu Berdasarkan Hukum

Pentingnya Mengetahui Hak Penemu Berdasarkan Hukum
Pentingnya Mengetahui Hak Penemu Berdasarkan Hukum

Itulah bahasan selengkapnya mengenai hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum. Ternyata, akan menyenangkan bila menjadi seorang penemu dan sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan setelahnya.

Setelah Anda mengerti hak-hak yang dimiliki oleh penemu berdasarkan hukum pun juga bisa diaplikasikan teori tersebut jika memang Anda berencana untuk menemukan sesuatu. 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button