fbpx
ArtikelEntertainment

Trending Gubernur Terbodoh di Internet

Kumkel.com –  Menjadi seorang gubernur memang tidak mudah. Hal ini tentu karena mereka harus memimpin banyak orang dengan berbagai kepentingan dan pemikiran.

Tanggung jawab seorang gubernur tidaklah enteng guys… karena mereka memikirkan wilayah yang dihuni banyak manusia.

Mengapa “Gubernur Bodoh” Menjadi Tranding Topic?

Baru-baru ini, gubernur terbodoh sedang menjadi trending. Apalagi kalau bukan dikaitkan dengan isu – isu politik.

Indonesia ini tidak pernah lelah jika membahas tentang politik. Belum lagi aroma pilpres masih tercium.

Satu kubu memilih ini, satu kubu memilih itu. Semua saling beradu agrumen. Entah mana yang benar.

Yang jelas mereka semua benar menurut versi mereka masing-masing.

Anies Baswedan dengan Trending Gubernr Terbodoh di Internet

Nah, baru – baru ini, Anies Baswedan menjadi sorotan banyak orang. Apalagi jika kita menelusuri google dengan mengetik “Gubernur terbodoh” akan muncul wajah Anies Baswedan.Beberapa situs website juga ikut angkat suara amengenai kepemimpinan  Anies Baswedan.

Kita tidak dapat mengelak jika hal ini terjadi bukan tanpa campur tangan pihak lain.

Tetapi, yang menjadi sorotan adalah bagaimana kepimpinan Anies Baswedan dalam menjadi Gubernur.

Banjir DKI Jakarta sebagai pemicunya?

Gubernur terbodoh menjadi yang trending topik tak lepas dari fenomena alam yang menimpa beberapa daerah.

Ya, dimana Anies Baswedan menjadi orang yang paling disorot kinerjanya dalam mengelola DKI Jakarta.

DKI Jakarta mengalami bencana alam banjir yang menelan beberapa korban dan melenyapkan harta benda.

Bahkan taksiran kerugiannya hingga milyaran rupiah. Rakyat DKI Jakarta menangis!

Tak hanya itu, beberapa balita pun menjadi sorotan utama saat terjadi bencana alam ini.

Pasalnya, balita juga menjadi korban kekejaman hantaman air. Belum lagi ibu hamil. Bahkan kabarnya, saat terjadinya banjir ada ibu hamil yang melahirkan di atas genangan air. Miris bukan?

Bukan hanya itu saja, beberapa orang beragrumen bahwa terjadinya banjir ini dikarenakan oleh Azab, sebagiannya lagi mengatakan ini adalah cobaan.

2 agrumen itu selalu menjadi kata yang sering diucapkan masyarakat. Entah azab atau cobaan, tapi setidaknya hal tersebut tak perlu dilontarkan.

Karena yang dipikirkan harusnya adalah bagaimana kita menyelamatkan saudara yang terkena musibah banjir? Mungkin, itu lebih bijaksana.

Namun, tak selamanya banjir dikaitkan dengan hal yang menyedihkan. Beberapa orang yang terekam dalam video bahkan asik menikmati banjir.

Ya, itulah masyarakat, yang berbeda-beda dalam menyikapi sebuah hal.

Asumsi Netizen Dalam Membandingkan Ahok dengan Anies Baswedan

Perbandingan anies dan ahok

Kembali lagi ke topic awal ya guys? Gubernur terbodoh yang muncul di google dan menjadi trending, juga bisa dikatakan sebagau ungkapan seseorang dalam membandingkan kinerja Anies Baswedan dengan Ahok yang sebelumnya menjabat menjadi gubernur DKI Jakarta.

Mereka berasumsi bahwa kinerja Ahok lebih nyata di bandingkan Anies Baswedan. Bahkan beberapa orang mengolok-olok Anies Baswedan.

Entah mungkin karena kekesalan mereka terhadap bencana banjir yang ada, atau mungkin karena kesempatan saja untuk menyerang. Sulit dipahami!

Namun, apapun yang terjadi seharusnya sebagai rakyat yang bijaksana dalam menghadapi sesuatu, tentu kita bisa mengkritik dengan sopan. Tak perlu mencela dan membandingkan kinerja satu dengan yang lain.

Jika ada yang kurang berkenan, katakanlah dengan baik – baik tanpa menyinggung.

Di sisi lain, Anies baswedan pun harus sesegera mungkin mencari solusi atas terjadinya bencana banjir ini. Hal ini untuk menyelamatkan kesejahteraan warga DKI Jakarta.

banjir DKI JAKARTA

Tak hanya itu, Anies Baswedan juga sebaiknya berdiskusi dengan Ahok mengenai pembenahan jakarta agar Jakarta lebih baik dan terhindar dari banjir.

Mengapa harus Ahok? Mengapa tidak berdiskusi dengan pihak lain? Tentunya lebih baik berdiskusi dengan Ahok.

Pasalnya. Ahok sama-sama pernah merasakan memimpin DKI Jakarta. Tentunya, diskusi mereka berdua akan lebih ‘nyambung’.

Cara apa yang berhasil di jamannya Ahok, setidaknya Anies Baswedan bisa meneruskan, karena tak ada salahnya jika itu memang terbaik.

Kepentingan rakyat adalah sesuatu yang menjadi tujuan seorang pemimpin berdiri. Saling bertukar pikiran dengan yang pernah mengalaminya tak ada salahnya. Turunkan sedikit Ego untuk menjadikan bangsa lebih sejahtera.

Bagaimana Bisa Google Menjadikan “Gubernur Terbodoh” Trending?

Sebenarnya hal seperti ini sudah sering terjadi ya guys? Bukan hanya Anies Baswedan saja. Pasalnya dulu saat Donald Trump di kala pengangkatannya menjadi Presiden Amerika pun sempat mengalami hal yang sama.

Ya, saat kita mengetik kata “idiot” maka akan muncul berita tentang Presiden Amerika Donald Trump.

Tentunya kerja google dalam mentrendingkan kosa kata karena kata tersebut sering di cari oleh banyak khalayak.

Bisa jadi mengenai popularitas, fenomena yang sedang panas, atau hal yang lain yang sedang menjadi perbincangan publik. Hal ini tentu sudah di jelaskan oleh CEO Google Sundar Pichai.

Belum lagi situs-situs yang menayangkan beberapa topic mengenai Anies Baswedan menjadi sorotan kerja google dalam membentuk trending.

Cara Menghindari Banjir

Trending topic “Gubernur Terbodoh” tak lepas dari fenomena banjir DKI Jakarta.

Bukan hanya salah satu orang, tapi salah kita semua dalam menjaga alam. Dari mulai aktivitas kita sehari-hari, dan banyak hal lain yang menjadi sorotan sehingga terjadi banjir.

Perilaku masyarakat sangat berpengaruh dalam bencana banjir. Namun, hal ini sering menjadi sesuatu yang susah untuk di ungkapkan.

Kebanyak masyarakat akan menyalahkan satu pihak tanpa intropeksi diri.

Kami memiliki tips perilaku hidup sehat untuk menghindari banjir, diantaranya sebagai berikut :

1. Tidak membuang sampah di sungai

Hal yang paling sering dan sampai dikatakan sangat wajar untuk membuang sampah di sungai. Miris! Inilah yang harus kita koreksi.

Penyumbatan air terjadi di sungai karena adanya sampah-sampah berserakan di sungai. Hal ini dapat menimbulkan banjir.

Sampah plastik sebaiknya diolah kembali menjadi barang yang lebih berguna. Jika tidak, lebih baik dibakar di tempat yang sesuai.

2. Tidak tinggal di daerah pinggir sungai

Hal ini sering terjadi dan mudah kita temui di kota – kota besar, terutama jakarta.

Padahal pemerintah sudah menyediakan rumah susun untuk mereka yang tidak di pinggir kali.

Hal ini diupayakan agar saat air naik warga tidak kebanjiran. Rumah susun lebih aman dan layak untuk ditinggali.

3. Mengurangi penggunaan plastik

Plastik adalah salah satu sampah yang silit untuk diuraikan. Maka dari itu, meskipun ditempatkan di dasar manapun, plastik akan tetap dan tidak berubah bentuk.

Hal ini harusnya menjadikan kita semua lebih giat dalam mengurangi penggunaan plastik. Di negara maju lainnya, bahkan penggunaan plastik sudah dikurangi.

Itulah beberapa hal yang penting dalam menanggulangi banjir. Apapun yang terjadi, kita tak perlu banyak menyalahkan orang lain.

Pasalnya, kesadaran dari masing-masing pihak sangat penting dalam mengatasi sebuah masalah.

Selalu berpikir positif dan berbicara dalam kepala dingin akan lebih bermanfaat dalam menyelesaikan masalah. (YM)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button