fbpx
Entertainment

Grup Lawak Indonesia yang Pernah Jaya Pada Masanya

Peran grup lawak Indonesia saat ini seolah tenggelam dari panggung dunia komedi, seiring dengan maraknya kehadiran para komika yang menghibur lewat open mick pada pertunjukan stand up comedy.

Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa grup-grup lawaklah yang menjadi cikal bakal dunia komedi, sekaligus inspirator bagi para komika Indonesia. Karena meski pelawak tunggal diadaptasi dari luar negeri, namun roh dari cara penyampaian lawakan itu sendiri banyak diambil dari komedian masa lalu.

Untuk mengenang jagad komedi di Indonesia itulah, tidak ada salahnya jika pembaca Kumkel bernostalgia dengan sejumlah grup lawak Indonesia yang pernah jaya pada masanya.

Srimulat

Grup lawak Indonesia paling legendaris ini didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo pada tahun 1960. Awalnya, Srimulat merupakan pertunjukan musik yang diselipi dengan drama komedi. Jadi tidak hanya sekedar lawakan, melainkan ada unsur cerita sebagaimana drama-drama tradisional seperti ludruk, ketoprak, janger, kentrung, lenong dan drama tradisional yang lain.

Grup lawak yang eksis hingga tahun 1990an ini telah melahirkan banyak pelawak beken yang masing-masing memiliki karakter khas, karena Teguh memang menekankan kepada para pelawaknya agar tiap anggota memiliki karakter  yang berbeda dari para pelawak lainnya.

Beberapa pelawak kondang yang dilahirkan oleh Srimulat diantaranya adalah: Gepeng, Paimo, Asmuni, Basuki, Kadir, Tukul, Doyok, Nunung, Tessy, Gogon, Mamiek, Tarzan, Polo dan masih banyak lagi yang lain. Meski grup lawak ini secara resmi telah bubar, namun para personilnya masih sering manggung bersama, bahkan tidak jarang, identitas Srimulat masih mereka gunakan.

Warkop DKI

Dinamakan “Warkop DKI” karena ketiga personilnya dulu membawakan salah satu acara di Radio Prambors yang bertajuk “Warkop” alias “Warung Kopi”. Sedang DKI merupakan kependekan dari para  personilnya yaitu Dono, Kasino dan Indro.

Warkop DKI bisa dibilang grup lawak Indonesia paling sukses di era 80’an hingga 90’an, karena komedi yang dihadirkannya memang khas, dengan menampilkan wanita-wanita seksi, dan satire-satire yang menyindir kehidupan politik dan masyarakat Indonesia saat itu.

Film-film yang dibuat Warkop DKI hampir semuanya laris manis di pasaran, seperti “Gengsi Dong”, “Maju Kena Mundur Kena”, “Dongkrak Antik”, “Pintar-pintar Bodoh”, “Kesempatan dalam Kesempitan” dan masih banyak lagi film yang lainnya.

Dari ketiga personil Warkop DKI, saat ini hanya Indro yang masih tersisa, setelah pada tahun 1997 Kasino meninggal dunia disusul Wahyu Sardono alias Dono yang meninggal pada tahun 2001.

Kwartet Jaya

Sama halnya dengan Warkop DKI, grup lawak Indonesia yang satu ini tidak hanya melawak di atas pentas, tapi juga membintangi sejumlah film yang juga laris di pasaran. Hanya saja era Kwartet Jaya sekitar satu dekade sebelum Warkop lahir, karena grup lawak ini terkenal di era 70’an.

Kwartet Jaya dibentuk tahun 1967 dengan personil Bing Slamet, Eddy Sud, Ateng, dan Iskak.  Bing Slamet yang merupakan ayah dari artis Uci. Selain pandai mengocok perut, Adi dan Iyut Bing Slamet juga seorang pencipta lagu sekaligus penyanyi.

Sepeninggal Bing Slamet pada tahun 1974, Kwartet Jaya bubar, namun ketiga personilnya terkadang masih sering mentas bersama. Berbeda dengan Ateng dan Iskak yang tetap menekuni dunia komedi hingga akhir hidupnya, Eddy Sud sempat banting stir dengan menjadi produser untuk sejumlah acara musik di televisi. Salah satu yang fenomenal adalah acara musik yang bertajuk “Artis Safari”.

Jayakarta Grup

Nama “Jojon” tentu sudah tidak asing lagi bagi penggemar lawak. Gaya blo’on dan penampilannya yang mirip Charlie Chaplin memang membuatnya berbeda dari pelawak-pelawak yang lain. Tahukah sahabat Kumkel bahwa Jojon merupakan salah satu personil dari Jayakarta Grup selain Cahyono, Uuk dan Jonny ?

Jayakarta Grup merupakan salah satu grup lawak Indonesia yang pernah jaya pada masanya. Ketiga personil dari grup lawak tersebut kini sudah tiada dan hanya tinggal menyisakan Cahyono yang kembali ke kampung halamannya di Banyuwangi, Jawa Timur dan beralih profesi menjadi seorang ustadz sekaligus penceramah.

Bagito

Grup lawak Indonesia yang satu ini mengawali karirnya sebagai penyiar radio bertajuk BasoSK (Bagito Show Senyum dan Ketawa) di radio humor Suara Kejayaan. Nama Bagito merupakan kependekan dari “Bagi Roto” alias “dibagi rata”, dengan personil kakak beradik Dedi Gumelar (Miing) dan Didin Pinasti, ditambah Unang.

Bagito mencapai puncak kejayaannya saat mengisi acara bertajuk “Bagito Show” di salah satu channel televisi swasta. Acara komedi tersebut sangat populer di era 90’an sehingga Bagito pun mendapatkan kontrak yang mahal, bahkan menjadi nilai kontrak paling tinggi yang diterima oleh grup lawak pada masa itu.

Itulah 5 grup lawak Indonesia yang pernah mencapai kejayaan pada masanya. Meski kelima grup lawak tersebut kini hanya tinggal nama, namun dunia komedi Indonesia tidak akan pernah lupa untuk  mencatat keberadaan mereka. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close