Fanjingshan, Kuil Suci di Atas Awan

Fanjingshan atau Gunung Fanjing di Provinsi Guizhou di Cina barat daya, merupakan tempat suci agama Buddha yang berada di puncak gunung. Dua kuil; Kuil Buddha dan Kuil Maitreya berada di puncak batu yang berbentuk seperti jempol, disebut sebagai Red Cloud Golden Peak.

Dua kuil tersebut meski terpisah, disambung oleh jembatan kecil melengkung. Anda harus menaiki kurang lebih 8.000 anak tangga untuk mencapai kuil tersebut dan Anda juga akan disuguhkan dengan pemandangan mengagumkan pegunungan Wuling ketika sampai.

Gunung Fanjing sendiri sudah menjadi tempat suci agama Buddha sejak ribuan tahun lamanya. Lokasi tersebut dipercaya menjadi tempat seseorang mencapai titik spiritual tertingginya, seperti apa yang Buddha Maitreya lakukan.

Pengaruh Buddha mencapai Fanjingshan pada Dinasti Tang (618-907). Cerita rakyat lokal mencatat bagaimana pembangunan kuil-kuil di Fanjingshan mulai dilakukan pada Dinasti Song dan Yuan (960-1368). Ketika agama Buddha mencapai masa keemasannya pada Dinasti Ming dan Qing (1368-1912), banyak kuil-kuil lagi yang dibangun di Fanjingshan.

Selama Dinasti Ming (1368-1644), 48 kuil Buddha dibangun di atas gunung dan banyak juga yang telah dihancurkan. Kuil yang masih tersisa pun menjadi tempat yang penting bagi para penganut Buddha di seluruh dunia.

Kuil Xiyan atau yang kini disebut dengan Kuil Buddha dan Kuil Maitreya juga berdiri di tempat yang tidak kalah menakjubkannya. Gunung Fanjing yang berketinggian 2.572 meter ini juga dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Penobatan prestisius Gunung fanjing sebagai Warisan Dunia UNIESCO menambah daftar situs warisan dunia yang dimiliki Tiongkok menajdi 12, lebih dari negara manapun di dunia. Australia dan Amerika memiliki 12 situs warisan dunia, sedangkan Inggris memiliki empat.

Gunung Fanjing diidentifikasi sebagai hutan prasejarah dengan lebih dari 2600 ragam tumbuhan, beberapa terancam punah dengan jenis tanaman yang bisa dilacak hingga dua juta tahun lalu. Beberapa diantaranya adalah Alphine rhododendrons, Dovetree bloom, crape mrytle, dan hewan langka seperti monyet emas Guizhou.
Hewan lain asli Gunung Fanjing yang terancam punah adalah monyet abu-abu snub-nosed. Peneliti tidak terlalu mengetahui seluk beluk perihal monyet tersebut, dan populasi mereka pun terus menurun akibat makin hilangnya habitat.

Spesies langka lainnya yang bisa ditemukan di Gunung Fangjin adalah salamander raksasa, rusa forest musk, dan burung Reeve.

Jika Anda berminat untuk mengunjungi Fanjingshan, ada beberapa hal yang bisa Anda kunjungi, pertama tentu saja Red Cloud Golden Summit yang menjadi primadona dari lokasi tersebut. gunung batu yang menyerupai jempol ini disebut ‘red cloud’ bukan tanpa alasan. Ketika sunset atau sunrise, seluruh puncak dipenuhi oleh awan bersemu merah, dan dalam bahasa Cina, ‘red cloud’ berarti “good luck”.

Anda juga bisa mengunjungi Mushroom Stone, pilar batu yang besar di puncak dan kecil di bagian bawah, sehingga menyerupai jamur. Tinggi batu tersebut sekitar 10 meter dan batu tersebut terbentuk secara alami, sejak satu milyar tahun lamanya. Banyak pelukis dan fotografer yang telah menciptakan karya hebat dari fenomena alam tersebut. Mungkin Anda juga bisa menjadi yang selanjutnya.

Gunung Fanjing merupakan keajaiban alam yang tidak bisa begitu saja dilewatkan. Lokasi tersebut berisi fenomena alami yang tidak bisa dilihat di tempat lain, mulai dari susunan batu hingga keragaman flora dan faunanya. Gunung Fanjing juga menjadi situs peradaban penting yang menjadi pasak perkembangan agama Buddha, khususnya di Tiongkok.

Untuk menuju Gunung Fanjing, Anda bisa memulainya dari Guangzhou, kota terbesar di Cina selatan. Dari Guangzhou, Anda bisa melanjutkan 95 menit penerbangan menuju Bandara Tongren. Dari Tongren, Anda bisa menggunakan bus untuk sampai ke kaki Gunung Fanjing denga durasi perjalanan kurang lebih dua jam. Setelah itu Anda dan puncak Gunung Fanjing hanya dipisahkan oleh 8.888 anak tangga.

Para turis biasanya menghabiskan waktu lima jam untuk menaiki satu demi satu anak tangga tersebut. Atau jika Anda terlalu lelah untuk menggunakan tangga, tersedia juga kereta gantung yang akan mengantar Anda sampai puncak. (fa)