fbpx
Artikel

Faktor yang Mempengaruhi Produksi Sampah dan Cara Penanganannya

 

Produksi sampah yang berlebihan, menjadi persoalan yang serius di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Bandung dan kota-kota besar lainnya. Persoalan tersebut menjadi bertambah runyam, karena setiap tahunnya jumlah sampah yang dihasilkan kota-kota besar tersebut bukannya berkurang tapi justru semakin meningkat. Sementara sistem penangannya dari tahun ke tahun hampir tidak ada perubahan.

Contoh dari besarnya produksi sampah di kota-kota besar tersebut salah satu diantaranya dapat dilihat di Jakarta. Dalam sehari, ibukota Republik Indonesia ini  menghasilkan sampah tidak kurang dari 7.500 ton yang jika ditumpuk, ukurannya akan setara dengan Candi Borobudur.

Sampah sebanyak 7.500 ton perhari tersebut sebagian besar atau sekitar 60 persen merupakan sampah rumah tangga, 29 persen sampah komersial seperti hotel, restoran serta yang lain dan 11 persen sampah bersumber dari fasilitas umum.

Sedang total besarnya sampah yang dihasilkan di Indonesia perhari  menurut riset SWI (Sustainable Waste Indonesia)  sekitar 65 juta ton. Sebanyak 69 persen dari sampah tersebut dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), 7 persen didaur ulang dan masih ada sekitar 24 persen atau sebanyak 15 juta ton sampah perhari  yang tidak terkelola sehingga mengotori lingkungan dan ekosistem.

Faktor yang Mempengaruhi Produksi Sampah

Dengan melihat gambaran sekilas dari kondisi sampah di Indonesia tersebut, sahabat Kumkel tentu penasaran, faktor apa saja yang mempengaruhi produksi sampah sehingga jumlahnya sedemikian besar? Berikut 3 faktor yang berpengaruh besar terhadap produksi sampah.

Jumlah Penduduk    

Laju pertambahan penduduk merupakan faktor utama yang mempengaruhi produksi sampah. Itu sebabnya kota-kota besar yang padat penduduk menjadi tempat penghasil sampah paling besar.

Pengaruh jumlah penduduk terhadap produksi sampah tersebut membuat semua pihak utamanya pemerintah tidak boleh hanya memikirkan ketersedian lahan untuk pemukiman, pertanian, industri serta berbagai penunjang kehidupan yang lain, melainkan juga harus memikirkan lahan untuk keperluan penimbunan dan pengelolaan sampah.

Kemajuan Teknologi

Pesatnya perkembangan teknologi turut mempengaruhi bertambahnya jumlah dan jenis sampah, karena bahan baku yang digunakan semakin beragam, seperti plastik, kaleng, sampai dengan sampah industri dan sampah nuklir yang berisiko tinggi.

Kemajuan teknologi bahkan menjadi sumber utama penghasil sampah yang sulit untuk didaur ulang, seperti sterofoam, plastik, kaleng aluminium, kaca, karet, kain nilon dan beberapa jenis hasil teknologi yang lain. Untuk itulah penggunaan teknologi yang berpotensi menghasilkan sampah sebisa mungkin dikurangi.

Kondisi Sosial Ekonomi

Produksi sampah turut dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat. Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi masyarakat, maka semakin banyak sampah yang dihasilkan dan semakin beragam jenisnya termasuk jenis sampah yang tidak dapat membusuk.

Hal tersebut disebabkan karena tingginya tingkat sosial ekonomi berpengaruh terhadap tingkat daya beli dan kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Untuk itu diharapkan agar meningkatnya tingkat sosial ekonomi juga dibarengi dengan tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Cara Menangani Produksi Sampah yang Berlebih   

Terdapat berbagai macam cara untuk menangani produksi sampah yang berlebih, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Landfill

Penanganan sampah dengan metode dilakukan dengan membiarkan sampah membusuk dan menjadi bahan organik. Cara ini relatif sederhana dan tidak butuh biaya mahal karena hanya tinggal menumpuk sampah yang ada hingga membusuk. Namun risikonya adalah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan seperti kotoran dan bau busuk serta bisa menjadi penyebab berjangkitnya penyakit menular.

Recycle

Pola penanganan produksi sampah yang berlebih dengan menggunakan metode recycle ini adalah dengan melakukan aktifitas memilah, mengumpulkan,memproses, mendistribusikan dan membuat produk bekas pakai. Inti dari pengolahan sampah dengan metode recycle ini adalah menunda menumpukan sampah anorganik lewat pembuatan produk  daur ulang sampai akhirnya produk tersebut menjadi sampah kembali.

Kompos

Sebagaimana diketahui bersama, proses pengolahan sampah dengan pengomposan adalah dengan menumpuk sampah organik pada sebuah lubang dalam jangka waktu tertentu sampai terjadi dekomposisi oleh sebuah proses yang dilakukan mikroorganisme hingga sampah tersebut berubah menjadi pupuk.

Incenerator

Penanganan produksi sampah dengan metode incenerator hanya khusus untuk jenis sampah yang dapat dibakar sampai habis. Metode ini hanya dapat diterapkan jika lokasi pembakaran sampah berada jauh dari pemukiman penduduk, karena pembakaran sampah dapat menghasilkan ratusan jenis senyawa kimia berbahaya yang disebut dioksin.

Itulah tadi 3 faktor yang mempengaruhi produksi sampah dan 4 cara untuk menangani sampah berlebih. (ak)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button