fbpx
Artikel

Definisi Sampah yang Perlu Diketahui

Kata “sampah’ tentunya sudah tidak asing lagi di telinga sahabat Kumkel. Tapi, tahukah kamu definisi sampah itu apa dan terbagi atas berapa jenis?

Secara sederhana kata sampah dapat diartikan sebagai material yang sudah tidak terpakai dan dibuang sebagai sisa dari hasil rumah tangga maupun dari proses produksi industri. Ada pula yang mengartikan sampah sebagai benda-benda yang sudah tidak terpakai dan tidak digunakan lagi oleh makhluk hidup, sehingga menjadi benda buangan.

Jika merujuk pada peraturan pemerintah pada Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, definisi sampah adalah sisa dari kegiatan manusia sehari-hari atau proses alam berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik yang memiliki sifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap tidak berguna dan dibuang ke lingkungan.

Sementara definis sampah menurut WHO (World Health Organization) adalah barang yang berasal dari kegiatan manusia yang sudah tidak digunakan, baik tidak disenangi, tidak dipakai maupun yang dibuang.

Terlepas dari arti kata ‘sampah’ sebagaimana dirujuk dari berbagai sumber, dalam konsep-konsep alam tidak ada konsep yang mendefinisikan tentang sampah. Konsep yang ada adalah produk-produk yang dihasilkan selama dan setelah berlangsungnya proses alam.

Istilah ‘sampah’ dengan berbagai makna yang berkembang muncul karena dalam kehidupan manusia rujukan yang digunakan adalah konsep lingkungan.

Definisi Sampah Berdasarkan Sifatnya

Meski terdapat berbagai perbedaan dalam mengartikan kata ‘sampah’, namun semua sepakat bahwa definisi sampah berdasarkan sifatnya terbagi atas 3 macamm yaitu:

Sampah Organik

Sampah organik merupakan sampah degradale atau dapat diurai. Sampah jenis ini mudah membusuk sehingga dapat diolah menjadi kompos. Beberapa contoh dari sampah organik diantaranya adalah: sisa makanan, daun-daunan, sayuran, kayu, bangkai tumbuhan, bangkai hewan serta yang lain.

Sampah Anorganik

Sampah Anorganik memiliki sifat undergradable atau tidak terurai. Karena sampah ini tidak mudah busuk maka cara pemanfaatannya adalah dengan menjadikannya bahan untuk produk lainnya atau mendaur ulang sampah tersebut sehingga memiliki nilai komersial, seperti menggunakannya untuk bahan barang-barang kerajinan. Beberapa contoh dari sampah anorganik diantaranya adalah: botol plastik, gelas minuman, kalen, serta yang lain.

Sampah Beracun (B3)

Sampah ini mendapat istilah B3 yang merupakan kependekan dari Bahan Berbahaya dan Beracun karena merupakan limbah yang memiliki risiko tinggi jika sampai tersentuh dan terhirup oleh manusia. Beberapa contoh dari sampah beracun diantaranya adalah: limbah obat-obatan dari rumah sakit, limbah pabrik, serta yang lain.

Definisi Sampah Berdasarkan Bentuknya

Selain membagi sampah berdasarkan sifatnya, definisi sampah juga didasarkan pada bentuknya. Berdasarkan bentuknya tersebut, sampah terbagi atas 6 macam, yaitu:

Sampah Padat

Disebut sampah padat karena jenis sampah ini merupakan berbagai bahan buangan yang berbentuk padat, baik yang bersifat organik maupun anorganik. Sampah padat ini berdasarkan biodegradability atau kemampuan diurai oleh alam terbagi atas 2 jenis, yaitu: biodegradable atau sampah yang dapat diurai secara sempurna melalui proses biologi aerrob dan anaerob seperti sampah pertanian, perkebunan, sampah dapur dan sebagainya.

Kedua adalah sampah non-biogradable atau sampah yang tidak bisa diurai lewat proses biologi. Sampah non-biogradable terbagi atas 2 jenis, yaitu: recyclable atau sampah yang dapat diolah karena memiliki nilai ekonomis seperti kertas, plastik, pakaian serta yang lain, dan non-reciclable atau sampah yang tidak dapat diolah atau tidak memiliki nilai ekonomis, seperti: carbon paper, tetra packs, thermo coal, serta yang lain.

Sampah Cair

Disebut sampah cair karena berupa bahan cairan yang sudah tidak diperlukan dan dibuang. Sampah cair ini terdiri atas 2 jenis yaitu: limbah hitam yang dihasilkan toilet dan mengandung patogen berbahaya serta limbah rumah tangga yang dihasilkan kamar mandi, tempat mencuci dan dapur yang dimungkinkan juga mengandung patogen.

Sampah Alam

Disebut sampah alam karena diproduksi oleh kehidupan alam liar melalui proses daur ulang alami. Pada kehidupan alam liar sampah jenis ini bukan merupakan persoalan, namun jika berada di lingkungan pemukiman dapat menjadi masalah. Contohnya daun-daun kering yang berguguran di kawasan hutan, karena proses daur ulang alami membuatnya terurai menjadi tanah.

Sampah Manusia

Human waste alias sampah manusia merupakan hasil-hasil pencernaan manusia seperti urin dan feses. Sampah manusia bisa berisiko bagi kesehatan karena bisa dijadikan sebagai vektor atau sarana berkembangbiaknya virus dan bakteri yang menjadi penyebab penyakit.

Sampah Konsumsi

Segala sesuatu yang dikonsumsi manusia dan dibuang ke tempat sampah disebut sampah konsumsi. Setiap kali berbicara tentang ‘sampah’, dalam pikiran hampir semua orang adalah sampah jenis ini. Padahal  sampah konsumsi ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sampah-sampah hasil industri dan pertambangan.

Sampah Radioaktif

Limbah nuklir adalah hasil fusi dan fisi nuklir yang sangat  berbahaya bagi manusia dan lingkungan karena mengandung uranium dan thorium. Itu sebabnya penyimpanan sampah nuklir dilakukan di tempat-tempat yang jarang dikunjungi manusia seperti di dasar laut atau di bekas tambang garam.

Demikian penjelasan singkat tentang definisi sampah yang perlu diketahui. (ak)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button