fbpx
Travel

Chogha Zanbil, Ziggurat Misterius dari Iran

Jika Bangsa Mesir memiliki piramid, Bangsa Mesopotamia memiliki ziggurat, rangkaian struktur bata yang membentuk piramida berundak. Belum ada yang mengetahui untuk apa monumen tersebut dibangun, apakah hanya sebagai tempat peribadatan, atau seperti piramid, menjadi tempat makam raja-raja, entah.

Tinggi ziggurat rata-rata mencapai 50 meter, dengan susunan lima tingkat dan ruangan kuil terdapat di puncaknya. Ziggurat tersebar di seluruh daratan Timur Tengah. Yang paling terkenal, The Great Ziggurat of Ur berada di Irak. Namun jika membicarakan mana ziggurat yang paling misterius, jawabannya adalah Chogha Zanbil.

Chogha Zanbil adalah ziggurat yang berada di luar Mesopotamia, dan menjadi salah satu ziggurat terbesar. Monumen tersebut berdiri di situs kota kuno Elam, kini bagian dari Provinsi Khuzestan, Iran barat daya.

Chogha Zanbil

Chogha Zanbil menarik karena dia salah satu ziggurat yang pembangunannya tidak sempat selesai. Pada 1250 sebelum masehi, Raja Untash-Napirisha memerintahkan Chogha Zanbil untuk menghormati Dewa Besar Inshushinak, satu dari sekian banyak dewa-dewa dalam kepercayaan Elamite.

Di masa lampau, Chogha Zanbil yang berarti ‘keranjang’ juga diketahui sebagai Dur Untaš, kota suci untuk Kerajaan Elamite. Dilansir dari Irandestination, Raja Untash-Napirisha mungkin ingin membuat kota religi sehingga dia mendirikan Chogha Zanbil. Hal tersebut menjadi bukti mengapa ziggurat tersebut dibangun di tengah-tengah wilayah yang khusus diperuntukkan bagi raja.

Namun sebelum ziggurat tersebut rampung, raja mati dan pembangunannya pun terbengkalai. Ketika pasukan Asiria menyerang Chogha Zanbil enam abad setelahnya, ada setidaknya ribuan bata yang  tergeletak di sekitar situs. Namun kota tersebut tetap menjadi situs perziarahan dan lokasi penguburan. Bangsa Asiria merekam jika raja mereka, Ashurbanipal menghancurkan kota tersebut pada tahun 646 setelah masehi.

Ziggurat tersebut hanyalah bagian dari kompleks yang lebih luas. Ada total 11 kuil lain, yang didedikasikan untuk dewa berstrata rendah. Dikatakan Raja Untash-Napirisha awalnya ingin membangun 22 kuil. Para peneliti percaya hal tersebut raja lakukan untuk menggantikan Susa sebagai pusat keagamaan baru.

Ukuran lebar ziggurat sendiri hanya 100 meter di setiap sisinya dengan tinggi 50 meter. Terdiri dari lima lantai, di lantai paling atas dibangun kuil pemujaan. Kini ziggurat Chogha Zanbil hanya setinggi 24 meter saja, ornamen-ornamen pada fasad dahulu dilapisi terakota biru dan hijau. Interiornya didekorasi dengan kaca dan mosaik gajah. Di depan pintu masuk patung banteng elang dibangun dari rangkaian terakota yang mengkilap.

Meskipun lapisan-lapisan mengkilap tersebut sudah lama hilang dari fasad, ziggurat secara umum dinobatkan sebagai situs Iran pertama yang masuk di dalam daftar UNESCO World Heritage.

Jika melihat struktur monumen Chogha Zanbil, bangunan tidak didirikan dengan menumpuk lantai satu sama lain, melainkan semua lantai dibangun dari bawah. Menurut arkeolog yang bekerja di situs, kuil asli yang didedikasikan untuk Inshushinak dikelilingi oleh halaman terbuka berbentuk persegi. Berkat halaman terbuka di dalam kuil itu, ziggurat dimungkinkan untuk dibangun menggunakan cara unik.

Para arkeolog yang dipimpin Roman Ghirshman dari 1951 hingga 1961 melaporkan jika sisa-sisa ziggurat hanya tinggal 25 meter. Mereka lalu berspekulasi jika tinggi asli ziggurat bisa mencapai 53 meter. Para arkeolog juga mengukur luas dasar dari struktur yang lebarnya mencapai 105 meter.

Hal lain yang ditemukan adalah ziggurat tersebut juga bisa diakses melalui tangga melengkung yang tidak terlihat dari luar. Ini yang membedakan antara ziggurat Chogha Zanbil dengan ziggurat Mesopotamia. Dalam ziggurat Mesopotamia, bangunan dilengkapi dengan tiga tangga luar. Maka itu, tangga melengkung merupakan fitur yang menjadikan Chogha Zanbil berbeda dengan ziggurat di Mesopotamia.

Pada 1950an, tangga melengkung itu membawa para arkeolog langsung ke lantai tiga, yang sebagian masih terjaga. Namun dua lantai lainnya telah hancur.

Karena lokasi Chogha Zanbil cukup sulit diakses, tidak ada moda transportasi umum untuk Anda yang ingin berkunjung. Maka itu, untuk mencapai Chogha Zanbil, Anda dari Teheran bisa memakai bus untuk mencapai Shushtar, Provinsi Khuzestan. Selanjutnya Anda bisa menyewa taksi atau mobil untuk berkendara menuju Chogha Zanbil. Perjalanan dari Shushtar ke Chogha Zanbil memakan waktu kira-kira 40 menit. (fa)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button