fbpx
ArtikelEntertainment

Ashraf Sinclair Meninggal Akibat Serangan Jantung, Waspadai Pemicu Serangan Jantung!

Kumkel.com – Kabar duka kini menggemparkan dunia pertelivisian. Tepat Selasa (18/02/2020) pagi hari suami dari Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair (40) menghembuskan nafas untuk terkahir kalinya. Ashraf Sinclair dikabarkan meninggal akibat terkena serangan jantung.

Hingga saat ini, pihak dari Bunga Citra Lestari belum membuka suara perihal meninggalnya Ashraf Sinclair. Hanya manager dari Ashraf Sinclair yang angkat suara mengenai penyebab kematian Ashraf Sinclair.

Menurut penuturan dari saudara Ashraf Sinclair, dari wawancara dengan media, mengatakan bahwa Noah anak semata wayang dari Ashraf Sinclair dan BCL selalu menguatkan BCL.

Banyak yang tidak mengira bahwa Ashraf Sinclair menderita penyakit jantung. Hal ini karena Ashraf Sinclair terlihat sangat bugar dan tidak seperti menederita sakit apapun.

Berita duka ini juga membuat kaget para netizen dan kalangan artis lainnya. Beberapa artis seperti Luna Maya juga memberikan ucapan bela sungkawa.

Hingga saat ini, banyak warganet yang membanjiri kolom komentar di postingan terakhir Ashraf Sinclair di Instagram. Mereka tidak mengira suami dari BCL itu pergi secepat itu untuk selama – lamanya.

Beberapa artis ikut mengantarkan suami BCL ke peristirahatan terkahir. Seperti Titi Kamal beserta suaminya yang ikut mengantarkan mendiang Ashraf Sinclair untuk yang terakhir kalinya.

ashraf sinclair meninggal dunia

Dari wawancaranya dengan awak media, Chrisitian Sugiyono mengatakan bahwa dirinya dengan Ashraf Sinclair baru saja berbincang – bincang di Whatsapp tiga hari lalu. Suami Titi Kamal mengundang Ashraf untuk datang ke acara ulang tahunnya. Namun apa daya, tuhan berkehendak lain.

Awalnya banyak yang mengira berita meninggalnya Ashraf Sinclair adalah berita hoax, melihat dari usia Ashraf Sinclair yang masih muda, sehingga tidak mungkin terkena serangan jantung.

Namun, secara medis meskipun Ashraf Sinclair terlihat sehat dan masih muda, tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya terkena serangan jantung.

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang akan menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Maka dari itu, anda harus selalu cek kondisi kesehatan anda secara rutin untuk menghindari resiko penyakit jantung. Tak hanya itu, anda pun harus sedikit mengetahui gaya hidup yang dapat memicu resiko penyakit jantung.

Pemicu Serangan Jantung

1. Kebiasaan merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang, terutama pria. Kebiasaan ini sangat membahayakan bagi manusia. Bukan hanya perokok aktif, tetapi juga perokok pasif.

Hal ini karena kandungan di dalam rokok yang dapat menimbulkan penyakit seperti jantung, paru – paru ,hingga kematian. Di dalam rokok terdapat kandungan yang umumnya dijadikan sebagai bahan insektisida sehingga bisa dibayangkan, jika zat ini masuk kedalam tubuh manusia dampaknya akan jadi seperti apa.

Para pakar kesehatan dan ahli medis memberitahukan mengenai bahaya merokok. Siska Sudriana Danny SpJP(K), seorang anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardovaskular Indonesia mengatakan bahwa Rokok adalah salah satu faktor yang memicu terjadinya penyakit kardovaskular selama beberapa tahun (26/07/2018).

Resiko penyakit kardovaskular banyak menyerang perokok laki – laki, bahkan prosentasenya mencapai 64,9%. Hal ini telah diungkapan dalam jurnal National Center for Biotechnology Information di tahun 2016.

Selain itu, pakar kesehatan menyatakan bahwa 1 batang rokok saja dapat menimbulkan resiko penyakit jantung koroner dengan angka kemungkinan terjadinya 50%.

2. Penyakit Jantung Genetik

Segala penyakit memiliki prosentase terjadinya hingga 50% atau lebih jika disebabkan oleh genetik. Begitupun dengan penyakit serangan jantung yang dapat menyerang siapa saja. Penyakit serangan jantung juga dapat di pengaruh oleh faktor genetik, bahkan besar kemungkinannya lebih dari faktor lainnya.

Resiko terkena serangan jantung dan stroke bisa diidentifikasi dari anak laki – laki yang satu tingkat dari ayahnya pada saat menginjak usia 50 tahun. Bisa juga dari ibu menurun ke anak perempuannya atau saudara di bawahnya. Namun resiko akan terjadinya pada usia kisaran 65 tahun.

3. Stress

Stress ini merupakan salah satu hal yang dapat memicu berbagai penyakit. Stress ditimbulkan dari rutinitas sehari – hari yang monoton. Selain itu, rasa tertekan juga dapat menimbulkan stress, bahkan hal ini bisa juga menimbulkan kematian.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan bahwa stress sering kali terjadi saat manusia menginjak di usia 22 hingga 39 tahun, bahkan tingkat stressnya paling tinggi.

Peradangan yang terjadi pada darah koroner semakin memburuk dikarenakan oleh stress. Hal ini dapat membuat pembuluh darah tersumbat sehingga dapat meningkan tekanan darah.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh 52 negara menyatakan bahwa manusia memiliki resiko 2 kali lipat terkena serangan jantung karena stress permanen saat di rumah dan di kantor. Maka dari itu, carilah lingkungan yang dapat membuat anda merasa nyaman.

4. Kelebihan Berat Badan

Kelebihan berat badan atau biasa dikenal dengan obesitas dapat membuat aktivitas fisik kita menurun. Hal ini dapat membuat manusia beresiko terkena diabetes. Selain itu, obesitas juga memiliki andil yang cukup besar terhadap penyakit serangan jantung.

Berat badan yang berlebih dapat membuat jantung bekerja lebih berat dibandingkan pada manusia yang memiliki berat badan normal. Obesitas dapat menimbulkan terjadinya peradangan, hal ini karena lemak di area perut terus menumpuk sehingga akan membuat zat – zat kimia terlepas.

Ini juga akan membentuk plak – plak di area arteri yang membuat peredaran darah tidak lancar sehingga menimbulkan serangan jantung.

5. Diabetes Melitus Tipe 2

Luke Laffin, seorang ahli jantung mengatakan bahwa serangan jantung di usia muda dapat di karenakan oleh penyakit diabetes melitus tipe 2. Diabetes tipe ini umumnya di karenakan oleh pola hidup yang kurang sehat.

Minuman beralkohol dan pola makan yang tidak sehat membuat seseorang mudah terkena diabetes. Selain itu, kurangnya olahraga juga membuat kolesterol meningkat dan menyebabkan diabetes.

6. Hipertensi

Hipertensi merupakan salah satu penyakit di mana sistem kardiovaskular memperoleh tekanan terlalu besar. Hal ini menyebabkan otot jantung dan pembuluh darah mengalami gangguan sehingga terjadi serangan jantung.

Bukan hanya serangan jantung, hipertensi juga dapat menimbulkan penyakit komplikasi yakni stroke dan gagal ginjal.

Dr. Tunggul Situmorang, seorang kosultan ginjal dan hipertensi di RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa serangan jantung biasanya terjadi di malam dan pagi hari, sebab di waktu itu tekanan darah meningkat. (YM)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close