fbpx
Artikel

Inilah Contoh Artikel Tentang Sampah Plastik di Indonesia

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang sedang hangat dibicarakan sekarang ini adalah masalah sampah. Pasalnya, Indonesia merupakan negara kedua terbesar penghasil sampah setelah Tiongkok. Dengan begitu, tidak heran jika banyak beredar soal artikel tentang sampah plastik yang ada di Indonesia.

Artikel tentang sampah plastik yang beredar sangatlah beragam, salah satunya yaitu yang bersifat edukasi. Pasalnya, edukasi dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan mengenal bahaya sampah plastik. Berikut ini adalah contoh dari artikel yang membahas mengenai sampah plastik yang ada di Indonesia:

Indonesia Darurat Sampah Plastik, Inilah 5 Cara Mengurangi Sampah Plastik

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Tahun 2019 telah menyatakan bahwa Indonesia sedang masa darurat sampah plastik. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya ikan yang sudah mengandung microplastic, yaitu berjumlah 70%. Hal tersebut tentunya mempengaruhi kualitas ikan serta kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

Hal lain yang cukup mencengangkan yaitu fakta bahwa Indonesia dapat menghasilkan 7,2 juta ton sampah plastik per tahun. Selain itu, 32% dari sampah tersebut belum dapat dikelola dengan baik. Fakta tersebut terekam oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dipertengahan tahun 2019.

Dengan belum adanya pengelolaan sampah plastik yang baik, maka dihimbau untuk seluruh masyarakat Indonesia dapat menggunakan plastik dengan bijak. Namun, sebetulnya banyak cara untuk mengurangi sampah plastik dan cara-cara tersebut diulas dalam penjelasan berikut ini:

1. Kurangi Pembelian Air Mineral

Siapa sangka bahwa botol mineral merupakan penyumbang banyak sampah plastik. Tercatat diseluruh dunia bahwa setiap tahun ditemukan 20 miliar botol plastik yang hanya berakhir di tempat sampah. Tentunya hal ini sangat disayangkan karena butuh waktu yang sangat lama untuk botol plastik terurai. Hal tersebut tentunya dapat menganggu lingkungan.

Sebagai solusi untuk mengurangi sampah botol plastik yaitu mengurangi pembelian air mineral. Misalnya, membawa botol minum yang dapat digunakan berkali-kali. Selain dapat mengurangi timbunan sampah botol plastik, membawa botol minum juga dapat menghemat pengeluaran. Mudah bukan?

2. Gunakan Kotak Bekal

Jika sering membeli makanan untuk dimakan di rumah, mulailah untuk membawa kotak bekal sendiri. Pasalnya, pembungkus makanan, seperti plastik bungkus makanan, styrofoam, atau wadah makanan plastik sekali pakai dapat menyumbang plastik sampah. Terlebih lagi bagi styrofoam yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk terurai.

Selain dapat menyumbang banyak sampah plastik, bahan-bahan tersebut juga kurang baik digunakan apabila makanan yang dibungkus dalam keadaan panas. Membawa kotak makan sendiri juga tentunya jauh lebih bersih dan higenis. Oleh karena itu, untuk selalu menjaga kesehatan dan mengurangi sampah plastik, bawalah kotak makanan sendiri.

3. Biasakan Membawa Kantong Belanja

Setiap kali berbelanja, seringkali dibekali kantong plastik untuk memuat semua belanjaan yang telah dibeli. Bisa dibayangkan apabila berbelanja dalam jumlah banyak, berapa tas plastik yang dibutuhkan. Itu hanya satu orang saja, belum lagi jika seluruh masyarakat Indonesia melakukan hal yang sama. Maka, tidak heran bahwa sampah plastik di Indonesia semakin menggunung dari hari ke hari.

Solusi dari permasalahan tersebut yaitu selalu membiasakan diri untuk membawa kantong belanja yang dapat dipakai berulang kali. Selain lebih menjaga lingkungan, kantong belanja yang dibawa sendiri biasanya lebih kuat. Terlebih lagi, kini sudah tersedia kantong belanja non-plastik yang dapat dilipat sangat kecil untuk efisiensi tempat.

4. Hindari Penggunaan Sedotan Plastik

Sejak beberapa bulan ini, banyak restoran cepat saji maupun kedai kopi tidak lagi menyediakan sedotan plastik bagi konsumennya. Pasalnya, sedotan plastik ternyata salah satu sampah plastik yang banyak dihasilkan, selain botol plastik, dan kantong belanja. Meskipun memiliki bentuk yang kecil, namun sedotan bisa menghasilkan sampah plastik yang menggunung karena digunakan dalam jumlah yang banyak.

Alternatif dari permasalah tersebut yaitu menggunakan sedotan dari bahan selain plastik. Kini, banyak beredar sedotan non-plastik, misalnya berbahan stainless steel, kaca, maupun bambu. Tentunya bahan-bahan tersebut sangat ramah lingkungan karena tidak mengandung plastik dan dapat digunakan berulang kali.

5. Gunakan Clodi

Bayi seringkali menggunakan diapers atau popok sekali pakai. Pasalnya, cara ini sangat memudahkan bagi orang tua karena sangat efektif dan efisien menjaga kebersihan bayi. Namun, diapers ini berbahan plastik yang dapat menyumbang sampah plastik. Selain itu, diapers juga salah satu sampah plastik yang sulit untuk didaur ulang.

Oleh karena itu, cobalah menggunakan clodi atau cloth diapers. Clodi merupakan popok kain yang tentunya dapat digunakan berkali-kali dengan cara menyucinya ketika terkena kotoran bayi. Mungkin orang tua akan merasa kerepotan akan melakukan ini, tetapi itulah salah satu cara untuk menjaga lingkungan.

Kelima cara mengurangi sampah plastik tersebut tentunya dapat dilakukan di rumah dan saat ini juga. Pasalnya, Indonesia memang sudah darurat sampah, Hal tersebut dapat dilihat dari data yang telah disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Oleh karena itu, cobalah lakukan yang paling mudah dan konsisten melakukannya.

 

Itulah salah satu contoh dari artikel tentang sampah plastik di Indonesia. Keadaan darurat akan sampah plastik yang menggunung di Indonesia menjadi sorotan tersendiri. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak artikel yang membahas tentang sampah plastik. Dengan begitu, diharapkan masyarakat Indonesia lebih perhatian akan masalah ini. (BA)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close