fbpx
Artikel

Contoh Artikel Tentang Kemerdekaan Bertema Momen Proklamasi

Topik kemerdekaan Indonesia selalu menjadi diskusi hangat, baik diperbincangkan secara verbal maupun tulisan. Bagi beberapa penulis membuat artikel tentang kemerdekaan memberikan sensasi tersendiri. Apalagi tema yang dibahasnya adalah momen-momen menuju proklamasi kemerdekaan Indonesia. Menulis artikel tentang proklamasi bukan hanya mengenang jasa pahlawan, tapi juga bentuk edukasi kepada generasi muda.

Sebenarnya tema artikel tentang proklamasi kemerdekaan tidak hanya tentang proklamasi. Jika ingin menulis tentang kemerdekaan, bisa juga melihat perjuangan bangsa lewat organisasi-organisasi politik, perang di setiap daerah melawan penjajah, dan masih banyak lagi. Namun contoh di bawah adalah artikel tentang kemerdekaan yang bertemakan proklamasi. Sebuah momen penting detik-detik kebebasan dari penjajah yang hingga kini kita nikmati.

Momen Penting Menuju Pembacaan Teks Proklamasi

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali dibacakan oleh Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00. Rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 menjadi saksi bisu peristiwa sejarah ini. Ada beberapa kejadian penting yang mengiringi proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut. Kejadian-kejadian ini tidak boleh dilupakan karena menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia. Ini lah beberapa momen tersebut:

1. Pengeboman Hiroshima – Nagasaki

Hiroshima dan Nagasaki adalah dua kota terbesar di Jepang yang pada tahun 1945 dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Awalnya kota Hiroshima dulu yang mendapat hantaman bom ini pada 6 Agustus 1945. Baru berselang tiga hari, pada 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki ikut dibom juga. Dengan adanya kejadian ini, Jepang akhirnya menyerah pada Sekutu di Perang Dunia II. Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia yang saat itu dibawah jajahan Jepang untuk meraih kemerdekaannya.

2. Desakan Golongan Muda

Sutan Syahrir adalah orang yang pertama kali menyampaikan pada Ir. Soekarno perihal kekalahan Jepang. Ia mendengar kabar ini melalui siaran radio dan mendesak Ir. Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ia bersama golongan muda enggan menunggu hasil rapat PPKI karena lembaga itu pun buatan Jepang. Namun di lain pihak, Ir. Soekarno yang mewakili golongan tua menghindari pertumpahan darah pada saat proklamasi.

3. Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok tidak dapat dilepaskan dari rangkaian detik-detik proklamasi. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sengaja dibawa ke Rengasdenglok untuk berunding dengan perwakilan dari golongan tua dan muda. Mereka berdiskusi tentang kapan dan cara yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hal ini pun dilakukan agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh dengan masukan-masukan Jepang.

4. Penyusunan Teks Proklamasi

Perundingan golongan tua dan muda akhirnya mencapai kesepakatan, maka selanjutnya adalah penyusunan teks proklamasi kemerdekaan. Meski naskah ini terbilang pendek, namun dalam penyusunannya cukup memakan waktu, yaitu saat larut malam pukul 02.00 – 04.00. Rumah Laksamana Tadashi Maeda adalah saksi perumusan tersebut. Ir. Soekarno bersama Drs. Moh. Hatta dan Achmad Soebarjo mengonsepkan naskah di ruang makan pada rumah yang terletak di Jalan Imam Bonjol No.1 tersebut.

Setelah teks proklamasi selesai dirumuskan, Sayuti Melik bertugas untuk mengetiknya. Saran dari Sukarni akhirnya teks proklamasi tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dengan mengatasnamakan Bangsa Indonesia.

5. Pembuatan Bendera Merah Putih

Bendera Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat pembacaan proklamasi dijahit oleh istri Ir. Soekarno, yaitu Ibu Fatmawati. Kain merah dan putih dijahit dengan tangan, bukan menggunakan mesin. Saat menjahit ia pun terisak haru karena akhirnya Indonesia meraih kemerdekaannya. Kain yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dulu adalah kain katun Jepang yang lembut dan glossy, berbeda dengan kain saat ini. Sampai sekarang bendera asli tersebut masih ada dan disimpan di Istana Negara.

Teks proklamasi yang telah ditandatangani akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00. Setelah pembacaan selesai, Ir. Soekarno melanjutkan dengan pidato. Disusul pengibaran bendera merah putih pada tiang bambu yang dipimpin Kapten Latief Hendranigrat. Barulah lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama oleh seluruh orang yang hadir.

Artikel tentang kemerdekaan di atas adalah salah satu contoh sederhana apabila ingin membuat tulisan tentang proklamasi. Artikel-artikel yang bertemakan kemerdekaan harus dikemas semenarik mungkin agar enak dibaca. Ini menjadi sesuatu yang penting supaya bangsa Indonesia tidak melupakan sejarahnya dan terus menjadi pribadi yang tak mudah putus asa seperti para pahlawan. (BA)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button